Guratan Pena Zikra

tergurat agar dapat merekat erat

Category : opini

Dasar PNS

Sebagian besar penduduk Indonesia menganggap bahwa pekerjaan Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah pekerjaan yang diidam-idamkan, baik oleh pribadi maupun orang lain. *termasuk calon mertua, ahayy.. :D. Maka tak jarang langkah yang dilakukan untuk menjadi seorang PNS menjadi beragam, dengan alasan yang beragam pula tentunya.

Tanggapan orang lain terhadap PNS (orang lain yang dimaksud disini sudah tentu adalah mereka yang bukan PNS) bermacam-macam. Ada yang menganggap bahwa PNS itu hidupnya aman sentosa dikarenakan gaji mereka yang sudah pasti masuk tiap awal bulan, mudah mengambil kredit karena kepastian gaji tadi, dan mudah juga untuk menarik simpati calon mertua karena kepastian gaji tadi juga. Intinya, kepastian gaji, nah itu yang menjadi salah satunya.

Kepastian gaji ini merupakan sebuah hal yang positif bagi PNS, namun fenomena yang terjadi di Indonesia sekarang banyaknya pejabat PNS yang tersangkut kasus hukum. Apakah karena gaji yang sudah pasti tadi itu kurang, atau kebutuhan hidup yang memang semakin bertambah tajam? Hmm… fenomena ini pula yang membuat citra PNS di mata masyarakat secara umum sedikit menjadi tidak baik. Bahkan PNS dianggap berperan penting dalam langkah menghambur-hamburkan uang negara.

Read More…

Gempa, Isu dan Teknologi >> Waspadalah

don t panic button 150x150 Gempa, Isu dan Teknologi >> WaspadalahOkey, dalam beberapa hari ini Aceh kembali diguncang. Bukan, kali ini bukan diguncang karna gempa yang kerap terjadi. Ya maklum saja, keadaan kita memang berada di pertemuan lempeng Samudera Hindia-Australia. Namun kali ini Aceh diguncang isu mengenai gempa kuat yang akan melanda. Isu yang berkembang dan terus beranak pinak melalui sms dan BBM itu akhirnya mampu juga mempengaruhi warga di beberapa kawasan sekitar pesisir pantai. Riuh, resah, risau, galau, dan apalah istilah sekawannya, akhirnya menghinggapi warga. Mengungsi pun menjadi alternatif, walaupun sebagian besar beranggapan : ‘Cuma sekedar untuk jaga-jaga’.

Saya sendiri tidak mendapatkan peredaran sms ataupun BBM itu. Namun efek yang ditimbulkan tidak dapat menutupi bilik-bilik pembatas sehingga termasyhurlah isu itu beredar. Beberapa rekan di kantor tiba-tiba saja sibuk ditelpon untuk kembali ke rumah, “akan ada gempa besar”, kata orang rumah. Bapak-bapak yang sedang bekerja di tempat kerja masing-masing pun mulai sibuk karna telponnya terus saja berdering. “pulang Pak, kita mau ngungsi”. Mahasiswa yang sedang mendengarkan kuliah dosennya pun mulai riuh oleh sms/telepon dari para ortunya. Sampai ikan di laut pun mungkin menjadi heran, jaring yang akan menangkap mereka kenapa tiba-tiba segera diangkat, dan boat nelayan segera berlalu ke arah darat. Sampai segitunya ya :D.

Read More…

Pembelajaran dari Gempa Sumatera 11.04.2012

Selaku seorang yang dulunya pernah menjadi volunteer di sebuah badan yang bergerak di bidang kebencanaan, rasanya saya ingin sedikit membagi apa yang menurut saya bisa menjadi pembelajaran dari Gempa Sumatera tanggal 11 April 2012 kemarin. Dan ini hanyalah opini saya, dan bila terdapat kekeliruan, mohon ditanggapi dan diperbaiki, dan satu lagi, terima kasih sebelumnya.

past tsunamis 2190526k 300x225 Pembelajaran dari Gempa Sumatera 11.04.2012

pusat gempa 11 April 2012

Sebagaimana kita ketahui, bahwa gempa berkekuatan 8,5 SR yang terjadi berkedalaman sekitar 10 km dan jaraknya sekitar 346 km barat daya Simeulue, Aceh dan dirasakan di Sumatera Utara, Bengkulu, Sumbar dan Lampung.

Kejadian gempa tersebut otomatis membuat warga panic, diperparah dengan crowded nya jaringan sehingga tidak bisa digunakan untuk menelpon, bayangan tsunami tahun 2004 pun kian membayang. Komunikasi putus, informasi tak ada, apa yang dapat dilakukan? Ada beberapa hal yang menurut saya ada baiknya untuk lebih diperhatikan (kali ini khusus untuk kejadian gempa dan tsunami saja) :

1. Amankan diri sendiri

Read More…

Buat e-ktp Ternyata Ngak Ribet Lho….

e ktp 150x150 Buat e ktp Ternyata Ngak Ribet Lho….e-KTP atau KTP Elektronik adalah dokumen kependudukan yang memuat sistem keamanan / pengendalian baik dari sisi administrasi ataupun teknologi informasi dengan berbasis pada database kependudukan nasional. e-ktp, ktp yang bakal memuat semua informasi tentang pemiliknya dan diharapkan dapat digunakan untuk berbagai keperluan sedang digalakkan saat ini. Tentunya proses pembuatan e-ktp itu masih menyisakan masalah-masalah lainnya. Betapa tidak, waktu pembuatan yang awalnya direncanakan bulan Agustus, jauh bergeser karena ketiadaan alat dan kurangnya SDM yang ada.

Pengurusannya pun dirasakan bakal panjang dan berbelit. Di Banda Aceh sendiri ‘anggapan’ tersebut bukannya tidak beralasan. Lihat saja proses pembuatan ktp biasa yang selalu saja membludak setiap harinya. Kantor walikota pun selalu dipadati para pembuat ktp sejak 6.30 WIB. “klo ngak ngantri cepat, kita bakalan dapat nomer” kata salah seorang pengunjung. Hoho… untuk nngambil nomer antrian aja harus ngantri ya. Ya, wlopun dalam beberapa hari ini system nomer antrian itu sudah dibenahi dan jauh lebih baik jadinya.

Banyaknya antrian orang yang membuat KTP setiap harinya menjadi tanda Tanya sendiri bagi saya. Melihat penduduk kota Banda Aceh yang sebenarnya ‘belum’ begitu banyak, mengapa dalam proses pembuatan KTP itu setiap harinya orang harus ngantri panjang gitu. Bisa jadi mungkin karna membuat baru atau memperpanjang ktp, atau barangkali menggandakan ktp ya, berhubung udah dekat PILKADA, hehehe… saya sendiri sudah pernah antri sejak 6 bulan lalu dan selalu ngak kebagian nomor. Yah, karena udah malas dan jadwalnya beradu dengan jam kerja, akhirnya saya ngak antri lagi deh. Mungkin ntar klo dah da mood, baru ngantri lagi.. icon biggrin Buat e ktp Ternyata Ngak Ribet Lho….

Klo dikali2 secara sekilas, katakana saja sehari itu minimal 100 nomor antrian yang ada, berarti 100 orang. Kita ambil saja selama 5 bulan belakangan ini, berarti 5 bulan dikali 22 (hari kerja) hari jadinya 110 hari. Maka nomor antriannya selama 5 bulan ke belakang mencapai 11.000. waa… lumayan juga ya orang yang bermasalah dengan ktpnya.

Kembali ke permasalahan awal, kemarin aku memenuhi panggilan (hadue, istilahnya agak sedikit mengerikan ya) kantor camat untuk input data pembuatan e-ktp. Bayanganku di awalnya adalah bakalan ada antrian dan ribetnya sistemnya. Namun sesampai di kantor camat yang tak jauh dari rumahku itu, anggapannya langsung berubah. Para pembuat e-ktp langsung dilayani dan setelah antrian lalu masuk ke ruangan, tidak sampai 5 menit input datanya udah selesai. Wah, hebat ni… icon smile Buat e ktp Ternyata Ngak Ribet Lho….

Berani Bilang Saya Tidak Tahu?

question mark 150x150 Berani Bilang Saya Tidak Tahu?Tenang… tenang dulu nih. Jangan kesal or heran dulu ngebaca judulnya yang seakan-akan saya tu tau semuanya. Ini ngak sepenuhnya gitu kok. So, Apa maksud nie buat judul gituan? Hehe… begini dia maksudnya, :p

Ada kalanya kita tu ditanya mengenai sesuatu hal oleh seseorang. Bisa itu dari adek kita, abang, temanz, kenalanz, atau dari murid kita. Dan biasanya apapun hal yang ditanyakan itu akan kita jawab dengan segenap dan sepenuh hati, bahkan terkadang sampe semangat 45 plus gitu. Satu kalimat yang ditanya, dan dengan mem ba bi bu kita akan menjelaskan apa yang ditanyakan itu. Walau terkadang apa yang kita jawab itu ngak ada hubungannya, hehe…

Pernah mem’praktek’kan hal yang begituan bukan?

Sangat baik rasanya jika apa yang diutarakan itu adalah jawaban yang tepat. Ataupun menjadi solusi yang jitu terhadap suatu permasalahan. Betapa tidak, jawaban kita tu merupakan pengetahuan yang kita peroleh dan kita miliki. Menjawabnya adalah sharing kepada sesama juga, ada yang mengistilahkan juga dengan transfer of knowledge. Dan manfaatnya adalah banyak orang menjadi tahu. Dan untuk masalah ilmu, hal ini adalah BUKAN merupakan suatu kerugian. Kalo harta dibagi bisa jadi habis, tapi klo ilmu insya Allah malah bakalan bertambah.

Suatu applause buat orang-orang yang bisa menjawab permasalahan-permasalahan dan MAU membantu menyelesaikannya. (prok..prok..prok… tepuk tangan, hehe…)

Sekarang, gimana kalo ada yang Tanya trus jawabannya ngawur ngelantur gitu. Ilmu untuk ngejawab or kapasitas yang ada sebenarnya belum cukup memenuhi ‘standar’ kriteria penjawab. “Pokoknya kalo ada yang Tanya, aku bisa jawab semua. Silahkan Tanya apa saja, ntar aku jawab. Hahaha… “

Read More…

Manusia Sebagai Makhluk Sosial

bantu2 150x150 Manusia Sebagai Makhluk Sosial   “Kenapa manusia tidak bisa hidup sendiri dan membutuhkan orang lain?” sebuah pertanyaan yang telah saya dapatkan semenjak zaman MIN(SD) dulu, dan mungkin murid-murid MIN sekarang juga masih mendapatkannya. Dan yang akan dijawab oleh murid-murid adalah : karena manusia itu makhluk social. Dan jangan coba-coba untuk menjawab selain itu, karena sudah jelas jawabannya bakal salah, hehe…

Nah, sekarang apa sebenarnya makhluk sosial itu? Kenapa tidak disebut saja makhluk pengumpul harta? Sehingga dengan harta yang ada manusia bisa hidup. Atau makhluk pencuri hidup? Jadi bisa mencuri hidup yang lain untuk supaya dianya hidup. Atau makhluk halus kasar? Karna kadang-kadang lagi ada di sekitar kita eh tiba-tiba udah hilang entah kemana. Atau makhluk cinta, jadi manusia bisa hidup hanya dengan cinta… #eeeeaaaa…. icon biggrin Manusia Sebagai Makhluk Sosial


Manusia tak dapat hidup sendiri, dalam artian tanpa bantuan dan campur tangan manusia lainnya, akan susah bagi manusia untuk menjalani hidup ini. Setiap orang saling membutuhkan, saling berbagi terhadap segala kekurangan yang ada. Sudah barang tentu, seseorang itu tidak bisa memiliki semuanya. Perlu orang lain untuk saling mensupport. Sebagai contoh ketika terkilir atau sakit yang membutuhkan operasi. Kan ngak mungkin tuh yang sakit operasi sendiri. Or contoh sehari-harinya adalah potong rambut. Masak motong rambut sendiri, model apa jadinya ntar tuh. Hohoho…


Maka oleh sebab karena itu (boros amat ya bahasanya…), saling menolong dan melengkapi sesame manusia itu sangat penting. Apa yang dilakukan sebaiknya mengutamakan kepentingan orang banyak, bukan pribadi semata. Memang sih, kepentingan pribadi itu tidak dapat juga dikesampingkan begitu saja. Manusia juga mempunyai hak terhadap pribadinya masing-masing. Tapi juga terlalu dipaksakan. Hehe…

*to be continued to edited,,, ^^

Argumentasi or Opini ?

shutterstock 51327124 150x150 Argumentasi or Opini ?Pernah dengar kata-kata argumentasi atau opini sebelumnya kan? Yupz, semasa sekolah setingkat SMP dan SMA di pelajaran Bahasa Indonesia kita sering menjumpainya. Bahkan sampai kuliahpun masih ada (tak terkecuali selain jurusan tsb). Adakalanya kita diminta oleh guru untuk membuat sebuah paragraph argumentasi/opini, atau secara tidak langsung kita sudah mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari saat berdebat dengan kawan, berdiskusi, bertengkar dengan adik/kakak, menulis surat kepada seseorang, de el el deh… namun kali ini saya bukannya ingin membahas hal tersebut. Saya hanya ingin melihat dari arah sisi yang berbeda tentang penggunaannya belakangan ini.

Secara sekilas, argumentasi dan opini bermakna sama. Ke-idem-an keduanya adalah sama-sama menyatakan sebuah pendapat. Namun bagi saya, kedua hal tersebut berbeda, bahkan adakalanya menjadi sangat berbeda.

Hmm… sebelum masuk lebih jauh, saya mencoba membuat beberapa kalimat terlebih dahulu untuk membedakan keduanya.

  1. Menurut Saya, hari ini akan turun hujan.
  2. Melihat cuaca yang semakin mendung, Saya kira hujan akan turun sebentar lagi.

Kalimat pertama, menurut saya adalah sebuah opini. Sebuah opini adalah pendapat yang dikemukakan oleh seseorang. Terserah saja hal apa yang ingin disampaikan tersebut, bisa saja mengenai hal apapun dan kabar tersebut bisa benar atau salah. Dalam beberapa keadaan mungkin, bisa disamakan dengan prediksi. – Saya tidak mempunyai dasar kuat untuk menyatakan hari ini akan hujan, itu hanya semata-mata ‘kata’ saya. Sah-sah saja saya mengeluarkan opini seperti demikian-.


Kalimat kedua, menurut saya adalah sebuah kalimat kecil yang mengandung argumentasi. Kenapa? Karena dalam pendapat yang dikemukakan itu telah mengandung fakta yang memperkuat statement. Faktanya adalah keadaan cuaca yang semakin mendung. Walaupun adakalanya hujan tidak jadi turun, namun ‘opini’ kita bahwa hujan akan turun itu berdasarkan fakta yang konkrit. Dalam bahasa lain yang dimaksudkan argumentasi disini adalah opini berdasarkan fakta.

Read More…