Guratan Pena Zikra

tergurat agar dapat merekat erat

Posts Tagged ‘shalat’

Masjid-Masjid di Aceh (Bagian I : Masjid Raya Baiturrahman)

collectie tropenmuseum de baiturrahman moskee in koetaradja tmnr 60023672 150x150 Masjid Masjid di Aceh (Bagian I : Masjid Raya Baiturrahman)Pernah ke Banda Aceh ? yupz, bagi anda yang pernah berkunjung kemari pasti tau donk yang namanya Masjid Raya Baiturrahman. Masjid yang menjadi kebanggaan masyarakat Aceh ini telah menjadi landmark dari Kota Banda Aceh itu sendiri. Jadi, klo ke Banda Aceh dan belum singgah di masjid ini, belum sah rasanya. Hehe…

Masjid Raya Baiturrahman adalah sebuah masjid yang berada di pusat Kota Banda Aceh. Masjid ini dahulunya merupakan masjid Kesultanan Aceh. Mesjid ini pertama kali dibangun oleh pemerintahan Sultan Iskandar Muda, namun telah terbakar habis pada agresi tentara Belanda   kedua pada bulan shafar 1290/April 1873 M. Dalam peristiwa tersebut, Mayjen Khohler tewas yang kemudian diabadikan tempat tertembaknya pada sebuah monument kecil dibawah pohon ketapang/geulumpang dekat pintu masuk sebelah utara mesjid.

Empat tahun setelah Masjid Raya Baiturrahman itu terbakar, pada pertengahan shafar 1294 H/Maret 1877 M, dengan mengulangi janji jenderal Van Sweiten, maka Gubernur Jenderal Van Lansberge menyatakan akan membangun kembali Masjid Raya Baiturrahman yang telah terbakar itu. Pernyataan ini diumumkan setelah diadakan permusyawaratan dengan kepala-kepala Negeri sekitar Banda Aceh. Dimana disimpulkan bahwa pengaruh Masjid sangat besar kesannya bagi rakyat Aceh yang 100% beragama Islam. Janji tersebut dilaksanakan oleh Jenderal Mayor Vander selaku Gubernur Militer Aceh pada waktu itu. Dan tepat pada hari Kamis 13 Syawal 1296 H/9 Oktober 1879 M, diletakkan batu pertamanya yang diwakili oleh Tengku Qadhi Malikul Adil. Mesjid ini berkubah tunggal dan dapat diselesaikan pada tanggal 27 Desember 1883.

Pada tahun 1935 M, Masjid Raya Baiturrahman ini diperluas bahagian kanan dan kirinya dengan tambahan dua kubah. Dan pada tahun 1975 M terjadi perluasan kembali. Perluasan ini bertambah dua kubah lagi dan dua buah menara sebelah utara dan selatan. Dengan perluasan kedua ini Masjid Raya Baiturrahman mempunyai lima kubah dan selesai dikerjakan pada tahun 1967 M. Dan pada tahun 1991 M, dimasa Gubernur Ibrahim Hasan terjadi perluasan kembali yang meliputi halaman depan dan belakang serta masjidnya itu sendiri. Bagian masjid yang diperluas, meliputi penambahan dua kubah, bagian lantai masjid tempat shalat, ruang perpustakaan, ruang tamu, ruang perkantoran, aula dan ruang tempat wudhuk, dan 6 lokal sekolah.

Read More…

shalat mencegah perbuatan keji

shalat1 300x225 shalat mencegah perbuatan kejisebagian atau kebanyakan dari kita mungkin sering bertanya atau malah sebagian lagi bersikeras mempertanyakan. Katanya shalat dapat mencegah hal yang keji dan mungkar, tapi udah ‘capek-capek’ shalat, hal-hal yang mungkar kok jalan terus? Atau ada yg lebih parah mengatakan mgkn ayat itu krg tepat (na’uzubillah).

Hm… kiban nyan. Ada baiknya mgkn kita lihat sepintas saja dulu.

shalat dpt mncegah hal keji n munkar :

dapat mencegahnya jika seseorang tu betul-betul shalat. dalam artian, hukum-hukum minimalnya dapat dipenuhi, syarat dan rukunnya. Mulai dari sebelum maupun saat shalat. Sebelum contohnya saat wudhu. Sesuatu yang tidak sempurna wajib karenanya maka ia juga wajib. Oleh karena itu, wudhu menjadi suatu kewajiban ketika kita hendak shalat, salah di wudhu maka wudhu menjadi tidak sah ; menyebabkan shalat juga tidak sah. Kita lihat beberapa saja, seringkali saat membasuh muka, tidak dibasuh dengan rata ; sedngkan muka adalah anggota wajib wudhu. Atau pada kejadian wanita yang memakai bedak,bahkan ketebalan, bedaknya tidak dibersihkan dahulu sebelum wudhu. Untuk membersihkan muka lgsung dengan wudhu. Padahal ketika sampai di muka, air sudah berubah warna, bau dan bahkan mgkn rasa. Banyak kasus-kasus lainnya.

maka 1 hal tlah didapat, jika salah berwudhu, brarti ia tdk shalat, bgaimana dpt mncegah hal yg keji??

kmdian anggaplah andai sah berwudhu kemudian shalat. shalat adalah hal yg sangat kompleks. org yg mengetahui minimal hukum-hukumnya alhamdulillah dan insya Allah akan dpt mlai mrasakan bgaimana slt dpt mncegah hal yg keji n munkar. apalagi yg mengetahui sunat-sunat yg faedahnya byk sekali, baik itu bacaan n gerakan yg seakmal-akmal(sempurna).

Namun banyak dari kita yang salah dalam mengerjakan shalat, seperti :

saat alfatihah, fashal(jeda) antar ayat itu ukuran 1 nafas. Kalau terlalu panjang, maka alfatihah tdk sah . (jadinya shalat ngak sah tu…)

saat alfatihah, pd bacaan “iyyakana'budu”. bila seseorang tidak membaca tasydid pd 'ya', fatihahnya menjadi salah (dlm bacaan fatihah tdk boleh ada sesuatu yg tertinggal baik itu mad, tasydid, apalagi huruf). ttp pd bacaan ini bahkan bisa menjadi sngat berbahaya. orang yg tau makna dan sengaja jika membaca tanpa tasydid, ada yg berpendapat akan menjadi kufur karena maknanya mnjadi 'dhu-u syamsi'(cahaya matahari)___–mknanya akan mnjadi menyembah matahari. (salah alfatihah jadinya shalat tidak sah)

saat i’tidal, ada yang terus mengayun-ayunkan tangannya. Padahal dalam shalat tidak boleh ada gerakan di luar shalat sebanyak 3 kali. (kiban lom nyan….)

Read More…