Guratan Pena Zikra

tergurat agar dapat merekat erat

Posts Tagged ‘keji dan mungkar’

shalat mencegah perbuatan keji

shalat1 300x225 shalat mencegah perbuatan kejisebagian atau kebanyakan dari kita mungkin sering bertanya atau malah sebagian lagi bersikeras mempertanyakan. Katanya shalat dapat mencegah hal yang keji dan mungkar, tapi udah ‘capek-capek’ shalat, hal-hal yang mungkar kok jalan terus? Atau ada yg lebih parah mengatakan mgkn ayat itu krg tepat (na’uzubillah).

Hm… kiban nyan. Ada baiknya mgkn kita lihat sepintas saja dulu.

shalat dpt mncegah hal keji n munkar :

dapat mencegahnya jika seseorang tu betul-betul shalat. dalam artian, hukum-hukum minimalnya dapat dipenuhi, syarat dan rukunnya. Mulai dari sebelum maupun saat shalat. Sebelum contohnya saat wudhu. Sesuatu yang tidak sempurna wajib karenanya maka ia juga wajib. Oleh karena itu, wudhu menjadi suatu kewajiban ketika kita hendak shalat, salah di wudhu maka wudhu menjadi tidak sah ; menyebabkan shalat juga tidak sah. Kita lihat beberapa saja, seringkali saat membasuh muka, tidak dibasuh dengan rata ; sedngkan muka adalah anggota wajib wudhu. Atau pada kejadian wanita yang memakai bedak,bahkan ketebalan, bedaknya tidak dibersihkan dahulu sebelum wudhu. Untuk membersihkan muka lgsung dengan wudhu. Padahal ketika sampai di muka, air sudah berubah warna, bau dan bahkan mgkn rasa. Banyak kasus-kasus lainnya.

maka 1 hal tlah didapat, jika salah berwudhu, brarti ia tdk shalat, bgaimana dpt mncegah hal yg keji??

kmdian anggaplah andai sah berwudhu kemudian shalat. shalat adalah hal yg sangat kompleks. org yg mengetahui minimal hukum-hukumnya alhamdulillah dan insya Allah akan dpt mlai mrasakan bgaimana slt dpt mncegah hal yg keji n munkar. apalagi yg mengetahui sunat-sunat yg faedahnya byk sekali, baik itu bacaan n gerakan yg seakmal-akmal(sempurna).

Namun banyak dari kita yang salah dalam mengerjakan shalat, seperti :

saat alfatihah, fashal(jeda) antar ayat itu ukuran 1 nafas. Kalau terlalu panjang, maka alfatihah tdk sah . (jadinya shalat ngak sah tu…)

saat alfatihah, pd bacaan “iyyakana'budu”. bila seseorang tidak membaca tasydid pd 'ya', fatihahnya menjadi salah (dlm bacaan fatihah tdk boleh ada sesuatu yg tertinggal baik itu mad, tasydid, apalagi huruf). ttp pd bacaan ini bahkan bisa menjadi sngat berbahaya. orang yg tau makna dan sengaja jika membaca tanpa tasydid, ada yg berpendapat akan menjadi kufur karena maknanya mnjadi 'dhu-u syamsi'(cahaya matahari)___–mknanya akan mnjadi menyembah matahari. (salah alfatihah jadinya shalat tidak sah)

saat i’tidal, ada yang terus mengayun-ayunkan tangannya. Padahal dalam shalat tidak boleh ada gerakan di luar shalat sebanyak 3 kali. (kiban lom nyan….)

Read More…