Guratan Pena Zikra

tergurat agar dapat merekat erat

Archive for October 13th, 2013

Dasar PNS

Sebagian besar penduduk Indonesia menganggap bahwa pekerjaan Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah pekerjaan yang diidam-idamkan, baik oleh pribadi maupun orang lain. *termasuk calon mertua, ahayy.. :D. Maka tak jarang langkah yang dilakukan untuk menjadi seorang PNS menjadi beragam, dengan alasan yang beragam pula tentunya.

Tanggapan orang lain terhadap PNS (orang lain yang dimaksud disini sudah tentu adalah mereka yang bukan PNS) bermacam-macam. Ada yang menganggap bahwa PNS itu hidupnya aman sentosa dikarenakan gaji mereka yang sudah pasti masuk tiap awal bulan, mudah mengambil kredit karena kepastian gaji tadi, dan mudah juga untuk menarik simpati calon mertua karena kepastian gaji tadi juga. Intinya, kepastian gaji, nah itu yang menjadi salah satunya.

Kepastian gaji ini merupakan sebuah hal yang positif bagi PNS, namun fenomena yang terjadi di Indonesia sekarang banyaknya pejabat PNS yang tersangkut kasus hukum. Apakah karena gaji yang sudah pasti tadi itu kurang, atau kebutuhan hidup yang memang semakin bertambah tajam? Hmm… fenomena ini pula yang membuat citra PNS di mata masyarakat secara umum sedikit menjadi tidak baik. Bahkan PNS dianggap berperan penting dalam langkah menghambur-hamburkan uang negara.

Read More…

Laboratorium Tsunami ada disini

Indonesia adalah negara yang sangat kaya akan Sumber Daya Alam, tapi juga kaya akan bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, gunung api, banjir, kebakaran, longsor dan lain-lain. Tanggal 26 Desember 2004, sebuah kejadian dahsyat terjadi di Indonesia. Gempa yang diikuti tsunami menerjang pesisir Aceh dan menyebabkan korban yang tidak sedikit.

Sebelum kejadian yang menggemparkan dunia itu, apa yang telah kita lakukan untuk setidaknya memperingatkan diri bahwa kejadian serupa dapat terjadi sewaktu-waktu? Padahal peristiwa tsunami pernah terjadi di negeri ini, lihat saja kejadian-kejadian di bawah ini :

 

Tabel Kejadian Tsunami Yang Signifikan di Indonesia sebelum tsunami Aceh

No.

Tahun

Tempat

Magnituda

Korban

1.

1883

G.Krakatau

-

36.000

2.

1833

Sumbar, Bengkulu, Lampung

8,8

Tak tercatat

3.

1938

Kep. Kai – Banda

8,5

Tak tercatat

4.

1967

Tinambung

-

58

5.

1968

Tambu, Sulteng

6

200

6.

1977

Sumbawa

6,1

161

7.

1992

Flores

6,8

2.080

8.

1994

Banyuwangi

7,2

377

9.

1996

Toli – toli

7

9

10.

1996

Biak

8,2

166

11.

2000

Banggai

7,3

50

  Read More…

Luar Negeri Men

Sejak kecil, hampir semua dari kita pernah membayangkan atau bercita-cita untuk pergi keluar negeri. Bahkan kebanyakan tidak tahu negeri luar mana yang akan disinggahi. Bahkan menjadi lebih parah lagi, ‘luar negeri’ dianggap sebagi sebuah tempat yang keren. Tingkat kegantengan dan kekerenan akan bertambah beberapa tingkat ketika sampai di luar negeri. Ah, imajinasi. Hahaha…

Luar negeri, entah tertanam dalam benak sejak kecil ataukah karena gencarnya pemberitaan media, menjadi suatu hal yang begitu ‘waaaaaahhhh’ (bilangnya panjang bener semacam komentator bola Amerika Latin). Para pemangku kebijakan negeri sering masuk koran atau tipi, katanya studi banding luar negeri. Negeri kita harus banyak belajar dari orang-orang yang ada di luar negeri itu. Sarana-prasarana luar negeri lebih keren, semuanya terurus dan tertata dengan rapi. Dan bla…bla..bla… *matiin tipi.

Jangan mengelak, diantara kamu, kamu, dan kamu (nunjukin satu-satu) pasti pernah juga ingin ke luar negeri, dengan berbagai alasan dan tujuan. Aku juga kok (ngacungin jari ke muka). Nah, ini ceritaku pertama kali ke luar negeri. Aku memang dalam rangka studi banding, tapi pake duit sendiri.

Aku tinggal di Banda Aceh. Berdasarkan peta, negara-negara terdekat dari sini  adalah negara-negara Asia Tenggara yang berada di Utara Indonesia (jangan pusing mana Utara mana Tenggara, dulu belajar Geografi kan? :D). Jadi kuputuskan bahwa Malaysia akan menjadi ‘negeri luar’ pertama yang kukunjungi.

Read More…