Guratan Pena Zikra

tergurat agar dapat merekat erat

Laboratorium Tsunami ada disini

Indonesia adalah negara yang sangat kaya akan Sumber Daya Alam, tapi juga kaya akan bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, gunung api, banjir, kebakaran, longsor dan lain-lain. Tanggal 26 Desember 2004, sebuah kejadian dahsyat terjadi di Indonesia. Gempa yang diikuti tsunami menerjang pesisir Aceh dan menyebabkan korban yang tidak sedikit.

Sebelum kejadian yang menggemparkan dunia itu, apa yang telah kita lakukan untuk setidaknya memperingatkan diri bahwa kejadian serupa dapat terjadi sewaktu-waktu? Padahal peristiwa tsunami pernah terjadi di negeri ini, lihat saja kejadian-kejadian di bawah ini :

 

Tabel Kejadian Tsunami Yang Signifikan di Indonesia sebelum tsunami Aceh

No.

Tahun

Tempat

Magnituda

Korban

1.

1883

G.Krakatau

-

36.000

2.

1833

Sumbar, Bengkulu, Lampung

8,8

Tak tercatat

3.

1938

Kep. Kai – Banda

8,5

Tak tercatat

4.

1967

Tinambung

-

58

5.

1968

Tambu, Sulteng

6

200

6.

1977

Sumbawa

6,1

161

7.

1992

Flores

6,8

2.080

8.

1994

Banyuwangi

7,2

377

9.

1996

Toli – toli

7

9

10.

1996

Biak

8,2

166

11.

2000

Banggai

7,3

50

 

Kejadian gempa dan tsunami tidak dapat diprediksi, namun ada hal-hal yang bisa kita lakukan untuk mengurangi korban dan dampak yang mungkin dapat ditimbulkan. Salah satu hal yang dapat kita lakukan adalah memperkuat kesadaran dan pengetahuan terhadap bahaya tersebut. Aceh, khususnya Banda Aceh yang sebagian besarnya hancur dihantam tsunami pada tahun 2004 yang lalu telah berubah dengan pembangunannya. Pembangunan yang cukup pesat secara sekilas mengindikasikan bahwa seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa disini. Disadari atau tidak, ada banyak yang bisa dilihat sebenarnya disini.

Kejadian tsunami yang terjadi di tahun2004 meninggalkan jejak baik secara fisik maupun ingatan dari para korban yang mengalaminya. Jejak fisik berupa bangunan/benda yang tersisa dan ingatan kejadian langsung dari para korban merupakan sebuah sumber pengetahuan yang sulit untuk dicari. Jejak-jejak tersebut menjadi pengingat memori bahwa kejadian itu pernah terjadi dan tidak terulangnya korban besar yang sama.

Rahmatullah1 300x204 Laboratorium Tsunami ada disini

Masjid yang tersisa akibat tsunami

Memori saja tidaklah cukup, perlu adanya kompetensi pengetahuan yang harus ditingkatkan, salah satu yang dilakukan adalah memberi pengetahuan lebih tentang kerentanan bencana ini kepada warga yang berada di kawasan rentan bencana.

Sekolah Siaga Bencana, adalah kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan siswa maupun guru di sekolah. Peningkatan kapasitas pengetahuan di sekolah ini dirasa penting mengingat korban yang cukup besar adalah mereka yang ada di tingkat umur pelajar.

Di Banda Aceh, ada 3 sekolah yang dijadikan model sebagai sekolah siaga bencana sebagai upaya peningkatan kapasitas para pelajar dan guru, salah satunya adalah SMPN 1 Banda Aceh. Aku, menjadi salah seorang relawan yang memimpin sebuah grup (dari 2 grup yang ada) untuk memfasilitasi upaya peningkatan kapasitas itu.

Acara dibawah payung sekolah siaga bencana ini melatih para guru dan siswa untuk lebih mengenal potensi bencana dan cara penanggulangan atau pencegahan yang harusnya dapat dilakukan, sehingga jumlah korban dapat diminimalisasi.

Bekerja sama dengan LIPI Jakarta, kami yang berstatus sebagai relawan di Tsunami Disaster Management Resources Center (TDMRC) memfasilitasi kegiatan Sekolah Siaga Bencana ini untuk dilakukan. Target utamanya adalah guru dan siswa, karena jika sewaktu-waktu bencana terjadi yang berperan penting untuk melakukan tindakan darurat adalah mereka sendiri. Kegiatan utama yang dilakukan adalah memberikan pemahaman dasar tentang pontensi-potensi bencana yang mungkin terjadi di Indonesia, khususnya Aceh.

Pengetahuan yang benar akan menghasilkan tindakan yang benar. Coba lihat saja, jika ditanya apa yang seharusnya dilakukan bila terjadi gempa yang cukup kuat? Mayoritas siswa pada awalnya menganggap bahwa hal yang harus segera dilakukan ketika terjadi gempa adalah lari! Yup, itu salah satu hal yang benar, bila tidak sedang berada di dalam gedung. Namun bila kondisinya gedung sekolah yang bertingkat dan jalan akses tangga tidaklah ada per kelas, apakah harus berlari seluruhnya? Bisa saja hal yang lebih buruk terjadi akibat berdesak-desakan di tangga.

Sebuah hal yang sangat mengejutkan kami ketika hasil angket yang dibagikan sebelum kegiatan ini dilakukan menunjukkan bahwa nilai pengetahuan tentang kebencanaan masih tergolong kurang. Mengingat Aceh sendiri merupakan daerah merah dalam hal kejadian bencana.

Selain pengetahuan dasar, mereka juga diajak untuk megenal potensi bahaya yang ada di lingkungan sekitar sekolah dan memetakannya. Hasil dari pemetaan potensi bahaya tersebut dibuat menjadi sebuah peta potensi bencana kawasan lingkungan sekolah dan sebuah jalur tindakan darurat yang harus segera dilakukan. Mempunyai peta potensi bencana dan peta tindakan darurat serta jalur evakuasi tentunya merupakan sebuah hal penting guna mereduksi dampak buruk yang terjadi bila bencana semisal gempa terjadi.

Sekolah Siaga Bencana yang dilakukan bisa jadi adalah sebuah hal kecil dari banyak hal yang harusnya dilakukan. Kegiatan ini dapat menjadi upaya awal dalam meningkatkan kemampuan pengetahuan dan kesadaran akan pentingnya mengalirkan apa yang diketahui untuk generasi yang akan datang. Memori dan pengetahuan tentang bencana besar yang pernah terjadi di ujung Indonesia ini hanya akan menjadi sebuah memori mati bila tidak diteruskan ke generasi penerus nantinya. Suatu saat nanti bisa jadi hanya tinggal sebuah sejarah besar tanpa makna di dalamnya.

Aceh, yang dihantam gempa dan tsunami tahun 2004 lalu, merupakan sebuah aset besar pengetahuan yang harus disadari. Disini menjadi sebuah laboratorium alam tentang sebuah sejarah besar yang pernah terjadi. Laboratorium itu tidak hanya berada dalam bangunan-bangunan bekas peninggalan tsunami, tapi juga laboratorium memori pengetahuan masyarakat yang harus ditularkan secara global.

 

156533 1474013217989 4499099 n 300x199 Laboratorium Tsunami ada disini

foto bareng fasilitator sekolah siaga bencana

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Before you post, please prove you are sentient.

What is that thing with fingers at the end of your arm (one word)?