Guratan Pena Zikra

tergurat agar dapat merekat erat

Posts Tagged ‘motor’

Hati-hati berkendara

motor copy 150x150 Hati hati berkendaraHai… ketemu lagi nih setelah beberapa masa raib tak ajaib. Maklum, dalam beberapa hari ini lumayan vakum karena bertugas di luar daerah dan kebetulan di saat yang hampir bersamaan, laptopku mengalami kerusakan fatal dalam kurun waktu yang tak begitu lama setelah beberapa minggu sebelumnya juga begitu. Kenapa alasan ngak bisa menulis gara-gara laptop ya? Yupz, setidaknya bagiku dengan laptop lah membuka lebar peluang bagiku untuk ‘mencuri-curi waktu’. Hehe..

Duh, kok dah bicara laptop ya. Okedeh, cukup sekian dulu. Kali ini aku ingin membahas sedikit tentang kehati-hatian kita dalam mengendarai kendaraan bermotor di jalan raya. Tadinya sih pengen ngebahas tentang penyebab utama timbulnya masalah dalam dunia kendara mengendara (kacau bahasanya neh), tapi karena sesuatu dan lain hal yaudah dibahas mengenai ini dulu deh. Hanya ingin sharing dan saling mengingatkan, kalau dalam berkendara itu kita sebaiknya hati-hati, tidak lalai dengan sesuatu yang tidak perlu dan tak perlu menggebu-gebu begitu terburunya menggeber kendaraan bermotor guna mengejar waktu. Hati-hati, dan penuh pertimbangan mungkin sebuah frase yang cocok untuk diresapi.


Sebelumnya, aku ingin bercerita sedikit pengalamanku semalam. Semalam keadaan Kota Banda Aceh dan sekitarnya sedikit gerimis dan hujan lumayan deras di beberapa lokasi. Hujan yang turun sepertinya adalah hal yang dinanti-nanti hampir semua makhluk karena telah beberapa hari ke belakang kota ini dilanda cuaca panas yang tak terperikan. Jam 9 malam, aku berangkat keluar dari rumah menuju suatu lokasi yang berjarak kurang lebih 15 km. Dibayangi rintik-rintik hujan, rasanya tak menyurutkanku untuk ‘menjemput’ laptop yang telah usai dibedah. Ada-ada saja hal yang terjadi dengan laptopku belakangan ini. Dan yang terakhir yang membuat kesabarannya hilang hingga akhirnya ngambek kayak rendaman cucian bau apek adalah laptopku ini terkena lemparan bom molotol (botol) karena keisengan adikku. Dan dalam sekejap, layarnya blank. Sayup-sayup seperti hendak ditarik nyawanya, perlahan layar monitor akhirnya padam. Duh, kenapa aku bercerita lagi tentang ini ya. Tapi tak apalah, kita lanjutkan lagi ceritanya.


Singkat cerita, akupun beranjak pulang sekitar pukul 22.30 WIB. Keadaan malam masih tak berubah, rintik-rintik hujan masih menghujani lekat-lekat tanah yang telah lama kian pekat. Karena keadaan sudah mulai bergerak larut, aku memacu motorku lumayan kencang namun tak sekencang seperti biasanya. Bila keadaan hujan, sangat jarang motor ini kupacu tinggi laju. Aku mafhum dengan tingkat kelicinan karna gaya gesek aspal dengan ban otomatis semakin berkurang dan pandangan yang sedikit terbatas, resiko bahaya akan menjadi semakin besar.

Read More…

ibarat Hidup

meaning of life 150x150 ibarat HidupBanyak peng’ibaratan’ dalam menjalani hidup ini. Salah satu ibarat yang ingin saya kemukakan adalah, kita menjalani hidup ini tak ubahnya seperti membawa sepeda motor (yang ngak bawa sepeda motor, pake mobil boleh juga, hehehe…). kita membawa sepmor penuh fokus ke depan, kita mempunyai suatu tujuan dan jalan-jalan yang akan kita lalui, itulah dia cita-cita dan masa-masa yang akan kita lalui. Di tengah perjalanan kita, terkadang ada saja hal-hal yang tak terduga. Bisa jadi itu rintangan jalan seperti paku di tengah jalan, orang yang menyeberang dengan tiba-tiba, atau ada pengendara lain yang membawa sepmor dengan ugal-ugalan. Menghadapi kejadian tersebut, kita harus pandai-pandai dan sigap mengatasinya. Apakah itu mengerem motor, berbelok, atau melakukan akselerasi-akselerasi yang sudah kita kuasai sehingga kita tetap bisa berada di jalur yang benar dan tidak terjatuh.

Dalam kehidupan, tidak selamanya lurus-lurus saja, ada saja hal-hal yang membuat kita harus bertindak sigap agar permasalahan yang ada segera selesai dan tidak berlarut-larut.

Atau terkadang rintangan yang ada betul-betul begitu spontan dan tanpa kita duga sebelumnya. Saat kita mengendarai sepmor, tiba-tiba saja ada razia polisi. Wah, kacau jadinya neh. Udah SIM mati, STNK ngak bawa pula lagi. Waaaaaaaaaaaa…. puyeng kita dibuatnya. Akibatnya, kita harus berhadapan dengan pak Polisi yang terhormat, yang terkadang di suatu waktu diwakili oleh oknum-oknum yang begitu terhormatnya sehingga mau ‘membantu’ kita dengan uang damai. Apa yang kita lakukan? Kita harus membuat keputusan yang sulit tentunya. Bek sampe rugoe (jangan sampe rugi). Hoho….

razia ranmor 150x150 ibarat Hidup

Read More…