Guratan Pena Zikra

tergurat agar dapat merekat erat

Posts Tagged ‘Beswan Djarum’

Lhok Mata Ie, Alternatif Wisata Hiking, Snorkeling, dan Memancing

Bila anda seorang pekerja, refreshing itu menjadi suatu hal yang penting. Namun keseringan yang terjadi adalah ketiadaan waktu yang cukup untuk melakukan kegiatan yang sifatnya refreshing. Refreshing dapat menyegarkan kembali pola pikir kita yang selama hampir seminggu penuh bergulat dengan tugas masing-masing. Refreshing dapat berupa sekedar melakukan hobi atau melakukan sebuah perjalanan/traveling untuk mencari suasana baru.

Jika terbatas waktu, perjalanan yang dilakukan tak harus jauh. Banyak kawasan yang bisa menjadi alternatif untuk sekedar mengusir penat. Bagi masyarakat Banda Aceh dan Aceh Besar serta sekitarnya, Lhok Mata Ie bisa menjadi pilihan yang bagus.

Lhok Mata Ie berada di kawasan Ujung Pancu, daerah paling barat Pulau Sumatera dan secara teoritis masuk dalam kawasan Kabupaten Aceh Besar. Aksesnya sendiri termasuk mudah, berjarak lebih kurang 13 km dari pusat kota Banda Aceh, kawasan ini bisa ditempuh dengan mobil, sepeda motor, bahkan sepeda. Untuk mencapai pantai Lhok Mata Ie ini kita harus melanjutkan dengan mendaki menyeberangi bukit.

Untuk perjalanan ini, saya bersama teman-teman menggunakan sepeda. Bersepeda dari pusat kota Banda Aceh, kemudian menuju ke arah Ulee Lheu. Di persimpangan Ulee Lheu di depan masjid Baiturrahim, belok ke kiri menuju arah Peukan Bada. Setelah melalui restoran Banda Seafood, berbelok ke kanan melewati jembatan Kuala Cangkoi. Dari sini rutenya lurus hingga memasuki kawasan Desa Lambadeuk dan Lampageu. Hampir sepanjang jalan yag dilalui berada di dekat pantai.

Read More…

Mengejar Borobudur

Tugas pelatihan dua hariku di Solo sudah berakhir, saatnya kembali pulang ke Aceh. Tiket pesawat yang sebelumnya sudah dipesan tidak berangkat dari bandara Adi Sumarmo Solo, melainkan berangkat dari Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta. Hal ini karna jadwal penerbangan dari Solo bila dikalkulasikan, aku diharuskan menginap dulu di Bandara Soekarno Hatta Jakarta nantinya. Tidak ada penerbangan lanjutan yang jadwalnya pas menuju ke Banda Aceh. Jadi, aku akan menuju Jogja terlebih dahulu.

Malam sebelum kembali ke Jogja, aku mencari referensi di Google tempat mana yang bisa kukunjungi untuk mengisi kekosongan esok hari. sisa waktu dari perjalananku ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Aku mencari tempat-tempat menarik yang mudah dijangkau. Semula pilihanku jatuh untuk singgah di Candi Prambanan karna jaraknya yang dekat dengan jalan Solo – Jogja. Rencanapun disusun, Plan A akan meminta pak supir travel nantinya untuk singgah sejenak, hitung-hitung kalau diminta penambahan ongkos dikit tak apa lah. Bila itu tidak bisa terlaksana maka akan ada Plan B yaitu beralih ke Candi Borobudur.

Keesokan pagi harinya plan A tersebut batal karna melihat situasi mobil travel yang penuh dan terlihat beberapa penumpangnya sedikit buru-buru, termasuk salah satu yang duduk disampingku, seorang fresh graduate yang akan mengikuti job fair di kampus UGM. Beralih ke plan B, dari Solo menuju ke Candi Borobudur bisa ditempuh dalam waktu 2 jam. Namun masalahnya adalah aku sudah berada di dalam mobil yang menuju ke Jojga, hadeuu… penyusunan rencana yang salah menurutku. Namun, niat perjalanan itu belumlah sirna, biarlah dulu mobil ini melaju membawaku ke Jogja, rencana-rencana lainnya terus berputar-putar di sepanjang perjalanan Solo – Jogja. Toh perjalanan itu juga harus punya rencana matang, walaupun seringkali nantinya kita mengamalkan azas ‘insidentil’ dan harus bergerak sesuai pengalaman ketika aplikasi yang terjadi tidak sesuai benar dengan rencana yang kita buat.

Read More…

Bike to Zero Kilometer of Indonesia

Siapa bilang Sabang cuma menawarkan keindahan pemandangan bawah laut doank? Wisata sepeda ternyata asik juga lho, ngak percaya? simak aja dah ni liputannya…

1 back 150x150 Bike to Zero Kilometer of IndonesiaPulau Weh atau lebih banyak orang mengenalnya dengan Sabang adalah salah satu pulau yang berada di ujung paling barat Indonesia. Pulau ini dikelilingi oleh Selat Malaka di Utara, Samudera Hindia di Selatan, Selat Malaka di Timur dan Samudera Hindia di Barat. Akses ke pulau ini bisa dilalui dengan transportasi laut dari Pelabuhan Ulee Lheu Banda Aceh. Untuk akses udara sendiri, Bandara Maimun Saleh yang berada di Sabang hanya diperuntukkan untuk kepentingan militer. Jadi ya, mau ngak mau kalau ke sabang musti naik kapal.

Bagi anda yang berada di luar Aceh, aksesnya bisa melalui pesawat udara ke Bandara Sultan Iskandar Muda (Garuda Indonesia, Lion Air, Sriwijaya Air, Batavia Air, Air Asia, Fire Fly). Tiba di bandara, bisa dilanjutkan dengan naik taksi ke pelabuhan Ulee Lheu Banda Aceh, ongkosnya biasanya 100 ribu dengan waktu tempuh sekitar 45 menit. Kalau mau lebih hemat, bisa menggunakan jasa damri yang ongkosnya 15 ribu menuju ke pusat kota (dekat Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh), kemudian dilanjutkan dengan naik labi-labi (sudako/angkot) ke Ulee Lheu dengan biaya Rp 3.000 per orang. Tapi harus diingat, damri yang tersedia di bandara cuma satu..! kalau mau lebih hemat lagi, ada baiknya meminta saudara atau kenalan anda yang berada di Banda Aceh untuk menjemput, hehehe…

Read More…

Beswan Aceh #Networking

Hari itu Senin (7.11.11) saat aku mendapatkan sms dari seorang alumni beswan di bawahku bahwa gagasan acara penyambutan beswan baru angkatan 27 akan segera direalisasikan. Acara yang bakalan berlangsung hari Minggu (13.11.11) itu turut mengundang seluruh alumni beswan Aceh. Setelah mengkonfirmasi kedatangan nantinya, aku sendiri sempat harap-harap cemas sambil berdoa klo dalam minggu ini tugas menuju lapangan seperti yang telah diagendakan sebelumnya itu bisa ditunda. Hehe…

Hari minggu itu datang juga, alhamdulillah aku bakalan bisa datang ke acara tersebut. Jam 11 siang aku menumpang mobilnya Izzan yang saat itu bersama Reza bertugas sebagai bagian perlengkapan. Selanjutnya mobil pun menuju rumahnya Ismi untuk mengambil ramuan kecap, dimakan bersama ikan panggang nantinya. Disana pun telah menunggu saudari Yuni dan berangkatlah rombongan kami menuju Pantai Lampuuk, Aceh Besar. oh iya, selain rombongan mobil kami tadi, juga ada beberapa mobil lainnya yang dikomandoi oleh Nico “syeh puji”, mobil dari pihak PT. djarum Aceh, dan beberapa iring-iringan motor para beswan.

Read More…

Rangkuman 3 Tulisan yang Dilombakan >> Keberagaman Budaya Itu Ada Dalam Satu Kata : Indonesia

Alhamdulillah. Kalimat yang saya ucapkan setelah selesai menulis tulisan ketiga untuk dilombakan di Kompetisi Blog Beswan Djarum 2011. Selanjutnya dengan mengucapkan Bismillah, saya langsung mendaftarkan diri sebagai peserta. Kemudian? Bismillah sekali lagi karna saya mau berangkat tugas ke lapangan. icon smile Rangkuman 3 Tulisan yang Dilombakan >> Keberagaman Budaya Itu Ada Dalam Satu Kata : Indonesia

Sejak dibukanya kompetisi Blog Beswan Djarum ini, kebetulan saya sedang mengikuti pendidikan selama sebulan di luar daerah. Dan selama itu juga akses terhadap blog saya pun hampir terputus sama sekali. Selesai pendidikan, praktis waktu untuk saya bisa menulis tentang tema lomba hanya kurang dari sebulan. Tapi klo emang dah niat, ngak jadi suatu penghalang kok… :). Melihat tema yang diberikan adalah mengenai ‘Budaya Indonesia’, spontan juga saya berpikir “aiih, klo lomba blog atau tema ini lebih cepat diberitahu, kan banyak acara kebudayaan Aceh yang digelar dalam beberapa bulan kemarin”. Jadinya bisa dliput secara langsung deh. Tapi namanya juga kan lomba ya. Hehehe…

Read More…

Meugang, Tradisi Makan Sie dan Berbagi

Suatu hari,

Para sapi dan saudara jauhnya yang tak mempunyai hubungan darah dengannya yaitu kerbau, adakalanya termasuk juga para kambing dan sepupu jauhnya biri-biri, merasa begitu pasrah diri. Satu-persatu mereka digiring oleh tuan lama ataupun tuan baru mereka ke suatu tempat yang tak mereka kenali. Pisau terhunus, tussshhh…. pandangan lurus mereka kini hilang terhembus, buusss… -^v^v—v^–v—————- dead

(*ini bukan pilem horror lho..)

Di pasar pagi mulai ramai terlihat para sapi yang sudah tak berbaju lagi, bergelantungan di tenda dadakan yang mulai tak sepi. Para penjual dengan pisaunya terlihat sibuk melayani para pembeli.

Read More…

Panglima Uteun, Penjaga Hutan yang Kian Tergerus Zaman….

Indonesia adalah salah satu negara yang mempunyai hutan yang luas. Hutan tersebut selain sebagai tempat hidup jutaan spesies flora dan fauna, juga membantu menjaga lapizan ozon yang terus saja menjadi semakin menipis. Terang saja, dengan lapisan ozon yang semakin menipis itu menjadikan bumi ini semakin panas. Es di kutub akan semakin mencair dan bisa jadi lho, sepertiga dari dunia ini bakal tenggelam.

Nah, dengan pertambahan penduduk yang semakin besar sementara luas daratan akan semakin mengecil, bisa-bisa kita bakalan hidup di atas air ntar. Dah semacam film waterworld gitu ya. Hoho…

Penebangan hutan yang begitu meraja dan meratulela (haha… istilahnya ngeri ya) membuat hutan yang ada menjadi semakin sempit, flora dan fauna yang ada pun kian terjepit. Sehingga bukanlah suatu keheranan jika pada saat sekarang ini muncul konflik antara manusia dengan binatang. Apakah itu kasus manusia vs harimau, manusia vs gajah, manusia vs beruang (saya juga pernah menulis ini disini) or bisa jadi manusia vs manusia itu sendiri kali ya.. -_-‘

Read More…