Kolom Otak Andrey

Sepintas Terlihat Jelas – Beswan Djarum 27

Category : Iseng Asyik

Teringat “Rumah” Itu

Ya…. memang begitu nampak nyata bayangan rumah yang dulu aku minati. Mungkin masih sampai hari ini, rumah itu tetap lekat dalam pikiranku, masih tersangkut dalam kolom-kolom otakku. Entah sampai kapan ia akan pergi meninggalkan kolom otakku, matikah yang ia tunggu? Tak tau juga tepatnya seperti apa. Memang rumah itu berada jauh disana, jauh diseberang, sebelah perbatasan provinsi sana. Rumahnya udah pindah, kayaknya sich kontraknya habis. hehehe……

Berharap rumah itu akan kembali lagi atau aku yang harus menghampiri. Rumah itu, bagaimana kondisi sekarang ini? Masihkah engkau tetap indah seperti dulu? Saat aku pertama kali melihat indahnya senyummu. Semoga saja majikanmu merawatmu, satpammu selalu menjagamu, dan herdermu selalu melindungimu dari maling-maling penipu. (Udah maling, penipu lagi….Parah……)……… Read More…

PeNus : Perjalanan Nusantara

blog competition 2012 PeNus : Perjalanan NusantaraBlog Competition Beswan Djarum 2012 sudah selesai, tinggal menunggu pengumuman aja nich. Setelah beberapa hari kemarin banyak yang posting Perjalanan Nusantaranya, hari ini yang posting sudah mulai sepi kembali.. Semoga semakin banyak yang aktif nge-Blog. Tidak hanya ada pas kompetisi aja, tapi bisa tiap hari posting. Entah mau cerita lagi apa, makan apa, dimana, sama siapa, bahkan cerita udah kentut berapa kali juga nggak masalah. (efek baca postingan Kentut itu = Sehat). Tulisan mau acak-acakan kek, mau morat-marit, mau tumpang tindih, atau guling-guling juga boleh. (guling-guling kaya gimana ya….). Kata Bang Dod, “aku ingin orang lain melihat apa yang aku lihat”, singkatnya gitu. Mau lebih jelasnya buka Blog sang Master ini. Read More…

Cara Nakal Naik Kereta

penataran Cara Nakal Naik KeretaPernah nggak ngarasain naik Kereta Api. Pernah nggak pas ngantri tiket kereta yang panjangnya ngalah-ngalahin ular tapi tiba giliran kamu tiketnya abis. Kesel banget kan tuch rasanya. Saya akan berbagi cerita saat saya kehabisan tiket dan pengalaman naik kereta.

Tapi untuk kali ini, aku akan berbagi pengalamanku naik kereta. Ini kejadian baru tadi sich pas aku mau balik ke Malang naik kereta Penataran dari stasiun Wonokromo Surabaya. Meskipun sudah beberapa kali naik kereta Surabaya – Malang dan sebaliknya dan cukup sering kehabisan tiket pas hari sabtu jadi muncul berbagai pikiran nakal dalam kolom otakku. Aku akan menceritakan dari pengalaman yang dulu dan terbaru tadi sore. Oke, langsung aja ya. Read More…

Sial… Baru nyadar kalau hari ini ternyata malam minggu. Tak ada aktivitas yang berarti yang bisa dilakukan selain berkencan dengan lepy ini. Ya.. hanya lepy ini yang menamaniku. Malam minggu ini nggak seperti malam minggu sebelumnya. Malam minngu ini aku sudah berada di Kota Malang yang hawanya cukup dingin.Kalau kemarin aku jalan-jalan keliling Surabaya, malam ini duduk diam didepan monitor aja.

Entah kenapa, malem minggu ini terasa begitu sunyi, sepi dan hening. Kupilih-pilih Mp3 dan ketemukan lagu yang cukup enak didengar.  Hello – Diantara Bintang menemaniku malam ini da sederet lagu lainnya. Menatap layar monitor yang penuh dengan deretan data di Excel. Hash, semua bikin pusing. Read More…

“Rumah”, Apa Kabar?

Setelah beberapa hari kemarin disibukkan dengan beberapa aktivitas, akhirnya kemarin hari jum’at punya waktu untuk balik lagi ke Surabaya. Rencananya adalah untuk mengambil beberapa barang yang masih tertinggal di kost sekalian menengok “Rumah”. Karena kemarin datangnya malam jadi aku putusin untuk tidur di kost, kebetulan masih ada teman yang disana.

Hari ini bangun pagi, meskipun tak sempat untuk sahur karena semalem begadang kejar setoran di Member Area, dengan semangat 45 aku ganti baju dan menuju ke bengkel untuk mengurus beberapa keperluan buat laporan Praktik Industri. Yang didapat tak hanya data yang aku cari tapi juga dikasih uang makan bulan kemarin, Alhamdulillah, benar-benar beruntung aku karena isi dompet tinggal 15rb doank. Read More…

Selamat Tinggal “Rumah”

Ya, memang inilah jalannya. Semua harus diterima dengan hati yang lapang. Setelah beberapa hari kemarin bingung dan galau mikirin “rumah”, sekarang semua udah jelas harus menuju jalan mana. Awalnya aku mengira akan dapat tuch rumah tapi ternyata perkiraanku salah. Nggak cuma itu, aku mengiranya juga bakal ada sebuah perasaan yang sama namun ternyata semua hanya mimpi. ya, memang cuma mimpi  dan waktunya untuk bangun.

Memang sudah waktunya aku untuk memikirkan hal lain. Nggak cuma mikirin rumah yang sudah jelas sudah ada pemiliknya. Aku mengira bakal bisa melihat tuch rumah malam ini tapi ternyata aku salah jalan. Nyasar, kemana-kemana sampai akhirnya balik lagi kerumah. Aku melihat rumah itu hanya sekali, untuk yang pertama dan terakhir kalinya kayaknya. Bakal nggak ada waktu lagi untuk melihat rumah indah itu. Setelah ini harus kembali ke kehidupan yang dulu dengan segala aktivitasnya. Read More…

Caraku Bermalam Minggu

Malam minggu. Ya, malam ini memang malam minggu. Malamnya para remaja yang sedang dimabuk cinta (katanya sich), malam bagi mereka bagi yang punya pasangan (kecuali long distance). Saatnya buat mereka untuk apel kerumah doi, keluar jalan-jalan keliling kota, atau makan bareng dibawah lampu taman. Diiringi konser tunggal para pengumpul recehan kayaknya semakin menambah romantis. Meski nggak bisa dipungkiri, ada sebagian yang merasa terganggu.

Tapi beda denganku, kalau mereka pergi sama doi, aku hari ini pergi jalan-jalan sendirian. Menyusuri panasnya kota surabaya. Namanya jalan-jalan pastinya jalan kaki dong. Nggak tahu kenapa, aku emang hobi jalan kaki meski kadang juga milih naik taksi (read: angkot). Seberapapun jarak yang ditempuh, dan seberapapun letih yang dirasa, tapi itu membuat hatiku senang. Bisa menikmati suasana sepanjang perajalanan. Mwlihat rumah para kaum elit sampai kaum alit (read: kecil). Semua bisa dinikmati sepanjang jalan, bahkan kita bisa ikut merasakan apa yang mereka rasakan. Dan kalau kita bisa mengambil nilai didalamnya, itu akan menambah nilai sosial kita. Harapan buatku sendiri sich supaya aku tetap bersyukur atas apa yang aku punya sekarang. Karena diluar sana, masih banyak yang orang yang tak seberuntung kita. Read More…

Masih tentang “Rumah”

Seperti tulisanku yang sebelumnya. Ini masih soal yang sama yaitu “Rumah”.  Rumah ini memang aneh. entah dia punya jimat apa, sampai-sampai sulit untuk melupakannya. Mencoba untuk melirik kerumah yang lain tapi tetap saja tak bisa. Apakah dihalamannya tertanam bunga Wijayakusuma, tapi bukankah bunga itu hanya miliknya Arjuna. Aneh memang rumah yang satu ini.

Meskipun didepan rumah sudah tertempel papan peringatan seperti kata Bang Dod (lihat coment pada postingan sebelumnya), tapi mau gimana lagi. Hanya bisa mundur pelan-pelan agar tak digigit. hehehe…..  Sudah terlanjur aku didepan pagar, tapi tak berani mengetuk pintu walaupun hanya untuk sekedar bertamu. Read More…

Ini Tentang “Rumah”

Terkadang kita sulit menerima sebuah kenyataan. Dimana kita bisa mengikhlaskan apa yang kita miliki dan apa yang tidak kita miliki. Aneh memang saat kita tidak bisa menerima dengan ikhlas apa yang tidak kita miliki dan itu dimiliki oleh orang lain. Contohnya saja adalah sebuah rumah. Saat kamu melihat rumah yang begitu indah dan cantik, kamu langsung jatuh hati padanya. Kamu ingin memilikinya. Kamu hanya bisa menatap rumah itu dari jauh dan sekali-sekali tersipu malu melihat rumah itu karena kamu merasa seakan-akan rumah itu menatap balik padamu. Berusaha mencari tahu, dan sambil bergumam dalam hati, “kira-kira rumah itu sudah ada yang memilikinya apa belum ya?”. Untuk mencari tahunya, kadang kamu juga akan minta bantuan sama mbah google karena kamu menganggap dia tahu segalanya termasuk informasi rumah yang kamu cari. Tanya pada tetangga sebelah atau mungkin saudara, kerabat, dan sanak keluarganya. Read More…

Puasaku Karena Tuhanku

Alhamdulillah…. Akhirnya aku dipertemukan kembali dengan Bulan suci Ramadhan. Bulan dimana setiap umat muslim InsyaAllah merindukannya dan menunggu datangnya bulan ini. Bulan Ramadhan merupakan bulan penuh ampunan dan penuh berkah. Tiba saatnya untuk umat muslim menjalakan rukun islam yang keempat yaitu Puasa. Bergbagai aktivitas yang bersifat keagamaan dilakukan dalam bulan ini. Puasa, Shalat Tarawih, Tadarus dan masih hal-hal lain yang dilakukan oleh kalangan umat muslim. Tidak heran jika akan muncul kiai-kiai karbitan dibulan Ramadhan ini. hehehe…. Bagaimana tidak, jika bulan Ramadhan gini bisa dipastikan masjid akan penuh bahkan sampai teras apalagi awal-awal bulan Ramadhan. Jika hari biasanya bisa dipastikan tidak akan seramai bulan Ramadhan. Setiap wanita menutup aurotnya tidak seperti biasanya. Semoga ini adalah bentuk lomba mencari Ridho Allah dan akan terus begini tidak hanya bulan Ramdhan saja. Semua dilakukan karena Allah bukan karena bulan Ramadhan. Amin.. Read More…