Guratan Pena Zikra

tergurat agar dapat merekat erat

Archive for June 29th, 2011

Oleh-oleh Isra Mi’raj

“Maha suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah kami berkahi di sekelilingnya. Untuk kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda kekuasaan kami. Sesungguhnya Allah maha mendengar lagi maha mengetahui”. (Q.S. Al-Isra: 1).

Berhubung malam kemarin adalah peringatan Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW, saya berusaha menulis sedikit mengenai hal tersebut, sedikit terlambat tapi mudah-mudahan tidak apa-apa. Tak banyak, lagipula tak ada kepandaian dan pengetahuan yang cukup mengenai hal tersebut. Saya hanyalah seorang awam akan ilmu, fakir mungkin lebih tepatnya dalam hal ilmu agama. Maka jikalau dalam penulisan nantinya ada hal yang kurang berkenan atau menurut ilmu kawanz en temanz itu keliru, tolong disampaikan. Agar supaya bisa saya tahu sedikit ilmu itu.

yang akan disampaikan mungkin bukan secara langsung mengenai isra mi’raj itu, namun bagaimana oleh-oleh yang dibawa ‘sepulang’ dari sana itu apakah sudah kita ambil secara baik atau belum. Ya, oleh- oleh itu adalah shalat.

Sekilas ke lembaran sejarah, Isra Mi'raj (Arab:??????? ????????, al-’Isr?’ wal-Mi‘r??) adalah dua bagian dari perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dalam waktu satu malam saja. Kejadian ini merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam, karena pada peristiwa ini Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam mendapat perintah untuk menunaikan shalat lima waktu sehari semalam.

Isra Mi'raj terjadi pada periode akhir kenabian di Makkah sebelum Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam hijrah ke Madinah. Menurut al-Maududi dan mayoritas ulama, Isra Mi'raj terjadi pada tahun pertama sebelum hijrah, yaitu antara tahun 620-621 M. Menurut al-Allamah al-Manshurfuri, Isra Mi'raj terjadi pada malam 27 Rajab tahun ke-10 kenabian, dan inilah yang populer. Namun demikian, Syaikh Shafiyurrahman al-Mubarakfuri menolak pendapat tersebut dengan alasan karena Khadijah radhiyallahu anha meninggal pada bulan Ramadan tahun ke-10 kenabian, yaitu 2 bulan setelah bulan Rajab. Dan saat itu belum ada kewajiban salat lima waktu. Al-Mubarakfuri menyebutkan 6 pendapat tentang waktu kejadian Isra Mi'raj. Tetapi tidak ada satupun yang pasti. Dengan demikian, tidak diketahui secara persis kapan tanggal terjadinya Isra Mi'raj.

Peristiwa Isra Mi'raj terbagi dalam 2 peristiwa yang berbeda. Dalam Isra, Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam “diberangkatkan” oleh Allah SWT dari Masjidil Haram hingga Masjidil Aqsa. Lalu dalam Mi'raj Nabi Muhammad SAW dinaikkan ke langit sampai ke Sidratul Muntaha yang merupakan tempat tertinggi. Di sini Beliau mendapat perintah langsung dari Allah SWT untuk menunaikan salat lima waktu. (sumber : wikipedia)

Kembali kepada ‘oleh-oleh’ yang dibawa oleh Rasulullah sepulang dari sana. Sebagaimana kita tahu, perintah shalat yang pertama itu adalah sejumlah 50 kali sehari. Namun atas saran dari Nabi Musa, Rasulullah kembali untuk meminta keringanan, sekali permintaan dikurangi 5 kali. Maka menjadi 45 kali sehari. Dan begitu lagi, Rasulullah disarankan meminta keringanan lagi terhadap perintah shalat itu. Dan akhirnya 9 kali Rasulullah bolak-balik hingga tersisa lah 5 kali shalat dalam sehari semalam bagi umatnya. Shalat yang diwajibkan kepada kita untuk dilaksanakan.

Subuh itu Nabi Muhammad SAW pulang dari ziarah terbesar sepanjang masa. luar biasa mengagumkan! Oleh-oleh pun dibawa pulang untuk umatnya. Oleh-oleh itu dijadikan nabi sebagai tiang penegak agamanya, oleh-oleh itu jadi pembeda islam dengan orang kafir, oleh-oleh itu menjadi power bagi pasukan yang habis-habisan menegakkan panji islam.

Masihkah BERAT oleh-oleh itu kita TERIMA dan kita AMALKAN….???

Baca juga : shalat mencegah perbuatan keji