Guratan Pena Zikra

tergurat agar dapat merekat erat

Archive for August 31st, 2012

Lhok Mata Ie, Alternatif Wisata Hiking, Snorkeling, dan Memancing

Bila anda seorang pekerja, refreshing itu menjadi suatu hal yang penting. Namun keseringan yang terjadi adalah ketiadaan waktu yang cukup untuk melakukan kegiatan yang sifatnya refreshing. Refreshing dapat menyegarkan kembali pola pikir kita yang selama hampir seminggu penuh bergulat dengan tugas masing-masing. Refreshing dapat berupa sekedar melakukan hobi atau melakukan sebuah perjalanan/traveling untuk mencari suasana baru.

Jika terbatas waktu, perjalanan yang dilakukan tak harus jauh. Banyak kawasan yang bisa menjadi alternatif untuk sekedar mengusir penat. Bagi masyarakat Banda Aceh dan Aceh Besar serta sekitarnya, Lhok Mata Ie bisa menjadi pilihan yang bagus.

Lhok Mata Ie berada di kawasan Ujung Pancu, daerah paling barat Pulau Sumatera dan secara teoritis masuk dalam kawasan Kabupaten Aceh Besar. Aksesnya sendiri termasuk mudah, berjarak lebih kurang 13 km dari pusat kota Banda Aceh, kawasan ini bisa ditempuh dengan mobil, sepeda motor, bahkan sepeda. Untuk mencapai pantai Lhok Mata Ie ini kita harus melanjutkan dengan mendaki menyeberangi bukit.

Untuk perjalanan ini, saya bersama teman-teman menggunakan sepeda. Bersepeda dari pusat kota Banda Aceh, kemudian menuju ke arah Ulee Lheu. Di persimpangan Ulee Lheu di depan masjid Baiturrahim, belok ke kiri menuju arah Peukan Bada. Setelah melalui restoran Banda Seafood, berbelok ke kanan melewati jembatan Kuala Cangkoi. Dari sini rutenya lurus hingga memasuki kawasan Desa Lambadeuk dan Lampageu. Hampir sepanjang jalan yag dilalui berada di dekat pantai.

Read More…

Mengejar Borobudur

Tugas pelatihan dua hariku di Solo sudah berakhir, saatnya kembali pulang ke Aceh. Tiket pesawat yang sebelumnya sudah dipesan tidak berangkat dari bandara Adi Sumarmo Solo, melainkan berangkat dari Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta. Hal ini karna jadwal penerbangan dari Solo bila dikalkulasikan, aku diharuskan menginap dulu di Bandara Soekarno Hatta Jakarta nantinya. Tidak ada penerbangan lanjutan yang jadwalnya pas menuju ke Banda Aceh. Jadi, aku akan menuju Jogja terlebih dahulu.

Malam sebelum kembali ke Jogja, aku mencari referensi di Google tempat mana yang bisa kukunjungi untuk mengisi kekosongan esok hari. sisa waktu dari perjalananku ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Aku mencari tempat-tempat menarik yang mudah dijangkau. Semula pilihanku jatuh untuk singgah di Candi Prambanan karna jaraknya yang dekat dengan jalan Solo – Jogja. Rencanapun disusun, Plan A akan meminta pak supir travel nantinya untuk singgah sejenak, hitung-hitung kalau diminta penambahan ongkos dikit tak apa lah. Bila itu tidak bisa terlaksana maka akan ada Plan B yaitu beralih ke Candi Borobudur.

Keesokan pagi harinya plan A tersebut batal karna melihat situasi mobil travel yang penuh dan terlihat beberapa penumpangnya sedikit buru-buru, termasuk salah satu yang duduk disampingku, seorang fresh graduate yang akan mengikuti job fair di kampus UGM. Beralih ke plan B, dari Solo menuju ke Candi Borobudur bisa ditempuh dalam waktu 2 jam. Namun masalahnya adalah aku sudah berada di dalam mobil yang menuju ke Jojga, hadeuu… penyusunan rencana yang salah menurutku. Namun, niat perjalanan itu belumlah sirna, biarlah dulu mobil ini melaju membawaku ke Jogja, rencana-rencana lainnya terus berputar-putar di sepanjang perjalanan Solo – Jogja. Toh perjalanan itu juga harus punya rencana matang, walaupun seringkali nantinya kita mengamalkan azas ‘insidentil’ dan harus bergerak sesuai pengalaman ketika aplikasi yang terjadi tidak sesuai benar dengan rencana yang kita buat.

Read More…