Guratan Pena Zikra

tergurat agar dapat merekat erat

Category : puisi/sastra

Puisi Maaf (Idul Fitri)

Hmm…

Aku tak tahu harus darimana memulainya,

Harusnya yang selalu ada adalah ‘maaf’ untuk kesekian kalinya,

Dan hal itu takkan pernah bosan tuk kuucapkan,

Bagai mereka di tengah gersang yang mengharapkan hujan.

***

Seperti biasa,

Aku menenggelamkan diri dalam lamunan bayang,

Mengayuhkan diri kembali dalam suatu masa,

Instrospeksi terhadap apa saja yang pernah terkenang,

Apa yang sering kudapat?

Selalu saja timbangan yang selalu kurang,

Tak pernah bertambah walau satu saat,

Namun hal itu terus membangkitkanku untuk terus menjadi pejuang.

Dan dengan terus berupaya belajar,

Segala hal yang kurang kujadikan saja pengalaman,

Atau terkadang saat ku tak kuat lagi untuk tegar,

Aku berupaya sadar, aku ini manusia yang punya Tuhan,

Read More…

Puisi ‘ur’ Ramadhan..

Bulan Ramadhan anugerah dari Yang Maha Ghafur.

Syawal di depan mulai membuatnya menghitung mundur.

Bilangan shaf-shaf di masjid mulai hilang tak terukur.

Kemanakah manusia yang dulu memenuhinya bahkan berhambur.?


Apakah amal yang ada mungkin sudah begitu full,

Sehingga kambing hitam dijatuhkan pada kata uzur,

Sekalian saja alasan-alasan itu dikumpul,

Biar jelas dan tak menjadi kabur.

Selesai sahur langsung tidur,

Shubuh di depan tak bisa ditegur,

Sampai waktu berbuka baru sudah tak kendur,

Semua menu dilahap tak terukur.

Read More…

menjemputmu

sad man 11 300x298 menjemputmuBeribu peluh telah luruh jatuh

Tak terhitung kilometer yang telah kutempuh

Bermacam hal rasanya sudah kurengkuh

Hingga akhirnya disini hadir sang tubuh

Untuk menjemputmu dengan niat yang teguh

Suasana seketika menjadi tak acuh

Inderaku hanya merespon hembusan sepoi-sepoi angin

Meliuk-liuk tak karuan

Tak menentu arah

Indera mataku perlahan mulai bekerja,

Menuju satu titik ke pusaran dibalik rerumputan yang tak lagi utuh

Namun tetap tak bisa merespon

Bahkan untuk sekedar melewati batas dalam kurungan retina

Kali ini organ-organ dalam tubuh mulai terjaga

Berusaha menjalankan apa kira-kira tugasnya

Coba kuputar ulang semua memori yang ada

Mungkin ada data yang terkena virus

Atau ada yang belum ter input sempurna

Namun tak kudapati kejanggalan yang ada

Hening akhirnya, tak juga kunjung bergeming

Setelah langkahku terpaku di titik ini

Dengan hiasan peluh yang kini tak lagi runtuh

Kau hanya meninggalkan sebuah nama disana

Bagaimana bisa aku menjemputmu,

Membawamu pulang? (2 September 2010)