Guratan Pena Zikra

tergurat agar dapat merekat erat

Archive for August 7th, 2011

Teman Baru dari Pekan Baru (catatan perjalanan Jogja&Solo #part1)

Rabu, 20 Juli 2011 yang lalu aku mendapat tugas dari kantor untuk mengikuti salah satu pelatihan mengenai banjir, kekeringan, dan tanah longsor di Kota Solo. Walau agak telat, kali ini aku akan menceritakan sedikit pengalaman selama perjalananku kesana. Cerita pengalaman perjalanan ini mungkin akan berjumlah 4 atau 5 part. So, jangan bosan-bosan pelototin ni tulisan ya. Hehe… semoga bermanfaat. icon smile Teman Baru dari Pekan Baru (catatan perjalanan Jogja&Solo #part1)

Karena pemberitahuan yang mendesak, persiapan keberangkatan pun agak sedikit mendesak. Tiket baru dipesan 2 hari sebelum keberangkatan. Tanda-tanda ‘keanehan’ mulai muncul ketika pemesanan tiket. Yupz, pesawat Banda Aceh – Solo (transit Jakarta) jadwalnya tu berangkat pagi dan bakalan sampai di Kota Solo nya sore atau malam hari. Sedangkan pelatihan hari pertama dimulai siang hari. Dengan berbagai pertimbangan akhirnya aku memutuskan untuk ‘terbang’ mendarat di Kota Yogyakarta, bukan langsung ke Solo nya. Toh Solo dan Jogja ngak jauh-jauh amat, plus lagi dengan pertimbangan di Jogja aku punya kenalan sedangkan di Solo belum. icon smile Teman Baru dari Pekan Baru (catatan perjalanan Jogja&Solo #part1)

sunrise sim p 300x225 Teman Baru dari Pekan Baru (catatan perjalanan Jogja&Solo #part1)

fajar menyambut pagi di bandara

Rabu pagi setelah subuh, ‘perjalanan dinas’ pertamaku ke luar Aceh pun dimulai. Suasana fajar yang indah pagi itu mengiringi setiap derap langkah menuju ke pesawat. Pesawat take off, melewati puncak Seulawah, memecah suasana pagi yang mulai terkena biasan sang mentari. Cuaca memang kelihatan cerah, namun nyatanya tak seperti kelihatan. Mungkin karena pengaruh angin yang memang sedang kencang-kencangnya, beberapa kali kapten mengingatkan penumpang untuk mengeratkan sabuk pengaman. Empat puluh lima menit kemudian pesawat pun landing untuk transit di Medan. Beberapa penumpang sempat berteriak karena pesawat ber les merah ini mendarat dengan agak kasar, dan selama beberapa kali naek pesawat, rasanya ini pendaratan yang paling tak mulus.

Saat berangkat lagi dari Medan menuju Jakarta, cuaca yang tidak mulus kembali ngebuat kita terkadang deg-degan setengah ngak jelas. Bahkan beberapa kali pesawat seperti kehilangan tekanan udara. Rasanya seperti kita jatuh dari ketinggian gitu. Dan itu bisa berlangsung cukup lama. Huft… ngeri juga rasanya ni penerbangan, kalah roller coaster jadinya.

Read More…