Guratan Pena Zikra

tergurat agar dapat merekat erat

Archive for November, 2011

Beswan Aceh #Networking

Hari itu Senin (7.11.11) saat aku mendapatkan sms dari seorang alumni beswan di bawahku bahwa gagasan acara penyambutan beswan baru angkatan 27 akan segera direalisasikan. Acara yang bakalan berlangsung hari Minggu (13.11.11) itu turut mengundang seluruh alumni beswan Aceh. Setelah mengkonfirmasi kedatangan nantinya, aku sendiri sempat harap-harap cemas sambil berdoa klo dalam minggu ini tugas menuju lapangan seperti yang telah diagendakan sebelumnya itu bisa ditunda. Hehe…

Hari minggu itu datang juga, alhamdulillah aku bakalan bisa datang ke acara tersebut. Jam 11 siang aku menumpang mobilnya Izzan yang saat itu bersama Reza bertugas sebagai bagian perlengkapan. Selanjutnya mobil pun menuju rumahnya Ismi untuk mengambil ramuan kecap, dimakan bersama ikan panggang nantinya. Disana pun telah menunggu saudari Yuni dan berangkatlah rombongan kami menuju Pantai Lampuuk, Aceh Besar. oh iya, selain rombongan mobil kami tadi, juga ada beberapa mobil lainnya yang dikomandoi oleh Nico “syeh puji”, mobil dari pihak PT. djarum Aceh, dan beberapa iring-iringan motor para beswan.

Read More…

Gas Poooll.. (Lebaran Punya Cerita)

Yang namanya lebaran bagi kaum muslim itu idientik dengan silaturrahim. Silaturrahim mengunjungi sanak family, guru, para sahabat ataupun teman dekat. Kebiasaannya kita akan disuguhkan dengan minuman/kue yang tentunya di setiap rumah itu berbeda-beda. Kadang di satu rumah disugukan sirup merah, di rumah lainnya sirup orange, melon, lychee, atau bisa saja kopi, teh, sampe minuman bersoda. Kebayang ngak tuh, klo dalam sehari kita mengunjungi 5 rumah saja yang berbeda, betapa beraneka macamnya minuman yang masuk ke perut kita. Ujung-ujungnya bisa jadi mules, berangin, dan pruuuutttt…. kentut sembarangan (hush, bau tau… :D). Belum lagi dengan makanan yang disajikan yang membuat perut kita bakalan maju beberapa senti ke depan. icon biggrin Gas Poooll..  (Lebaran Punya Cerita)

Berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah, aku sendiri pernah beberapa kali mengalami hal serupa. Namun ada kisah lainnya yang mungkin bisa dibilang menarik atau bahkan menggelikan. Di rumah yang kita kunjungi tanpa kita duga adakalanya kita disugukan makanan lain selain kue-kue yang ada. Bisa jadi itu semacam lontong, ketupat, tape, hingga nasi. Nah, namanya juga kita kan silaturrahim, jadi kan ngak tahu bakalan dihidangkan apaan di rumah yang kita tuju.

Read More…

Apakah Hanya Karena Gerimis Kita Mengemis ?

Suasana berbeda terjadi di kawasan Aceh menjelang Lebaran Idul Adha. Seperti tulisanku sebelumnya (Meugang, Tradisi Makan Sie dan Berbagi), 2 hari menjelang Idul Adha, sudah ada tradisi meugang terlebih dahulu. Para penjual daging pun mulai membuka lapak dadakan di beberapa tempat strategis. Sambil berharap daging yang dijajakan cepat laku terjual. Wlopun di saat meugang Idul Adha sendiri para penjual lebih sedikit dibandingkan saat meugang Puasa dan meugang Idul Fitri.

Hari itu Sabtu, 5 November 2011 yang berarti esoknya bakalan lebaran Idul Adha 1432 H. Sudah dua hari terakhir hujan terus membasahi kawasan Banda Aceh dan sekitarnya. Mendung yang masih saja kelam bagai mengabarkan hujan akan terus turun dalam beberapa waktu ke depan. Malam selepas Shalat Isya di saat takbir menggema hampir di seluruh Meunasah (mushalla) dan masjid, aku hendak memacu motor menuju kantor tempatku bekerja. Bukannya kelewatan rajin sih, namun ada tugas yang harus segera diselesaikan. Terkadang pandangan orang-orangpun berbeda. Kenapa harus tetap bekerja padahal malam itu adalah malam lebaran. Apakah hanya sekedar mengejar materi? Atau kepentingan-kepentingan lainnya? Pendapat itu tak dapat juga disalahkan sebenarnya. Namun ada hal-hal yang harus kita lakukan dan membutuhkan sedikit pengorbanan di bagian lainnya. Ini bukan tentang materi Bung, tapi tanggung jawab terhadap apa yang telah dibebankan kepada kita. Akupun tak membicarakan khusus diriku, namun kita semua secara global.

Read More…

Borong Buku di Pameran “Pesta Buku Aceh 2011”

Melihat spanduk-spanduk di pingir jalan bertuliskan Pesta Buku Aceh 2011 dengan tema “Membudayakan minat baca masyarakat Aceh” membuatku terhenti sejenak. Pameran buku? Wah ini ni yang ditunggu-tunggu. Pesta Buku yang bertempat di Gedung Chik Di Tiro (Gedung Sosial), Banda Aceh ini berlangsung tanggal 29 Oktober – 3 November 2011. Dibuka pukul 09.00 WIB – 22.00 WIB, acara ini menghadirkan peserta dari Penerbit Nasional & Lokal, Toko Buku serta Distributor Buku, Produsen alat tulis dan komputer, Perpustakaan Daerah, Lembaga pendidikan + Komunitas Buku.

Wah, seru ni. Dah lama juga (untuk ukuranku) ngak belanja buku. Langsung tancap gas deh hari pertama pameran. Coz hari-hari ke depannya dalam perhitunganku bakalan ngak sempat ngunjunginya lagi. Maklum, kena tugas lapangan di luar kota (sok sibuk, haha..:D). Sore Sabtu hari pertama itupun aku menggeber motor menuju kesana. Setelah membayar ‘uang parkir’ 2.000 rupiah dan memarkirkan motor di lingkungan gedung, akupun langsung masuk ke ruangan tempat pesta buku digelar. Glek, rupanya banyak juga orang yang datang ya. Hari pertama gini? Waaa… salut deh, berarti bisa dilihat klo budaya membaca disini dah meningkat tu.

Read More…