Guratan Pena Zikra

tergurat agar dapat merekat erat

Posts Tagged ‘tracking’

Harpitnas Kemaren Ngapain ?

Assalamualaikum…..

20110513164048 libur 150x150 Harpitnas Kemaren Ngapain ?Hai semua…. pa kabarnya neh? Liburan kemaren pada kemana aja nih kawan-kawan? Atau ada yang ngak bisa libur? Hehe…

Wah jarang-jarang ya ada libur ‘kejepit nasional’ seperti kemaren. Malah dalam tempo tidak kurang dari sebulan ini, hari kejepit nasional (selanjutnya kita sebut Hapitnas saja ya) sudah dua kali kita peringati. Atau kalau kita mundur sedikit lagi ke belakang ke bulan April, sudah 3 kali malah. Walau saat itu tidak begitu masuk dalam kategori harpitnas. Tapi dalam tulisan ini saya masukkan juga lah. Kasian kan, hehehe…(maxsadotcom :D).

Apa saja kegiatan yang kawan-kawan lakukan di hari ‘libur’ tersebut? Klo saya sendiri sih, di harpitnas pertama (mulai 22 April yang lalu) yang saya lakuin adalah, tetap masuk kerja. Hehe.. maklum saja, lagi semangat2 lembur gitu. Kerjaan lagi numpuk2nya. So, harpitnas pertama itu saya ‘rayakan’ bersama teman-teman sekantor, ditemani komputer dan beberapa perangkat tumpukan kertas. Hadue… semangat coy…


Nah, di harpitnas kedua (libur dari hari sabtu tgl 14 Mei s.d selasa 17 Mei) sepertinya saya bakalan bisa memanfaatkannya dengan baik. Maklum saja, kerjaan sudah mulai longgar. Namun begitu, rangkaian harpitnas baru bisa saya nikmati semenjak hari minggu. Dan hari Senin-nya, saya bersama kawan-kawan satu SMA dulu berangkat ke Langsa (kira-kira 7 jam perjalanan darat dari Banda Aceh, kalo ngebut. Hehe). Ngapain kesana? Kebetulan ada anggota geng SMA yang walimahan. Perjalanan panjang yang ‘singkat’ itu mungkin jadi pengalaman yang mengasyikkan sekaligus mengerikan bagi beberapa orang (dari 8 orang kami). Betapa tidak, salah seorang kawan yang membawa mobil, gaya bawa mobilnya tak kalah ama pembalap F1 (formula Satu ; red). Bayangkan saja, saat berangkat aja, melewati pegunungan Seulawah (lebih kurang 45 menit dari Banda Aceh), di kelokan-kelokannya mobil tak juga pelan. Bahkan beberapa kali suara ban mobil nge-drift. Hoho… sampe2 ada yang ngak tahan, pengen muntah. Ckcckk…. Abez pengunungan Seulawah, brarti bakalan tak banyak kelokan lagi. So bakalan berkurang dikit ni was-wasnya. Tapi eits, tunggu dulu. Malah dengan makin sedikitnya kelokan, laju mobil semakin kencang. Rasa-rasanya setelah saya lihat, tidak satupun mobil yang berhasil mendahului kami (bisa dibayangkan ngak tuh, gimana cepetnya mobil, -_-‘). Setengah perjalanan akhirnya ganti juga pengemudinya. Rasa was-was pun mulai berkurang. Namun ‘seru’nya dah jadi berkurang.

Read More…

sebuah senyuman (cermin)

3ankbatak 150x150 sebuah senyuman (cermin)Hari ini adalah hari pertama aku dan kawan-kawanku bertugas, atau lebih tepatnya melakukan kegiatan, atau… apapun istilahnya. Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh dengan medan yang lumayan berat, sampai juga kami akhirnya di desa ini. Desa yang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan. Suasana yang masih sangat asri. Sejenak mengingatkan akan kampung nenekku disana yang mungkin belum tentu setahun sekali aku kesana.. bukit dan gunung yang tinggi, aliran sungai yang begitu jernih, hamparan sawah hijau,, wah, betapa indah ciptaan-Mu ya Allah.

Ah, kembali kesini. Hari pertama adalah hari yang menentukan guna lancarnya kegiatan kami kedepannya. Setidaknya begitu pikirku semenjak pertama kali menginjakkan kaki di desa ini. Desa yang masuk kategori terpencil, atau terisolir lebih tepatnya mungkin kukatakan. Betapa tidak, setelah menempuh perjalanan hampir 24 jam dengan mobil, kami masih harus berjalan kaki melewati sungai dan perbukitan untuk mencapai desa ini. Desa disaat masa konflik dulu mungkin menjadi ladang pertempuran pihak yang bertikai, begitu bayanganku melintas saat melihat situasi dan keadaan masyarakat secara sekilas…

Akupun mempersiapkan perlengkapan yang akan kami gunakan untuk hari ini. Oh iya, disini kami menumpang di sebuah rumah berdinding kayu kepunyaan warga desa yang penghuni aslinya entah kemana sekarang, tak perlu bertanya karena merekapun takkan tahu jawabannya. Persiapan yang matang paling tidak akan memudahkan kegiatan kami nantinya. Akupun duduk diatas tumpukan kayu di depan rumah yang telah disulap menjadi tempat duduk. Kuletakkan alat-alat yang akan digunakan di dalam kotak. Alat-alat yang akan digunakan pertama kali kuletakkan di bagian atas. “biar lebih mudah dan gak banyak makan waktu.”begitu sangka ku,hehe…

Sedang asik-asiknya menyusun dan mengecek perlengkapan, aku dikejutkan oleh seorang anak kecil yang setengah berlari dan berhenti di belakang pohon mangga yang berada beberapa meter dari tempatku duduk. Saat mulai jelas kulihat wajah mungilnya, aku melemparkan sebuah senyuman sambil berusaha menyapanya. sebuah senyuman, Seperti senyumku biasanya. Ehh…. Dia malah lari setelah membalas senyumku. Ah, kacau. Apa wajahku seram amat ya, atau senyumku yang kurang manis (*tuingg…..). ntah apa-apa…;).

Dan ternyata saudara-saudara pembaca dimanapun anda berada yang sedang menyaksikan dan membaca tulisan ini (gaya komentator bola, hahaha… ;p), tugas yang kami laksanakan hari ini kurang berjalan sempurna, atau mungkin gagal lebih tepatnya. Sasaran lokasi sangat jauh dari perkiraan sebelumnya. Seharusnya kami mengecek lokasi dulu , namun keterbatasan waktu dan tenaga membuat hal tersebut tidak mungkin dilakukan. Tapi paling tidak, ada hasil yang diperoleh hari ini. Harus lebih semangat dan giat lagi nih….^_^P

Read More…