Guratan Pena Zikra

tergurat agar dapat merekat erat

Hujan

.

Minggu pagi ini hujan.

Dan tak seperti minggu di hari lainnya, hari ini hujan.

Awan yang menyelimuti tak kunjung terang,

hujan masih turun dengan nyaman.

Bulirannya terus bersahutan,

bak irama dalam sebuah pertunjukan.

Di satu belahan, hujan dinantikan

Karna menjadi sumber kehidupan

Di belahan lain,

Hujan kadang menjadi kutukan,

Bulir yang jatuh tak tertahan

Menjadi akibat dari suatu teriakan penderitaan.

*salah sendiri juga kenapa menggauli hutan

Hujan,

Bagi sebagian,

Merupakan buliran (air) yang sudah tak sanggup memegang awan,

Namun jatuhnya dirindukan.

*tadinya mau nulis tulisan, dah jadi gini. Ya sudahlah.. icon biggrin Hujan

You can leave a response, or trackback from your own site.

6 Responses to “Hujan”

  1. Ditta.w.Utami says:

    “*tadinya mau nulis tulisan, dah jadi gini. Ya sudahlah.”

    ahahaha… Bang Zikra ni ada-ada sajjoh ^^ :D
    Haih… ngomeng-ngomeng tentang hujan… Di Bandung hujan hampir tiap hari. Seolah mau menemani, pulang PLP pun menyirami Ditta dan si hitam matic yang setia mengantar pulang pergi… and finally, hidung yang gak mau kalah pun mengucurkan hujannya… (flu deh) hee ^^

    Apa kabar, Bang?
    Lama tak bersua :)

  2. ahmadzikra says:

    hai ditta….
    pa kabar disana…? :)
    wah, di bandung ngak hujan pun emg dingin ya. disini mah dingin…
    tetap jaga kesehatan…
    :)

  3. inibudijepang says:

    air , api dan udara… tiga unsur yang bisa jadi lawan atau sahabat kita…

    bagus kok bro… mantebbb…. aku suka nulis kyk gini…. :)

  4. Ditta.w.Utami says:

    Bang Zikra… alhamdulillah baik ^^ (dah sembuh dari flu nih. heheh)
    Bang Zikra apa kabar?

    • ahmadzikra says:

      oo,, baru sembuh ya. moga kita semua slalu dberikan nikmat sehat ya..

      Alhamdulillah baik jg. cm dah mulai jarang nge-posting aja nie.. :)

Leave a Reply

Before you post, please prove you are sentient.

What is 7 times 4?