Guratan Pena Zikra

tergurat agar dapat merekat erat

Archive for October 12th, 2011

Perjuangan itu tak Pernah Berakhir…

halfman 450x400 150x150 Perjuangan itu tak Pernah Berakhir...Juang, sebuah kata dasar yang sering ditambah imbuhan sehingga menjadi berjuang, pejuang, atau perjuangan. Kata yang lumayan sering diucapkan oleh beberapa orang dalam kalimat-kalimatnya, “Berjuanglah sejauh kamu bisa”, atau “Aku tidak akan menyerah, karna aku seorang pejuang”, or “Perjuangan itu membutuhkan pengorbanan”.

Sebenarnya, sejak kapan sebenarnya kita selaku manusia ini berjuang atau melakukan sebuah ‘perjuangan’? insya Allah penulis berusaha untuk menggambarkan beberapa hal sejauh yang bisa.

Disadari atau tidak, kita sudah berjuang sejak sebelum kita lahir menatap (atau meratap) dunia ini. Ketika jutaan sperma yang ditumpahkan bersama-sama menuju ke satu tujuan, saling lomba untuk bisa yang pertama menggapai ovum (sel telur) karna tidak ada istilah kesempatan kedua disini, dan salah satu akhirnya yang memenangkan perjuangan itu. Sperma akhirnya menjadi nuthfah hingga membentuk dan lahirlah seorang bayi. Bayi itu diberikan sebuah nama, NAMAMU tertulis disana.

Seiring berjalannya waktu, sang bayi terus tumbuh dan tumbuh. Ia berjuang dari semula tidak bisa untuk kemudian menelungkup, merangkak, berdiri, hingga bisa berlari. Tentunya perjuangan yang ada tidaklah mudah dan penuh resiko. Untuk bisa menelungkup, sang bayi terkadang kejepit tangannya, atau tertulungkup hanya kepala saja hingga teriak-teriak tak berbahasa memanggil ibunya. Saat belajar berdiri tak jarang kaki yang belum kuat itu kembali terjatuh. Terkadang jatuhnya pun semacam terkapar di lantai atau kejedot tembok hingga menimbulkan bekas benjolan sebagai tanda ‘kegigihan’ perjuangannya. Belajar berjalan/berlari pun tak kalah gigih. Saat baru-baru bisa berjalanpun hanya ada kata lurus ke depan, belum bisa belok. Jadinya apa aja yang ada di depan pun ditabrak mengingat rem pun belom bisa difungsikan. Om-om, tante-tante,kakek nenek, atau mainan yang ada di depan maen tabrak aja jadinya. Namun coba kita lihat dari hasil perjuangan kita itu, kita berhasil, wlo dengan berbagai macam resiko yang timbul.

Menginjak usia sekolah, SD, SMP, maupun SMA, untuk memasuki sekolah pun kita harus menjalani tes masuk. Tentu kita harus berjuang untuk bisa mendapatkan satu kursi di tangan. Kita mempersiapkan diri dengan belajar ataupun hal-hal lain yang dianggap perlu. Ketika sudah lulus, apakah perjuangan kita usai? Tidak. Kita harus terus belajar agar bisa mendapatkan nilai yang cukup memuaskan, atau paling keras takarannya, jangan sampe di-DO. Belajar di tingkat SMA juga penting untuk bekal memasuki bangku kuliah.

Read More…