Kolom Otak Andrey

Sepintas Terlihat Jelas – Beswan Djarum 27

Tahun baru 2012……

Ya… Akhirnya aku masih diberi kesempatan oleh Tuhan untuk menghirup udara segar di 1 Januari 2012 ini dan semoga masih selalu diberi kesempatan untuk bisa terus mengucap syukur ditahun-tahun berikutnya. Amin.

Jadi gini (bicara ala Pandu), tahun baru ini aku punya agenda sama teman-teman seperjuangan semasa putih abu-abu dulu untuk plesiran ke Kecamatan Pudak. Letak kecamatan Pudak ini berada 37 km arah timur dari Kota Ponorogo (cukup jauh ya dari pusat Kota Ponorogo). Sebagai salah satu kecamatan yang letaknyadi ujung paling timur Kota Ponorogo, Kecamatan Pudak berbatasan langsung dengan Kabupaten Nganjuk dan Trenggalek. Dulunya sich Kecamatan Pudak ini masuk wilayah Kecamatan Sooko (tempat tinggalku), tapi berhubung wilayahnya yang luas sehingga dilakukan pemekaran wilayah dan jadilah Kecamatan Pudak.

Secara geografis, kecamatan Pudak berada di lereng Gunung Wilis, sebuah Gunung yang berada di antara Kabupaten Madiun, Nganjuk, Trenggalek, dan Kediri. Kecamatan yang memiliki 6 desa ini secara iklim berhawa sejuk dan dingin, sehingga potensial menghasilkan komoditi berupa sayur-sayuran. Sebenarnya, Kecamatan Pudak yang berada di daerah pegunungan yang berhawa dingin ini memiliki potensi obyek wisata yang menjanjikan dan perlu dikembangkan. Sekilas tentang Kecamatan Pudak dan yang membuatku penasaran adalah tentang Tanah Goyang yang ada disana. Mau tahu, seperti apa perjalananku kesana dengan teman-temanku? Begini nich kisahnya.

Jalan PeNus#2: Asyiknya Earth Dance di Tanah Pudak

Semuanya sudah berkumpul dibasecamp, tepat pukul 08.30 WIB. Setelah berdo’a bersama, perjalan pun dimulai. Jarak menuju dari basecamp menuju kecamatan pudak kurang lebih 15 Km (info dari teman). Perjalanan ditempuh dengan menggunakan sepeda motor. Jalanan yang berliku dan menanjak serta berlubang (soalnya aspalnya sudah rusak) menjadi tantangan tersendiri bagi kami, tapi semuanya sebanding dengan pemandangan alam sekitar yang masih alami dan udaranya segar.

Setelah berakhir dari jalan yang berliku dan menanjak, akhirnya kami pun masuk di Kecamatan Pudak. Tujuan kami ternyata masih jauh, kurang begitu tahu jarak tepatnya berapa Km tapi lumayan jauh lah. Pukul 09.30 WIB saat itu, tapi udara disana sangat dingin dan masih ada kabut dibeberapa titik dengan dedaunan yang masih basah oleh embun. Jalanan beraspal yang sedikit rusak dan pemandangan sekeliling lembah dan lereng yang penuh dengan pohon cengkeh memberikan sensasi tersendiri. Jalanan beraspal berakhir, jalan berganti dengan jalan makadam (tumpukan batu yang ditata agar bisa digunakan sebagai jalan) dengan pemandangan sekitar adalah perkebunan sayur dan didepan adalah gunung yang ujungnya tak terlihat karena tertutup kabut.

Ternyata Jalanan buntu kawan, dan hanya ada jalan setapak didepan. Wow.. mau nggak mau harus offroad demi mencapai tujuan awal. Sebuah jalan yang penuh dengan rintangan yang menantang, apalagi dengan menggunakan motor standar. Gila, jalannya masuk hutan brow. Jalanan emang menantang tapi pemandangannya itu low, keren bangetlah pokoknya. Setelah setengah perjalanan penuh tantangan di jalan setapak, sampailah kami ditanah lapang. Tanahnya sich sedikit unik, meskipun ditumbuhi rumput dan kelihatannya aman tapi harus hati-hati saat melewatinya karena bisa-bisa motor selip dan terjebak di lumpur.

tanah%2520goyang PeNus#2: Asyiknya Earth Dance di Tanah PudakPukul 11.15 WIB, akhirnya kami berhasil menaklukkan medan pertempuran (kayak perang aja ya, hehehe). Sampailah kami di tanah yang lapang dan inilah tempatnya Tanah Goyang. Dinamakan Tanah Goyang karena jika kita kita menginjak tanah tersebut akan bergerak dan bergoyang (assyyyeeekkk tangan di atas,yuk goyang dangdut). Tapi kita juga harus hati-hati, jika salah injak kita bisa tenggelam kedalam tanah kurang lebih seleher orang dewasa (waduh, serreeemm !!!!). Saat menginjak tanah ini seakan kita menginjak agar-agar yang kenyal. Tanah Goyang ini masuk kedalam Desa Pudak Wetan dan tempatnya berada di tengah rindangnya hutan. Karena tempat ini berada di ketinggian tertinggi di Kecamatan Pudak, maka tempat ini  sering disebut dengan Kayangan. Kalau mau mencari inspirasi ataupun menenangkan diri (untuk para galauers) disini sangat direkomendasikan. Udaranya masih sangat sejuk dan alami.

Lama kami berada disni untuk berdansa diatas Tanah Goyang ini. Menikmati ciptaan Tuhan yang begitu indah. Rasa Syukur Alhamdulillah yang terucap atas anugerah yang Tuhan berikan.

Selesai dari Tanah Goyang ini, saatnya perjalanan pulang. Perjalanan pulang ini kami melewati jalur yang berbeda (bukan jalur berangkat), dan lagi-lagi kami disuguhi dengan jalan setapak yang menurun dan sedikit ekstrim. Sangat cocok untuk pecinta track yang suka dengan tantangan apalagi hutan yang rindang dan masih sangat alami selalu menemani sepanjang perjalanan. Kami juga harus melewati jembatan yang terbuat dai bambu yang kondisinya rusak dan licin, harus hati-hati saat melewatinya. Selesai menaklukkan rintangan ini saatnya mandi disungai. Tenang, sungai disini bersih lo, nggak kayak sungai-sungai dikota. Airnya sangat jernih dan berrr………….. Dingin kayak air es.

Mau tau seperti apa tempatnya? Ini video yang berhasil saya abadikan. (nasib cameramen adalah nggak bakal muncul di video). Foto-foto koleksi sudah hilang entah kemana dan foto diatas berasal dari FB seorang teman, foto yang masih tersisa.

Setelah selesai bersih-bersih (termasuk nyuci motor) kami pun pulang dengan rasa capek namun terobati dengan rasa senang. Perjuangan kesana sebanding dengan apa yang kita dapatkan. Pemandangan alam yang begitu menawan, asri, alami, dan segar. Dimana lagi sekarang kita bisa mendapatkan tempat seperti itu? Sebuah perjalanan untuk merasakan betapa indahnya ciptaan Tuhan dan betapa sayangnya Tuhan kepada kita.

Adakah tempat seperti ini di daerahmu?

 

You can leave a response, or trackback from your own site.

9 Responses to “PeNus#2: Asyiknya “Earth Dance” di Tanah Pudak”

  1. johantectona says:

    wweeeee ada juga ya tanah goyang ituuu?? ini nihh wajib dicoba :D

  2. ayu says:

    tanah goyang berarti tanahnya ajeb-ajeb ahahahha

  3. Aulia Pulungan says:

    Cocok buat bulan madu…

  4. sucilestari says:

    itu apakah sejenis lumpur hisap dri ?

  5. dodod says:

    widih… kok bisa begitu ya tananhnya… penasaran kok bisa gitu… googling ah..

  6. arisrizalgozali says:

    kenapa bisa goyang gitu ya ?asiik :)

  7. forex says:

    forex…

    PeNus#2: Asyiknya “Earth Dance” di Tanah Pudak : : Kolom Otak Andrey…

Leave a Reply

Before you post, please prove you are sentient.

What do bees make?