Guratan Pena Zikra

tergurat agar dapat merekat erat

Posts Tagged ‘semangat’

Bike to Zero Kilometer of Indonesia

Siapa bilang Sabang cuma menawarkan keindahan pemandangan bawah laut doank? Wisata sepeda ternyata asik juga lho, ngak percaya? simak aja dah ni liputannya…

1 back 150x150 Bike to Zero Kilometer of IndonesiaPulau Weh atau lebih banyak orang mengenalnya dengan Sabang adalah salah satu pulau yang berada di ujung paling barat Indonesia. Pulau ini dikelilingi oleh Selat Malaka di Utara, Samudera Hindia di Selatan, Selat Malaka di Timur dan Samudera Hindia di Barat. Akses ke pulau ini bisa dilalui dengan transportasi laut dari Pelabuhan Ulee Lheu Banda Aceh. Untuk akses udara sendiri, Bandara Maimun Saleh yang berada di Sabang hanya diperuntukkan untuk kepentingan militer. Jadi ya, mau ngak mau kalau ke sabang musti naik kapal.

Bagi anda yang berada di luar Aceh, aksesnya bisa melalui pesawat udara ke Bandara Sultan Iskandar Muda (Garuda Indonesia, Lion Air, Sriwijaya Air, Batavia Air, Air Asia, Fire Fly). Tiba di bandara, bisa dilanjutkan dengan naik taksi ke pelabuhan Ulee Lheu Banda Aceh, ongkosnya biasanya 100 ribu dengan waktu tempuh sekitar 45 menit. Kalau mau lebih hemat, bisa menggunakan jasa damri yang ongkosnya 15 ribu menuju ke pusat kota (dekat Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh), kemudian dilanjutkan dengan naik labi-labi (sudako/angkot) ke Ulee Lheu dengan biaya Rp 3.000 per orang. Tapi harus diingat, damri yang tersedia di bandara cuma satu..! kalau mau lebih hemat lagi, ada baiknya meminta saudara atau kenalan anda yang berada di Banda Aceh untuk menjemput, hehehe…

Read More…

Pembelajaran dari Gempa Sumatera 11.04.2012

Selaku seorang yang dulunya pernah menjadi volunteer di sebuah badan yang bergerak di bidang kebencanaan, rasanya saya ingin sedikit membagi apa yang menurut saya bisa menjadi pembelajaran dari Gempa Sumatera tanggal 11 April 2012 kemarin. Dan ini hanyalah opini saya, dan bila terdapat kekeliruan, mohon ditanggapi dan diperbaiki, dan satu lagi, terima kasih sebelumnya.

past tsunamis 2190526k 300x225 Pembelajaran dari Gempa Sumatera 11.04.2012

pusat gempa 11 April 2012

Sebagaimana kita ketahui, bahwa gempa berkekuatan 8,5 SR yang terjadi berkedalaman sekitar 10 km dan jaraknya sekitar 346 km barat daya Simeulue, Aceh dan dirasakan di Sumatera Utara, Bengkulu, Sumbar dan Lampung.

Kejadian gempa tersebut otomatis membuat warga panic, diperparah dengan crowded nya jaringan sehingga tidak bisa digunakan untuk menelpon, bayangan tsunami tahun 2004 pun kian membayang. Komunikasi putus, informasi tak ada, apa yang dapat dilakukan? Ada beberapa hal yang menurut saya ada baiknya untuk lebih diperhatikan (kali ini khusus untuk kejadian gempa dan tsunami saja) :

1. Amankan diri sendiri

Read More…

Some[one] Like You di Gempa Sumatera 11.04.2012

Aku baru memarkirkan motor di halaman kantor. Sudah agak telat rasanya aku kembali dari istirahat siang. Maklum saja, motor harus masuk bengkel dan cukup banyak memerlukan perbaikan. Saat baru memasuki ruangan tiba-tiba saja semua pada lari keluar. Wah, ada apa ini (belum merasakan gempa -_-‘)? Dan spontan saja seluruh penghuni kantor berhamburan keluar. Kepanikan mulai terasa ketika gempa semakin kuat dan berlangsung lama, (Alhamdulillah dalam hatiku, coba gempanya tadi wkt motor sedang diperbaiki, gimana mau jalan klo ban motor lagi dicopot..). gedung-gedung, pohon, bahkan kendaraan yang diparkir kian bergoyang semakin kencang. “nyoe ka lage gempa tsunami baroe” (gempanya sudah seperti gempa tahun 2004 kmrn) ujar beberapa orang. Namun menurut estimasiku saat itu mgkn kurang, karna saat gempa thn 2004 dulu untuk berdiri saja kita bakalan jatuh. Sedangkan skrang paling tidak masih bisa berdiri dan berjalan.

Dalam sekejap setelah gempa, kondisi kantor pun mulai kosong. Hampir semuanya kembali ke rumah karena teringat keluarga masing-masing. Terlebih ada beberapa keluarga yang memang tinggalnya di dekat garis pantai. Listrik pun akhirnya padam. Mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa.

Aku yang tidak kembali ke rumah (karena mempertimbangkan kondisi rumah yg menurutku masih aman) stanby di kantor. Jalanan mulai dipenuhi pengendara yang mulai panic. Untuk telponan masih belum bisa, mungkin karna jaringan crowded kali ya. Bayang-bayang seperti kondisi tsunami 2004 mulai menerjang (aduh bahasanya ini..). berhubung sudah Ashar, jangan lupa shalat dulu ya…. icon smile Some[one] Like You di Gempa Sumatera 11.04.2012. akhirnya dapat telpon dari teman di padang mengabarkan klo gempanya tu 8,5 SR dan berpusat di Simeulue. Hoho..

Read More…

Seberapa Boroskah Air Kita? (Peringatan hari Air Dunia)

hari air edt 150x150 Seberapa Boroskah Air Kita? (Peringatan hari Air Dunia)Masih dalam suasana peringatan Hari Air Sedunia. Air merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi makhluk hidup. Lebih dari 2/3 permukaan Bumi tempat kita tinggal ini ditutupi oleh air. Selain untuk minum dan pemakaian sehari-hari, air juga bisa digunakan sebagai media transportasi. Apakah itu di sungai, danau (air tawar) maupun laut (air asin).

Walaupun air menutupi lebih dari 2/3 belahan bumi, namun di beberapa tempat air sulit untuk dijumpai. Seperti di bagian Afrika Timur, kekeringan yang melanda bahkan menyebabkan kematian. Di beberapa tempat lainnya terkadang air malah berlebih. Curah hujan yang tinggi menyebabkan banjir menggenangi daratan.

Di Indonesia sendiri, dulunya praktis kita tak pernah mendengar yang namanya kekeringan. Keberadaan kita di daerah tropis dan curah hujan yang cukup merata seakan mengaburkan kata ‘kekeringan’ di negeri ini. Di peta zona potensi bencana, hampir tak ada wilayah yang masuk kategori kekeringan. Semua mempunyai sumber air yang mencukupi bahkan berlebih. Namun seiiring perubahan zaman, dimana pertumbuhan penduduk yang semakin bertambah pesat dan banyaknya pembukaan lahan hutan yang tak diimbangi dengan penanaman kembali menyebabkan keseimbangan siklus air terganggu. Di musim kemarau kita mengalami kekeringan dan menghadapi banjir di saat musim penghujan. Dari beberapa pulau besar di Indonesia, mungkin hanya pulau Kalimantan yang ‘belum’ mengalami kekeringan. Di pulau-pulau lainnya kasus kekeringan mulai muncul.

Keadaan sekarang

Read More…

Apakah Hanya Karena Gerimis Kita Mengemis ?

Suasana berbeda terjadi di kawasan Aceh menjelang Lebaran Idul Adha. Seperti tulisanku sebelumnya (Meugang, Tradisi Makan Sie dan Berbagi), 2 hari menjelang Idul Adha, sudah ada tradisi meugang terlebih dahulu. Para penjual daging pun mulai membuka lapak dadakan di beberapa tempat strategis. Sambil berharap daging yang dijajakan cepat laku terjual. Wlopun di saat meugang Idul Adha sendiri para penjual lebih sedikit dibandingkan saat meugang Puasa dan meugang Idul Fitri.

Hari itu Sabtu, 5 November 2011 yang berarti esoknya bakalan lebaran Idul Adha 1432 H. Sudah dua hari terakhir hujan terus membasahi kawasan Banda Aceh dan sekitarnya. Mendung yang masih saja kelam bagai mengabarkan hujan akan terus turun dalam beberapa waktu ke depan. Malam selepas Shalat Isya di saat takbir menggema hampir di seluruh Meunasah (mushalla) dan masjid, aku hendak memacu motor menuju kantor tempatku bekerja. Bukannya kelewatan rajin sih, namun ada tugas yang harus segera diselesaikan. Terkadang pandangan orang-orangpun berbeda. Kenapa harus tetap bekerja padahal malam itu adalah malam lebaran. Apakah hanya sekedar mengejar materi? Atau kepentingan-kepentingan lainnya? Pendapat itu tak dapat juga disalahkan sebenarnya. Namun ada hal-hal yang harus kita lakukan dan membutuhkan sedikit pengorbanan di bagian lainnya. Ini bukan tentang materi Bung, tapi tanggung jawab terhadap apa yang telah dibebankan kepada kita. Akupun tak membicarakan khusus diriku, namun kita semua secara global.

Read More…

Panglima Uteun, Penjaga Hutan yang Kian Tergerus Zaman….

Indonesia adalah salah satu negara yang mempunyai hutan yang luas. Hutan tersebut selain sebagai tempat hidup jutaan spesies flora dan fauna, juga membantu menjaga lapizan ozon yang terus saja menjadi semakin menipis. Terang saja, dengan lapisan ozon yang semakin menipis itu menjadikan bumi ini semakin panas. Es di kutub akan semakin mencair dan bisa jadi lho, sepertiga dari dunia ini bakal tenggelam.

Nah, dengan pertambahan penduduk yang semakin besar sementara luas daratan akan semakin mengecil, bisa-bisa kita bakalan hidup di atas air ntar. Dah semacam film waterworld gitu ya. Hoho…

Penebangan hutan yang begitu meraja dan meratulela (haha… istilahnya ngeri ya) membuat hutan yang ada menjadi semakin sempit, flora dan fauna yang ada pun kian terjepit. Sehingga bukanlah suatu keheranan jika pada saat sekarang ini muncul konflik antara manusia dengan binatang. Apakah itu kasus manusia vs harimau, manusia vs gajah, manusia vs beruang (saya juga pernah menulis ini disini) or bisa jadi manusia vs manusia itu sendiri kali ya.. -_-‘

Read More…

Perjuangan itu tak Pernah Berakhir…

halfman 450x400 150x150 Perjuangan itu tak Pernah Berakhir...Juang, sebuah kata dasar yang sering ditambah imbuhan sehingga menjadi berjuang, pejuang, atau perjuangan. Kata yang lumayan sering diucapkan oleh beberapa orang dalam kalimat-kalimatnya, “Berjuanglah sejauh kamu bisa”, atau “Aku tidak akan menyerah, karna aku seorang pejuang”, or “Perjuangan itu membutuhkan pengorbanan”.

Sebenarnya, sejak kapan sebenarnya kita selaku manusia ini berjuang atau melakukan sebuah ‘perjuangan’? insya Allah penulis berusaha untuk menggambarkan beberapa hal sejauh yang bisa.

Disadari atau tidak, kita sudah berjuang sejak sebelum kita lahir menatap (atau meratap) dunia ini. Ketika jutaan sperma yang ditumpahkan bersama-sama menuju ke satu tujuan, saling lomba untuk bisa yang pertama menggapai ovum (sel telur) karna tidak ada istilah kesempatan kedua disini, dan salah satu akhirnya yang memenangkan perjuangan itu. Sperma akhirnya menjadi nuthfah hingga membentuk dan lahirlah seorang bayi. Bayi itu diberikan sebuah nama, NAMAMU tertulis disana.

Seiring berjalannya waktu, sang bayi terus tumbuh dan tumbuh. Ia berjuang dari semula tidak bisa untuk kemudian menelungkup, merangkak, berdiri, hingga bisa berlari. Tentunya perjuangan yang ada tidaklah mudah dan penuh resiko. Untuk bisa menelungkup, sang bayi terkadang kejepit tangannya, atau tertulungkup hanya kepala saja hingga teriak-teriak tak berbahasa memanggil ibunya. Saat belajar berdiri tak jarang kaki yang belum kuat itu kembali terjatuh. Terkadang jatuhnya pun semacam terkapar di lantai atau kejedot tembok hingga menimbulkan bekas benjolan sebagai tanda ‘kegigihan’ perjuangannya. Belajar berjalan/berlari pun tak kalah gigih. Saat baru-baru bisa berjalanpun hanya ada kata lurus ke depan, belum bisa belok. Jadinya apa aja yang ada di depan pun ditabrak mengingat rem pun belom bisa difungsikan. Om-om, tante-tante,kakek nenek, atau mainan yang ada di depan maen tabrak aja jadinya. Namun coba kita lihat dari hasil perjuangan kita itu, kita berhasil, wlo dengan berbagai macam resiko yang timbul.

Menginjak usia sekolah, SD, SMP, maupun SMA, untuk memasuki sekolah pun kita harus menjalani tes masuk. Tentu kita harus berjuang untuk bisa mendapatkan satu kursi di tangan. Kita mempersiapkan diri dengan belajar ataupun hal-hal lain yang dianggap perlu. Ketika sudah lulus, apakah perjuangan kita usai? Tidak. Kita harus terus belajar agar bisa mendapatkan nilai yang cukup memuaskan, atau paling keras takarannya, jangan sampe di-DO. Belajar di tingkat SMA juga penting untuk bekal memasuki bangku kuliah.

Read More…