KCB : Rahasia Meningkatkan Daya Saing Indonesia di Perekonomian Dunia


menyatukan berbagai kepentingan...

menyatukan berbagai kepentingan...

Bicara tentang pembangunan di negeri Indonesia kita tercinta ini, ga bisa lepas dari istilah : “Pertumbuhan Ekonomi”. Selama ini pembangunan di Indonesia memakai istilah terminologi itu, yang bisa mendatangkan kesalahan cukup fatal. Ya,pertumbuhan ekonomi.

Pertumbuhan ekonomi yang selama ini terus didengungkan dalam pembangunan, sebenernya adalah pertumbuhan produksi, sedangkan perekonomian itu sendiri pada hakikatnya tidak berkembang. Nah, dengan memakai makna keharusan pertumbuhan produksi inilah yang menyebabkan sumber daya alam yang ada diatas bumi Indonesia dikuras habis-habisan.

Padahal jumlahnya kan terbatas…


Yang lebih parah juga, penyusutan sumber daya yang nggak terbatas itu nggak dimasukkan dalam perhitungan neraca pertumbuhan ekonomi. Selama ini aku belum pernah liat ada anggaran negara yang secara khusus menganggarkan tentang penyusutan itu, ya nggak?

Akhirnya, pertumbuhan produksi meningkat dengan mengeksploitasi habis-habisan sumber daya alam yang ada…, namun pertumbuhan ekonomi cenderung malah turun. Nah lo? Akibatnya yang terjadi adalah bahwa pembangunan berkelanjutan yang sekarang lagi ngetop dan terus dikoar-koarkan oleh pemerintah terjebak dalam jaringan nihilisme.

Nihilisme, keren ya istilahnya:)

Kesalahan utamanya adalah ada persepsi bahwa sumber daya alam dianggap sebagai sumber daya ekonomi yang siap buat diolah untuk memenuhi pertumbuhan ekonomi. Nilai-nilai lain yang berkaitan dengan sumber daya alam itu, kayak nilai sosial, nilai budaya, dan nilai kelestarian lingkungan diabaikan dan bahkan nggak diperhitungkan demi pembangunan!

OMG…

Logikanya nih…, kalo pemerintah mengumumkan pertumbuhan ekonomi surplus,-misalnya 8%, sebenernya pertumbuhan yang negatif tuh. Soalnya kerugian sosial budaya dan lingkungan ternyata SANGAT MAHAL dan tidak dimasukkan dalam cost ketika analisa ekonomi dilakukan.

Contoh konkritnya nih… Kalo ada pengembang mau membangun sebuah real estate di suatu daerah, pasti terjadi perubahan tata guna lahan. Akibatnya di daerah hilir banjir dan bahkan longsor juga makin meningkat. Emang sih…,pengembang ga bisa disalahkan 100% karena lahan yang diolah hanyalah lahan yang dimilikinya. Wilayah diluar itu udah nggak jadi daerah kekuasaannya.

Analisis yang selama ini dilakukan emang lebih berorientasi pada bisnis aja. Aspek-aspek lain yang dianggap ga komersil dihindari, termasuk aspek lingkungan. Gak hanya di bisnis properti aja, bisnis pertambangan juga dianggap mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Padahal jika kita lihat lebih jauh ke aspek lingkungan, pertumbuhan ekonomi itu NIHIL. Dengan kata lain, peningkatan pertumbuhan ekonomi yang berbasis Sumber Daya Alam (SDA) itu adalah KESALAHAN FATAL.

ubah mainset kita...

ubah mainset kita...

BASIS PERTUMBUHAN EKONOMI YANG SEHARUSNYA

adalah

KNOWLEDGE-CREATIVITY

Konsep yang bakal aku bicarain disini adalah pertumbuhan ekonomi yang berbasis ilmu pengetahuan dan kreativitas bangsa. Tidak seperti sumber daya alam yang akan habis, berkurang, atau mungkin akan rusak. Pengetahuan dan kreativitas justru sebaliknya, tidak akan habis, bahkan akan selalu bertambah. Tergantung gimana kita me-manage semua itu dan mengemasnya dalam suatu output yang “cantik”.

Knowledge-Creativity Based, disingkat KCB. Bukan “Ketika Cinta Bertasbih”,..Hehehe…

Why knowledge-creativity?

Begini…,

  • ilmu pengetahuan tuh kan ibarat pondasi buat manusia dalam melakukan sesuatu, termasuk dalam hal membangun bangsa dan negara. Sebagai pondasi, dia harus kuat terhadap “gempa dan goncangan”, heheu… Pada dasarnya, orang yang berilmu pasti lebih mampu dalam menghadapi dunia, karena dia punya dasar yang kuat, …Ya ga sih…
  • kreativitas tu ibarat sense of art dalam membangun sebuah rumah, kayak permodelan dan desainnya gitu deh… Kreativitas bikin orang lebih mampu menampilkan sesuatu dalam wujud yang lebih menarik. Dengan kreativitas, orang akan lebih mampu mengembangkan ilmu yang dia miliki, dan selalu punya cara untuk membangun diri dan bangsanya.

Dua basis ini sebenernya dimiliki oleh SEMUA ORANG. Hanya saja kita sendirilah yang kurang mengasahnya. Seandainya bangsa ini dibangun untuk cerdas dan kreatif (kayak kita-kita, Beswan Djarum, hehehe…), pasti ga sulit bagi kita mengalahkan bangsa Jepang atau Singapura yang gak punya SDA kayak negeri kita. Selama ini Indonesia hanya membangga-banggakan kekayaan negerinya, tanpa sadar bahwa kekayaan negeri ini bisa habis, apalagi kalo kita tidak cerdas dan kreatif dalam mengelolanya…

Betul ga?

Kesimpulannya, yuk kita ubah mainset kita dalam membangun negeri… Bukan dengan mengedepankan kekayaan alam kita, tapi dengan mengedepankan SUMBER DAYA MANUSIA INDONESIA. Dengan begitu, Knowledge-Creativity Based sangat tepat digunakan sebagai basis negeri kita dalam bersaing di perekonomian global.

TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK MAJU.

Jaya terus Indonesiaku!

Regards,

blub

Nisa' imut


  1. #1 by margareta on October 17, 2009 - 2:42 pm

    Halo Nisa! Tulisan yang menarik. Bahasanya mudah diikuti dan mengalir. Aku bole usul untuk judulnya? Gimana kalau nggak semua ‘rahasia’ dibongkar di judul? Sisakan penasaran untuk pembaca, di saat yang bersamaan, mendeskripsikan isi? Mungkin dengan menghilangkan bagian awal, sehingga cuma tersisa: Rahasia meningkatkan daya saing Indonesia adalah… Jadi yang belum tau konsep knowledge-creativity based ini tetap bakal dibawa untuk paham pada saat membaca tanpa bingung duluan dengan definisi KCB ini. :)

  2. #2 by nisa on October 18, 2009 - 4:42 pm

    makasih mbak margaret … ^^
    betul juga ya mbak,,judulku terlalu jelas,heheheu… ini sedang mikirin judul yang lebih kontroversial, tapi ternyata susah juga ya… T.T

    semangaaaaad….. ^^

  3. #3 by gekshintamas on November 1, 2009 - 3:50 am

    sebenernya km tuh ank pengairan atau ekonomi sie sist????
    pertumbuhan ekonomi juga taw,,,
    ck,,, ck,,,
    mantap !!!!!!!
    ga heran kenapa k kepilih jadi beswan???
    trus aku kenapa kepilih y???
    hahahahaha,,,,

  4. #4 by fafan on November 6, 2009 - 1:32 am

    permasalahannya cuma 1:
    pemerintah kita tidak peduli dg dunia pendidikan . (baca:titik) :D

  5. #5 by nisa on November 6, 2009 - 1:34 am

    @gekta :
    soalnya kalo kamu ga jadi beswan, sista-ku disana sapa? Haahahahahaaaa….
    Aku kan juga diajari ekonomi buat teknik sih Gek… ^^

  6. #6 by nisa on November 6, 2009 - 1:37 am

    @fafan :
    thanks udah mampir…
    betull…..,tunggu aku jadi presiden deh, hihihi… :D

    mungkin pendidikan dianggap sebagai sektor yg kurang memberikan andil dalam memperkaya isi kantong…, itulah kenapa akhirnya sumber daya alam yg jadi korbannya… ^^

(will not be published)

Before you post, please prove you are sentient.

what is 6 + 3?