Guratan Pena Zikra

tergurat agar dapat merekat erat

Posts Tagged ‘pendapat’

Berani Bilang Saya Tidak Tahu?

question mark 150x150 Berani Bilang Saya Tidak Tahu?Tenang… tenang dulu nih. Jangan kesal or heran dulu ngebaca judulnya yang seakan-akan saya tu tau semuanya. Ini ngak sepenuhnya gitu kok. So, Apa maksud nie buat judul gituan? Hehe… begini dia maksudnya, :p

Ada kalanya kita tu ditanya mengenai sesuatu hal oleh seseorang. Bisa itu dari adek kita, abang, temanz, kenalanz, atau dari murid kita. Dan biasanya apapun hal yang ditanyakan itu akan kita jawab dengan segenap dan sepenuh hati, bahkan terkadang sampe semangat 45 plus gitu. Satu kalimat yang ditanya, dan dengan mem ba bi bu kita akan menjelaskan apa yang ditanyakan itu. Walau terkadang apa yang kita jawab itu ngak ada hubungannya, hehe…

Pernah mem’praktek’kan hal yang begituan bukan?

Sangat baik rasanya jika apa yang diutarakan itu adalah jawaban yang tepat. Ataupun menjadi solusi yang jitu terhadap suatu permasalahan. Betapa tidak, jawaban kita tu merupakan pengetahuan yang kita peroleh dan kita miliki. Menjawabnya adalah sharing kepada sesama juga, ada yang mengistilahkan juga dengan transfer of knowledge. Dan manfaatnya adalah banyak orang menjadi tahu. Dan untuk masalah ilmu, hal ini adalah BUKAN merupakan suatu kerugian. Kalo harta dibagi bisa jadi habis, tapi klo ilmu insya Allah malah bakalan bertambah.

Suatu applause buat orang-orang yang bisa menjawab permasalahan-permasalahan dan MAU membantu menyelesaikannya. (prok..prok..prok… tepuk tangan, hehe…)

Sekarang, gimana kalo ada yang Tanya trus jawabannya ngawur ngelantur gitu. Ilmu untuk ngejawab or kapasitas yang ada sebenarnya belum cukup memenuhi ‘standar’ kriteria penjawab. “Pokoknya kalo ada yang Tanya, aku bisa jawab semua. Silahkan Tanya apa saja, ntar aku jawab. Hahaha… “

Read More…

Berapa Space Used Blog Kawan-kawan?

floppyusb 150x150 Berapa Space Used Blog Kawan kawan?Sebuah media di dunia maya, apakah itu email, blog or lainnya tentunya mempunyai keterbatasan tampungan terhadap apa yang kita masukkan. Saya sendiri sangat tidak paham dengan bahasa-bahasa istilah ini, klo ngak salah namanya tu hosting or webhosting. Nah, gimana jadinya kalo space used kita itu udah maksimal? Dengan kata lain, kuota spaced allowed yang diberikan kepada kita telah kita gunakan semuanya. Apakah nantinya blog sebagai media yang kita gunakan itu tak dapat digunakan lagi?

Saya sedikit terkejut ketika melihat di tampilan dashboard. Dengan space allowed yang diberikan sebesar 70MB, saya telah menggunakan 12,54 MB (18 %). Padahal jumlah postingan saya baru 24 post. Secara perhitungan kasar, dengan 24 postingan tersebut saya telah ‘menghabiskan’ 12,54 MB. katakanlah rata-rata berat setiap post itu masing-masingnya 0,5 MB, maka dengan sisa 57,46 MB lagi (70 MB dikurangi 12,54 MB) saya hanya akan bisa menulis sekitar 110 postingan lagi. Huhu….


dashboard2 300x141 Berapa Space Used Blog Kawan kawan?


Setelah dicek and ricek, memang sih pengaruh yang paling besar itu karena gambar-gambar yang kita lampirkan di posting ukurannya lumayan berat. Atau terkadang gambarnya terlalu banyak. Klo udah gitu, ya harus ditanggulangi sedini mungkin nih. Ada baiknya mungkin memasukkan gambar itu seperlunya saja, yang benar-benar menyangkut dengan tulisan kita. Selain itu, gambar-gambar yang kita masukkan baiknya dikecilin saja kapasitasnya. Klo emang yang tersedia adalah gambar dalam kapasitas besar, mungkin bisa di-compress. Klo saya sih biasanya compress tu pake Microsoft Office Picture Manager.


Nah, demikian dulu sekilas info dari saya. Moga bisa bermanfaat. Oya, klo ada yang tau mengenai pertanyaan “bagaimana klo kuota space allowed kita penuh?” tolong di share ya. Hehe… maklum, masih awam dalam hal ginian.

icon smile Berapa Space Used Blog Kawan kawan?

Argumentasi or Opini ?

shutterstock 51327124 150x150 Argumentasi or Opini ?Pernah dengar kata-kata argumentasi atau opini sebelumnya kan? Yupz, semasa sekolah setingkat SMP dan SMA di pelajaran Bahasa Indonesia kita sering menjumpainya. Bahkan sampai kuliahpun masih ada (tak terkecuali selain jurusan tsb). Adakalanya kita diminta oleh guru untuk membuat sebuah paragraph argumentasi/opini, atau secara tidak langsung kita sudah mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari saat berdebat dengan kawan, berdiskusi, bertengkar dengan adik/kakak, menulis surat kepada seseorang, de el el deh… namun kali ini saya bukannya ingin membahas hal tersebut. Saya hanya ingin melihat dari arah sisi yang berbeda tentang penggunaannya belakangan ini.

Secara sekilas, argumentasi dan opini bermakna sama. Ke-idem-an keduanya adalah sama-sama menyatakan sebuah pendapat. Namun bagi saya, kedua hal tersebut berbeda, bahkan adakalanya menjadi sangat berbeda.

Hmm… sebelum masuk lebih jauh, saya mencoba membuat beberapa kalimat terlebih dahulu untuk membedakan keduanya.

  1. Menurut Saya, hari ini akan turun hujan.
  2. Melihat cuaca yang semakin mendung, Saya kira hujan akan turun sebentar lagi.

Kalimat pertama, menurut saya adalah sebuah opini. Sebuah opini adalah pendapat yang dikemukakan oleh seseorang. Terserah saja hal apa yang ingin disampaikan tersebut, bisa saja mengenai hal apapun dan kabar tersebut bisa benar atau salah. Dalam beberapa keadaan mungkin, bisa disamakan dengan prediksi. – Saya tidak mempunyai dasar kuat untuk menyatakan hari ini akan hujan, itu hanya semata-mata ‘kata’ saya. Sah-sah saja saya mengeluarkan opini seperti demikian-.


Kalimat kedua, menurut saya adalah sebuah kalimat kecil yang mengandung argumentasi. Kenapa? Karena dalam pendapat yang dikemukakan itu telah mengandung fakta yang memperkuat statement. Faktanya adalah keadaan cuaca yang semakin mendung. Walaupun adakalanya hujan tidak jadi turun, namun ‘opini’ kita bahwa hujan akan turun itu berdasarkan fakta yang konkrit. Dalam bahasa lain yang dimaksudkan argumentasi disini adalah opini berdasarkan fakta.

Read More…

Bukan Begitu,

debat 150x150 Bukan Begitu,Apa komentar dari kita ketika mendengar pendapat atau statement dari orang lain? Beragam memang. Namun kebanyakan dari kita lebih sering menanggapinya dengan ‘bukan begitu’. Apalagi orang yang mengemukakan argumen tersebut adalah orang yang berada dibawah tingkatan dari kita. Tidak perduli yang disampaikan itu benar atau salah.

“menurut saya, setiap manusia itu mempunyai rasa cinta. Namun pengungkapan mereka berbeda-beda dan akibat dari itu, pemahaman yang ada juga akan berbeda. Mungkin latar belakang kehidupan dan lingkungan bisa sangat mempengaruhi. Bla..bla..bla…” ujar seseorang.

Dan jujur saja, ketika melihat/mendengar statement- statement seperti itu. Seperti sudah terekam, kita akan langsung memotong, “bukan begitu, sebenarnya….” atau “bukan begitu, kamu itu ngak ngerti sama sekali, bla..bla..bla..”

Sebenar apapun yang dikatakan orang lain, tetap aja ada sesuatu dari kita yang menolak pendapat orang lain dan cenderung ingin menyampaikan pendapat kita sendiri. Kita ingin apa yang kita sampaikan itu didengar, dihargai oleh orang lain. Perspektif manusia itu berbeda memang, tidak ada yang sama. Ada yang memandang dari sisi barat, timur, utara, selatan, bahkan ada yang memandang dari arah atas. Makanya kita harus berusaha untuk memahaminya.

Silahkan saja menyampaikan pendapat kita, namun tetap harus menghargai pendapat orang lain, bukan begitu?

respect Bukan Begitu,