Kolom Otak Andrey

Sepintas Terlihat Jelas – Beswan Djarum 27

Category : Indonesiaku

Setelah dua Perjalanan Nusantara selesai, kali ini aku akan menceritakan perjalananku yang kulakukan beberapa bulan yang lalu. Niat awal sebenarnya hanya ingin mengunjungi saudara-saudaraku yang bisa dibilang kurang beruntung karena sudah lama tak pernah berkunjung kesana. Mereka tinggal di Dukuh Sidowayah yang masuk kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo.Tempat yang cukup jauh dari tempatku, setidaknya membutuhkan waktu 2-3 jam perjalanan dengan menggunakan sepeda motor. Sebagian besar penduduknya mengalami keterbelakangan mental, kalau bahasa kerennya itu Down Syndrome atau biasa disebut “Idiot”. Meski begitu kami tetap satu saudara keturunan nabi Adam bukan? So, sudah selayaknya kita turut memperhatikan mereka bukan justru mengucilkannya. Read More…

Tahun baru 2012……

Ya… Akhirnya aku masih diberi kesempatan oleh Tuhan untuk menghirup udara segar di 1 Januari 2012 ini dan semoga masih selalu diberi kesempatan untuk bisa terus mengucap syukur ditahun-tahun berikutnya. Amin.

Jadi gini (bicara ala Pandu), tahun baru ini aku punya agenda sama teman-teman seperjuangan semasa putih abu-abu dulu untuk plesiran ke Kecamatan Pudak. Letak kecamatan Pudak ini berada 37 km arah timur dari Kota Ponorogo (cukup jauh ya dari pusat Kota Ponorogo). Sebagai salah satu kecamatan yang letaknyadi ujung paling timur Kota Ponorogo, Kecamatan Pudak berbatasan langsung dengan Kabupaten Nganjuk dan Trenggalek. Dulunya sich Kecamatan Pudak ini masuk wilayah Kecamatan Sooko (tempat tinggalku), tapi berhubung wilayahnya yang luas sehingga dilakukan pemekaran wilayah dan jadilah Kecamatan Pudak. Read More…

Ngebel%2520Lake%2520Ponorogo%2520Wisata%2520Danau%25201 PeNus#1: Telaga Ngebel, Wisata Alami yang Penuh MisteriLama sudah nggak posting, ya maklumlah habis mudik dan jaringan internet belum masuk kampungku. Mau pake modem juga nggak bisa (sinyalnya terhalang sama gunung kali ya). Rumahku kan letaknya dilereng gunung gitu. Jadi baru sempat posting sekarang ini sebelum kembali disibukkan dengan tugas kuliah yang makin berat. Hehehe…

Oke, Langsung aja ya.

Lagi dan lagi, sebuah kesendirian tak akan menghalangiku untuk terus menyusuri setiap ujung wilayah nusantara ini. Meskipun sekarang ini baru bisa menyusuri wilayah Kota Ponorogo saja dan itupun belum semuanya tapi mudah-mudahan suatu saat nanti aku bisa keliling Indonesia untuk mengunjungi saudara-saudaraku nan jauh disana. Seorang dosen pernah bilang “Kunjungilah saudaramu yang jauh supaya mereka tidak minta merdeka”, ini selalu aku ingat dan sebagai dasar setiap perjalananku. Entah sekedar untuk berkunjung maupun berbagi. Read More…

Mitos: Legenda Golan Mirah

Ponorogo, merupakan kota yang masih syarat dengan hal-hal yang berbau mistis. Banyak hal-hal yang sulit dilogika dan itu masih dipercaya oleh masyarakat. Salah satu mitos yang ada adalah tentang desa Golan dan Desa Mirah di Kecamatan Sukorejo. Mitos itu terus berkembang dalam masyarakat sejak dahulu hingga sekarang. Diantara mitos tersebut adalah air dari desa Golan tidak mau bercampur dengan air dari Desa Mirah, orang akan mengalami kebingungan ketika membawa benda atau barang dari Golan ke Mirah dan sebaliknya. Adalagi orang Mirah tidak diperkenankan menanam kedelai, orang Golan dan Mirah jika bertemu ditempat orang hajatan dimana saja akan mengalami gangguan, tidak akan terjadi perkawinan antara orang Golan dan Mirah.

Itulah beberapa mitos yang berkembang dimasyarakat. Berkembangnya mitos tersebut tidak lepas dari cerita turun menurun yang diwariskan leluhur. Cerita tersebut terus berkembang dimasyarakat hingga sekarang. Berikut sedikit cerita Golan Mirah Read More…

Nilai-Nilai Luhur Dalam Reog

Reog Ponorogo Nilai Nilai Luhur Dalam ReogTentunya sudah banyak yang mengetahui tentang kesenian khas Ponorogo yaitu Reog Ponorogo. Tapi apakah ada yang tahu bahwa dibalik gemerlapnya Reog Ponorogo ini ternyata terkandung nilai-nilai luhur yang patut untuk di teladani? Setiap unsur dalam kesenian ini ternyata mengandung nilai dan makna masing-masing. Dari beberapa sumber yang aku baca, Reog dulunya juga sebagai media dakwah ajaran Islam di daerah Ponorogo. Terlepas dari salah dan benarnya sumber tersebut tapi nilai-nilai yang terkandung memang menunjukkan sifat-sifat manusia dan perjalanan hidup manusia di dunia. Tidak ada salahnya jika kita mempelajarinya sebagai bekal hidup kita di dunia. Berikut nilai-nilai yang tersembunyi dalam kesenian Reog Ponorogo: Read More…

Sejarah Reog Ponorogo

reogponorogo kids papertoy Sejarah Reog PonorogoPada dasarnya ada lima versi cerita populer yang berkembang di masyarakat tentang asal-usul Reog salah satu yang terkenal adalah cerita seorang puteri yang cantik jelita bernama Dewi Sanggalangit puteri raja yang terkenal di Kediri. Karena wajahnya yang cantik jelita dan sikapnya yang lemah lembut banyak para pangeran dan raja-raja yang ingin meminangnya untuk dijadikan sebagai istri. Namun sayang Dewi Sanggalangit belum berhasrat untuk berumah tangga. Sehingga membuat pusing kedua orang tuanya. Padahal kedua orang tuanya sudah sangat mendambakan hadirnya seorang cucu. Kemudian Dewi Sanggalangit menyetujui permintaan kedua orang tuanya dengan syarat kalau calon suaminya tersebut harus bisa memenuhi keinginannya. Tetapi dewi sanggalangit belum tahu keinginannya apa sehingga ia memutuskan untuk bersemedi meminta petunjuk. Read More…

Asal Usul Ponorogo

01 selamat datang ponorogo Asal Usul PonorogoPONOROGO………
Begitulah orang menyebut Kota dengan kesenian khasnya yaitu Reog. Tapi banyak juga yang saat mendengar kata Ponorogo belum mengetahuinya. Dimana itu? daerah mana? Beberapa pertanyaan yang biasanya muncul dari beberapa teman yang aku jumpai. Ponorogo memang memiliki sejarah yang cukup panjang dan mungkin jarang yang mengetahuinya, bahkan orang Ponorogo sendiri belum tentu tahu sejarah Kota Reog ini.

Sudah saatnya kita mengenal dan mengenalkan kepada orang lain tentang sejarah kota Ponorogo ini. Dengan mengenal lebih dalam tentang Ponorogo, diharapkan bisa menumbuhkan rasa cinta terhadap Ponorogo. Selain itu dengan belajar tentang sejarah Ponorogo bisa menghargai dan mentauladani perjuangan-perjuangan pendiri Ponorogo. Read More…

Caraku Bermalam Minggu

Malam minggu. Ya, malam ini memang malam minggu. Malamnya para remaja yang sedang dimabuk cinta (katanya sich), malam bagi mereka bagi yang punya pasangan (kecuali long distance). Saatnya buat mereka untuk apel kerumah doi, keluar jalan-jalan keliling kota, atau makan bareng dibawah lampu taman. Diiringi konser tunggal para pengumpul recehan kayaknya semakin menambah romantis. Meski nggak bisa dipungkiri, ada sebagian yang merasa terganggu.

Tapi beda denganku, kalau mereka pergi sama doi, aku hari ini pergi jalan-jalan sendirian. Menyusuri panasnya kota surabaya. Namanya jalan-jalan pastinya jalan kaki dong. Nggak tahu kenapa, aku emang hobi jalan kaki meski kadang juga milih naik taksi (read: angkot). Seberapapun jarak yang ditempuh, dan seberapapun letih yang dirasa, tapi itu membuat hatiku senang. Bisa menikmati suasana sepanjang perajalanan. Mwlihat rumah para kaum elit sampai kaum alit (read: kecil). Semua bisa dinikmati sepanjang jalan, bahkan kita bisa ikut merasakan apa yang mereka rasakan. Dan kalau kita bisa mengambil nilai didalamnya, itu akan menambah nilai sosial kita. Harapan buatku sendiri sich supaya aku tetap bersyukur atas apa yang aku punya sekarang. Karena diluar sana, masih banyak yang orang yang tak seberuntung kita. Read More…

Ibuku Kartiniku, Maafkan Anakmu

selamatharikartini2 Ibuku Kartiniku, Maafkan AnakmuHari ini untuk yang kesekian kalinya diperingati sebagai Hari Kartini. Hari Kartini sendiri mulai diperingati sejak Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964, yang menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan hari lahir Kartini, tanggal 21 April, untuk diperingati setiap tahun sebagai hari besar yang kemudian dikenal sebagai Hari Kartini. Raden Ajeng Kartini dilahirkan di Jepara pada tanggal 21 April 1879. Beliau adalah Putri dari seorang Bupati Jepara pada waktu itu, yaitu Raden Mas Adipati Sastrodiningrat. Dan merupakan cucu dari Bupati Demak, yaitu Tjondronegoro. Pada waktu itu kelahiran Raden Ajeng Kartini, nasib kaum wanita penuh dengan kegelapan, kehampaan, dari segala harapan, ketiadaan dalam segala perjuangan, dan tidak lebih dari perabot kaum laki-laki belaka, dan bertugas tidak lain dari yang telah ditentukan secara alamiah, yaitu mengurus dan mengatur rumah tangga saja, kaum wanita telah dirampas dan diinjak-injak harkat dan martabatnya sebagai manusia. Read More…

Gotong Royong: Apa Masih Ada?

gotong royong Gotong Royong: Apa Masih Ada?Gotong royong merupakan budaya warisan budi pekerti murni, yang tercermin dari sikap-sikap luhur bangsa kita dimana didalamnya kita diajarkan tetang indahnya kebersamaan manisnya keharmonisan dan legitnya musyawarah. Nilai-nilai agung itu kini seperti tergerus bersama edannya zaman, haruskah siklus sebuah masa harus membunuh karakter sejati bangsa kita dimana gotong royong telah menjadi corak bangsa ini. atau mungkin gotong royong telah mengalami sebuah peradaban pupus, mati, hilang, menjadi sejarah dan hanya mampu untuk kita kenang. Read More…