Kolom Otak Andrey

Sepintas Terlihat Jelas – Beswan Djarum 27

Teringat “Rumah” Itu

Ya…. memang begitu nampak nyata bayangan rumah yang dulu aku minati. Mungkin masih sampai hari ini, rumah itu tetap lekat dalam pikiranku, masih tersangkut dalam kolom-kolom otakku. Entah sampai kapan ia akan pergi meninggalkan kolom otakku, matikah yang ia tunggu? Tak tau juga tepatnya seperti apa. Memang rumah itu berada jauh disana, jauh diseberang, sebelah perbatasan provinsi sana. Rumahnya udah pindah, kayaknya sich kontraknya habis. hehehe……

Berharap rumah itu akan kembali lagi atau aku yang harus menghampiri. Rumah itu, bagaimana kondisi sekarang ini? Masihkah engkau tetap indah seperti dulu? Saat aku pertama kali melihat indahnya senyummu. Semoga saja majikanmu merawatmu, satpammu selalu menjagamu, dan herdermu selalu melindungimu dari maling-maling penipu. (Udah maling, penipu lagi….Parah……)………

Rumah itu, kayaknya tak cocok untukku. Jika aku memiliki rumah itu, mungkin ia bakalan terlantar tak terawat. Cuek, itu sudah jadi sifatku apalagi jika aku dipaksa romantis seperti majikanmu, akankah bisa? Lebih baik aku biarkan saja rumah itu dirawat oleh pemiliknya kini. Tak baik jika aku mengusik rumah itu. Nggak boleh main-main dengan bel rumah itu, nanti digigit low sama herdernya. hehehe…..

Isi kolom otak yang sedikit lusuh karena tak disetrika. Bahasa air dengan minyak yang bikin bingung. Semoga engkau tak bingung, biarkan aku saja yang bingung. hehehe…..

Selamat malam guys….

 

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Before you post, please prove you are sentient.

What is 4 multiplied by 9?