Guratan Pena Zikra

tergurat agar dapat merekat erat

Posts Tagged ‘menulis’

Hey.. I’m Back

Hmm… kenapa judulnya harus gitu ya? Yupz, karna rasanya aku akan kembali ke dunia blogging setelah sebulanan ini ‘puasa’ tulisan. Agak lebay mungkin ya, tapi ngak juga. Coz wlopun sebulan, rasa-rasanya dah lama banget ni. Jadi serasa rindu gitu tuk ngisi nih blog (ah, bahasanya mulai meracau galau nih). Hahaha…

Sebulan ditinggalkan, ternyata dah banyak banget perubahan. Khusus untuk beswan, dari alamat blog yang diubah sampe dah dimulainya kompetisi ngeblog. Wah, ketinggalan banyak info ni saya nya. Tapi ngak apa2 deh, mudah-mudahan saya masih bisa nules dan melahirkan ide-ide yang diharapkan bisa berguna bagi saya sendiri dan para pembaca budiman. Mudah-mudahan yang bakalan ikut lomba blog beswan juga banyak, jadi persaingannya itu bisa jadi pengalaman dan pembelajaran yang berharga :). (disini mudah-mudahan juga aku bisa ikut meramaikan).

I’m back, maksudnya insya Allah saya akan kembali menulis (rutin) di blog ini. Semenjak saya ‘mendeklarasikan’ mari menulis satu tulisan satu hari pada bulan Mei yang lalu, minimal di tiap bulannya bisa 5 tulisan. Namun di bulan kemaren (September) jumlah tulisannya adalah kosong. Penurunan yang drastis banget. Namun hal itu sudah diduga sebelumnya coz keadaan yang tak bisa dihindari (nah lho, menghitamkan kambing punyanya keadaan.. -_-‘).

I’m back, mudah-mudahan saya kembali dengan ilmu yang saya punya dan bisa lebih bermanfaat dari sebelumnya. Bisa terus belajar kepada para senior dan rekan-rekan. Bukan berarti ilmu yang diperoleh sudah cukup banyak, namun aplikasi dari ilmu itu sendiri seringkali tidak sesuai dengan teori. Kalo teorinya aja ngak ada ntar, gimana prakteknya ya. Hehehe…

I’m back, dengan segudang semangat lain yang mudah-mudahan bisa juga mempengaruhi semangat dalam bidang ini. Menulis, posting, sharing, take and giving something.

I’m back, n here i am….

icon smile Hey.. I’m Back

Belajar Lancar Menulis Yukzz…

Kawanz en temanz semua… (ni klo dalam kaedah bahasa indonesia dah kena timpuk ma guru, ancor banget bahasanya ; tapi ngak apa-apa :p ).

Kali ini saya ingin sedikit men-share sebuah pengalaman yang saya dapatkan dulu ketika pernah mengikuti pelatihan singkat menulis (amat singkat malah karena saya malah lari dari pelatihan karena kesibukan lainnya, hoho..). bagi saya pengalaman ini cukup membantu disaat dulu saya sama sekali tidak bisa mengembangkan ide-ide atau paragraf di saat menulis. Ya, walaupun sekarang belum pande juga sih, paragraf-paragraf yang dikembangkan malah jadi ngelantur kemana-mana, kayak sekarang nih..ckckckck…

Bagi kawanz en temanz semua pernah ngak, atau sering kali ya.. menghadapi persoalan dimana ngak tau mau nules apa. Atau ada bahan yang mau ditulis tapi hanya terfokus kesitu saja, to the point gitu langsung, ngak ada bumbu-bumbunya. Atau ngak terbiasa nules karna ngak ada ide, dan lebih parahnya terkadang ide yang datang itu banyak amat, belum selesai satu ide dah datang ide-ide lainnya. Dan hasilnya adalah : tidak ada satupun tulisan yang selesai.

Berdasarkan sebuah pengalaman yang saya rasakan cukup bermanfaat, mari kita coba melatih diri dengan metode yang satu ini. Coba kita menuliskan sesuatu itu secara deskriptif. Dengan kata lain, kita mencoba untuk mendeskripsikan (menggambarkan) sesuatu itu agar orang lain itu mengerti tanpa harus melihat apa yang kita maksudnya. Misalkan ni ya, saya ni orang yang ngak tau durian tu gimana (haha.. mudah-mudahan ngak segitunya ya). Nah tugas dari kawan-kawan adalah mendeskripsikan durian itu kepada saya dengan bahasa kawan-kawan sendiri sehingga saya bisa memahami dan tahu bagaimana sebenarnya ‘durian’ itu.


Kawanz en temanz bisa saja menjelaskan misalnya :durian itu adalah buah yang kulitnya berduri. Bukan seperti sirsak, tapi lebih mirip duri buah nangka. Bedanya adalah duri buah durian ini lebih kuat dan tajam. Buahnya biasanya juga seukuran buah nangka. Atau, buahnya itu lebih kurang seukuran bola kaki namun bentuknya agak sedikit lonjong. Permukaannya berlekuk dan berduri seolah ingin memamerkan isi di dalamnya. Jika di belah, harum isinya menyerbak merobek indera penciuman, bla..bla…

Terserah deh mau ngejelasin bagaimana lagi. Yang jelas dengan penjelasan itu, orang yang mendengarnya bisa paham dan membayangkannya.

Dalam kondisi lebih luas, bisa dicoba dengan menjelaskan hal-hal lainnya yang bukan saja benda. Misalnya menjelaskan suasana kamar kita, rumah kita, desa kita, suasana kota kita, suasana indah pantai yang pernah kita kunjungi, pemandangan siluet indah, senja, pelangi, atau apapun yang pernah kita lihat. Bisa juga mencoba menjelaskan tokoh-tokoh yang cukup dikenal atau yang akan kita kenalkan. Bisa itu presiden, menteri, gubernur, kepala desa, tukang jahit, tukang sepatu, penjual ikan, de el el deh…

Nah, yukz kita coba berlatih. Coba jelaskan sesuatu hal kepada saya..:). I’m listening, upz.. reading maksudnya okey,,,

Hehe…

A Part of Writing Contest Experience (#1)

Semalam (malam minggu) rencana sih iseng-iseng duduk di warung kopi sambil ngecek email n browsing. Coz rasanya suntuk juga malam-malam plus lagi sambilan refreshing bentar (haha… refreshing kok ke warkop :D). Tidak seperti biasa lagi, nongkrongnya sendiri aja wlopun setelah beberapa waktu ada kawan yang ikutan gabung. Cek email ternyata ada pesan masuk dari lomba visit banda aceh yang meminta biodata diriku. Wah, ada apa ini ya? Langsung aja teringat ke Lomba Menulis dan Blog Visit Banda Aceh Year 2011. Setelah membalas email tsb, langsung aja deh ngubrak-abrik brangkas google. Dan ternyata dapat deh pengumuman 13 besar finalis lomba menulis tersebut. Dan kagetnya lagi, namaku ada di nomor 11. Wah, masok finalis aja udah ngak nyangka, hihihi… maklum aja, bagi penulis amatir pemula tak profesional sepertiku, ini suatu surprise juga, ngak nyangka gitu lah..:D. Menurut pengumumannya itu sih, malam itu para juri akan memutuskan memilih 5 juara untuk kemudian ditetapkan sebagai pemenang. Melihat judul-judul yang mantap dari para kontestan dan namaku yang ada di nomor 11, sebenarnya aku sudah cukup senang sih (udik banget ya, ckckckck….). tak beberapa lama kemudian, salah seorang panitia dan beberapa orang dari Aceh Blogger Community yang sebelumnya belum pernah kukenal, meng-add ku di akun fb nya. Panitia tadi juga mengirimi link halaman pengumuman 5 pemenang ke inbox fb ku. Wah, jadi tambah penasaran lagi, saat kubuka ternyata, Alhamdulillah dapat juara 5.

Tambah surprisenya lagi, ternyata yang dapat juara 1 dan 2 nya itu juga kukenal. Juara satu adalah seorang beswan angkatan 25 yang tahun lalu juga menjadi salah satu pemenang blog beswan djarum, salah seorang penulis hebat menurutku, her name is Hertily Surviva. Juara kedua adalah adik kelasku ketika di SMA dulu. Dia memang sudah malang melintang di dunia kepenulisan, tulisan-tulisannya bagus dan hobi bagiku untuk membacanya. Dan juga kebetulan dulu tu calon beswan djarum angkatan 24. She is Liza Fathiriani.

**

Lomba Menulis dan Blog Visit Banda Aceh Year 2011 adalah rangkaian lomba menulis dan lomba blog dalam rangka mendukung suksesnya Visit Banda Aceh Year 2011. Visit Banda Aceh Banda Aceh Year 2011, adalah sebuah momentum untuk memperkenalkan Aceh ke level nasional dan internasional. Bukan hanya tempat wisata, masih banyak kekayaan Aceh yang harus diperkenalkan kepada dunia. Seperti keunikan budaya, bahasa, sejarah dan bahkan makanan Aceh yang memiliki cita rasa yang luar biasa.

Saat pertama kali membaca pengumuman ini, tak ada rencana niat sebenarnya untuk mengikuti ini. Maklum saja, ilmu menulis dan tulisan aku tu hancur-hancuran. Hehe.. namun berangkat dari keinginan untuk ikut menyukseskan penyelenggaraan event tersebut, tidak salahnya ikut meramaikan saja dulu pikirku. Namun apa dikata, seiiring berjalannya waktu aku juga belum menyiapkan tulisan untuk dilombakan. Dan sampai akhirnya batas waktu pengiriman ditutup, keinginan mengikuti lomba ini masih hanya sebatas keinginan, hoho… maka dari itu kawan, pembelajaran yang dapat diambil disini adalah segera berusaha wujudkan keinginanmu selagi ada waktu, kerjakan sesuatu itu segera ketika peluang datang, jangan ditunda-tunda.. :).

Read More…

MARI MENULIS SATU TULISAN SATU HARI

menulis2 150x150 MARI MENULIS SATU TULISAN SATU HARIbagi sebagian orang, menulis adalah hal yang tidak menarik dan membosankan. tapi menulis ternyata sangat bermanfaat. selain tulisan kita dapat dibaca dan bermanfaat bagi yang lain (tulisan yang positif tentunya), menulis juga bisa menjadi terapi tersendiri bagi kita.

kebanyakan dari kita lebih 'hoby' berbicara. ada masalah sedikit saja kita sudah membicarakan hal-hal yang menyangkut dengannya, walaupun apa yang kita bicarakan itu pada kenyataannya adalah hanya omong kosong biasa. nyatanya, kita terus saja berbicara, dimanapun, kapanpun itu (yang dimaksud disini adalah bicara yang mengarah ke tidak baik, atau bahasa lainnya : gosip). coba saja sekali waktu kita muhasabah diri, dalam sehari apa saja yang sudah kita bicarakan. bermanfaatkah?

alangkah baiknya hal atau suatu permasalahan yang kita hadapi atau kita dapati, kita tulis saja daripada kita membicarakannya tanpa dasar dan tidak ada penyelesaian yang jelas. toh sambil menulis, kita bisa meluapkan semua argumen-argumen kita. sambil menulis, kita juga bisa meninjau ulang setiap kata yang keluar. kita bisa belajar untuk berpikir jernih dan mempertanggungjawabkan apa yang telah kita lakukan.

beranjak dari situ, secara pribadi saya ingin menulis (apa saja yang kiranya bermanfaat). saya mencanangkan satu hari minimal harus menulis satu tulisan. namun untuk sementara (dalam tahun ini, seminggu sekali dulu. dan akan terus ditingkatkan). harapannya tulisan yang ada dapat bermanfaat dan menjadi forum sharing bersama. selain itu, untuk mewujudkan agar kita bisa lebih banyak bertindak daripada hanya sebuah wacana. agak berat memang, menulis satu hari satu tulisan, namun tak usah terlalu dipikirkan juga, yang penting mempunyai target dan terus menulis. hal itu bukanlah suatu hal yang mustahil, hehe…

Read More…