Guratan Pena Zikra

tergurat agar dapat merekat erat

Posts Tagged ‘kesiapsiagaan’

Kesiapsiagaan Bencana Melalui Metode Town Watching

untitled 11 150x150 Kesiapsiagaan Bencana Melalui Metode Town WatchingIndonesia merupakan negara yang kaya akan Sumber Daya Alam, baik itu minyak bumi, gas alam, batubara, tembaga, tanam-tanaman, dan lain-lain. Namun, penahkah kita menyadari bahwa Indonesia juga kaya akan bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, gunung api, banjir, longsor dan lainnya? tentunya potensi bencana yang besar tersebut perlu diantisipasi sejak dini. Mungkin kita tak dapat mencegah atau memprediksi kejadiannya, tetapi paling tidak kita dapat mengurangi dampak/resiko yang ditimbulkan. Salah satunya adalah meningkatkan kesiapsiagaan kita terhadap ancaman bahaya itu. Karena hal itulah yang paling mungkin dilakukan. Rumus simpelnya, resiko bahaya = kerentanan + bahaya – kapasitas. Resiko bahaya akan semakin besar bila kerentanan dan bahaya juga besar. Namun bila kapasitas ditingkatkan, resiko bahaya bisa diminimalisasi. Kapasitas disini salah satunya adalah meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana. Salah satu bentuk dari upaya kesiapsiagaan adalah dengan melakukan kegiatan Town Watching.

Metoda ini merupakan metoda yang sangat menarik dimana peserta langsung ke lapangan melihat kondisi yang sebenarnya, peserta dilengkapi oleh sebuah peta areal yang akan diamati, dan kamera yang berfungsi untuk medokumentasikan kondisi areal yang berbahaya atau tidak ketika bencana alam terjadi bagi masyarakat. Sehingga photo-photo tersebut dapat diinput pada peta yang telah disiapkan. Selain itu metoda ini juga sangat praktis dan tidak membutuhkan dana yang besar, sehingga setiap orang atau organisasi pemerintahan dapat melaksanakan metoda ini.

Read More…

Kesiapsiagaan kita, Siapkah…?

Indonesia adalah salah satu negara negara yang rawan terhadap bencana. Indonesia yang berada dalam zona tektonik dan jalur gunung api aktif menjadi sangat rawan bahaya gempa bumi, letusan gunung api, dan tsunami. Selain itu, Indonesia mempunyai kerentanan yang sangat tinggi terhadap bencana lainnya seperti banjir, longsor, badai, dan angin topan (puting beliung).

Salah satu bukti yang dapat kita lihat sekarang adalah bencana beruntun yang menimpa daerah Wasior di Papua (banjir bandang), Gunung Merapi di Jawa Tengah-Jogyakarta, dan tsunami di Kepulauan Mentawai Sumatera Barat. Beragam argumenpun akhirnya muncul. Ada yang mengatakan negara kita dikutuk, ada yang mengatakan karena alam yang mulai rusak, dan berbagai statement-statement dengan alasan-alasan masing-masing. Yang jelas, korban terus saja berjatuhan.

Kesadaran masyarakat Indonesia akan bencana masih sangat kurang. Setelah kejadian gempa disusul gelombang tsunami dahsyat di Aceh pada tanggal 26 Desember 2004 lalu baru membuat kita sedikit tersadar. Betapa daerah kita sangat rawan bencana. Namun yang sangat disayangkan adalah kita tidak pernah mau serius belajar melalui kejadian-kejadian yang ada.

Read More…