Satu Teknologi untuk Berbagai Krisis di Indonesia : Teknologi Air (1)


water techno

water techno

Krisis di Indonesia yang berhubungan dengan sumber daya alam ini sudah sangat kompleks. Seperti krisis energi, krisis air bersih, krisis keamanan terhadap bencana, dan krisis-krisis lainnya. Padahal, ada satu elemen dari bumi ini yang sebenarnya bisa kita jadikan KUNCI untuk “mengendalikan” keberlangsungan ekosistem yang terdiri dari alam dan manusia.

AIR, adalah kuncinya.


Hmmm…,teman-teman mungkin masih bingung dengan maksud saya, hehe… Disini saya tidak bermaksud untuk menjadikan AIR sebagai salah satu solusi krisis finansial (hei, saya tidak menyebutkan krisis finansial dalam paragraf diatas lho, hoho…) alias mengkomersialisasikan air. Saya sangat tidak setuju dengan komersialisasi SDA, apalagi air kan salah satu elemen pokok yang menentukan kehidupan kita, right? Tanpa air kita bisa mati. Dan itu benar.

Kenapa saya berani bilang bahwa air akan menjadi KUNCI bagi krisis yang berhubungan dengan alam? Teknologi dengan AIR yang saya ungkapkan dalam artikel ini menitik beratkan pada sumber energi yang dapat diperbarui (renewed) dan optimalisasi kualitas lingkungan sekitar kita. Tentu saja diperuntukkan buat teman-teman yang memang peduli dengan masalah lingkungan, terutama di negeri Indonesia tercinta ini…

Yuk kita telaah satu-satu… :)

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

1. Teknologi Brown Energy untuk masalah krisis Bahan Bakar Minyak

Harga BBM naik. Harga sembako ikut naik. Rakyat menjerit. Mengapa selalu rakyat kecil yang menjadi korban? Kelangkaan BBM akibat krisis energi dunia telah membawa dampak buruk di segala aspek kehidupan. Apalagi yang berhubungan secara langsung dengan BBM ini, seperti supir angkot, teknisi, pengusaha kecil, pegawai dan karyawan, serta mahasiswa seperti kita.

Harga BBM naik seribu rupiah aja terasa begitu beraaaaaat…, sementara pemasukan gak ikut naik, hihihi…

Teman-teman, sadar ngga kalo selama ini kemajuan di bidang otomotif (bahkan sejak ratusan tahun yang lalu) nggak pernah menghasilkan produk kendaraan yang irit bahan bakar dan ramah lingkungan? Kalo pun ada, itu hanya bertahan sebentar, kemudian produk itu ditarik dari pasaran. Misalnya aja kayak seri Toyota Eco yang diproduksi oleh Jepang tahun 2002, per liter BBM bisa menempuh jarak 45 kilometer.

Bayangkan betapa iritnya!

Trus…,kenapa produk yang begitu hemat bahan bakar ini ditarik dari pasaran? Apa hal ini ada hubungannya dengan bayang-bayang para pengusaha yang selama ini menikmati keuntungan dari penggunaan bahan bakar yang boros?

Liat deh…,kemajuan di bidang otomotif yang ditawarkan hanya selalu berkenaan dengan fancy, trendy, safety, powerful, futuristics, acceleration…dan hal-hal yang berkaitan dengan model… Hampir tidak ada perusahaan otomotif yang menonjolkan produk irit BBM dan satu lagi : RAMAH LINGKUNGAN.

Hmm….,kalopun ada, paling-paling hanya mobil Hybrid Cell kayak yang dipunyai Leonardo De caprio atau Winona Ryder…,yang harganya jelas ga terjangkau oleh masyarakat kita,,hahaha… ;p

hybrid car

hybrid car

Padahal isu seputar kerusakan lingkungan, polusi, global warming, dan lain-lain lagi marak dibicarain. Tapi semua itu ternyata Cuma jadi wacana dan bahan konferensi aja. Realisasinya mendekati nol, dan masih perlu waktu lamaaa… Apakah semua itu mereka lakukan hanya untuk mengubah stigma masyarakat agar tidak mengecap mereka sebagai penyumbang polusi? Kenyataannya para kapitalis selama ini hanya berpikir tentang : memproduksi massal kendaraannya dan menawarkan produk-produk itu dengan begitu gencarnya. Mereka menjaga agar keadaan pasar minyak dunia tidak lesu, and then …uang akan mengalir masuk…

……………………………………

Seperti halnya saya yang sejak umur 8 tahun percaya bahwa AIR akan menjadi sumber perang dunia ketiga, Jules Verne juga percaya bahwa suatu saat nanti air akan menjadi bahan bakar dimasa depan. Dalam buku science fiction-nya “The Mysterious Island” tahun 1875 ia menuliskan :

“Water decomposed into its primitive elements, and decomposed doubtless by electricity, which will then have become a powerful and manageable force. Yes, my friends. I believe that water will one day be employed as afuel.”


Ternyata benar. Beberapa tahun setelah itu…,banyak sekali penemuan-penemuan oleh para ilmuwan-ilmuwan dunia tentang penggunaan air sebagai bahan bakar. Kalo pengen tau sejarah penemuannya, klik disini : Penemuan-penemuan seputar penggunaan air sebagai bahan bakar. Kalo linknya belum terbuka, berarti belum sempat saya post, hehe…

Sebuah majalah sains, Popular Science, pernah menuliskan di artikel mereka bahwa mereka telah menguji macam-macam teknik menghemat bahan bakar tanpa mendapatkan hasil yang bermanfaat. Hei…,mengapa mereka harus membohongi kita? Tahun lalu, teknologi ini menjadi perhatian seluruh masyarakat dunia, terutama yang menghemat bahan bakar., termasuk mahasiswa seperti saya,, hehehe… Berhubung saya kuliah di Teknik Pengairan yang mempelajari all about water, saya sangat-sangat corcern dengan masalah ini.

Beberapa bulan lalu, saya menemukan sebuah buku tentang Brown Energy karangan Poempinda dan Mustari. Keduanya adalah insinyur-insinyur hebat, Poempinda telah menyelesaikan studinya di University of Brisbol dan University of London, dan Mustari di Melbourne University. Mereka menuliskan buku tentang Brown Enerdy yang selama ini telah diujicoba oleh para ilmuwan dunia dengan sebuah misi mulia : agar siapapun dapat mengakses teknologi berbahan bakar air itu tanpa ada halangan. Sistem ini berbasis open source (terbuka untuk umum) dan tidak dapat lagi dipatenkan atau menjadi rahasia dagang. Artinya, setiap orang bisa mengembangkan dengan berbagai versinya, menjual, memproduksi, atau saling berhubungan satu sama lain secara bebas.

Intinya : para ilmuwan pecinta lingkungan ini tidak berkepentingan untuk nilai ekonomis, tapi lebih pada misi penyelamatan lingkungan.

Ayo kita DUKUUUUUUUUNG….!!!

Lanjut yuuuuk…, informasi ini ada yang kubaca dari berbagai sumber, tapi saya lupa darimana aja,,hiks… (maaf ya buat sumber-sumber gambar yang udah ku save, abiz gambarnya keren sih…) :)

…………………………………………………………………………..

Brown Energy ini sangat penting dan besar manfaatnya bagi bangsa kita. Bayangkan jika banyak masyarakat yang menerapkan teknologi ini… (yang sebenarnya cukup sederhana tapi efektif), pasti permasalahan krisis energi dan kelangkaan BBM di negeri kita akan terminimalisir.

Yaitu dengan Elektrolisa Air. Elektroliser adalah salah satu alat “bebas energi” yang paling praktis dan revolusioner, ditandai dengan kesederhanaan dan keefektifannya. Sebenernya teknologi ini bukan barang baru, alias udah tua banget (sejak 1884!), so jangan cari siapa penemunya karena teknologi ini sudah jadi milik publik.

Tentang teknologi Brown Energy (bukan Brown Sugar yang penyanyi itu, hihihi), teman-teman bisa browsing di Google atau search engine lain, referensinya cukup banyak kok… :)


Teknologi “Brown Energy ” ini sangat sederhana, yaitu dengan menggunakan battery mobil, kita lakukan elektrolisa Air H2O yang dicampur dengan Soda Kue atau Kalium Hidroksida (KOH) guna memperlancar proses itu. Hasilnya adalah gas Hidrogen-Hidrogen-Oxygen (HHO) . Has HHO ini kita campur dengan udara untuk dimasukkan ke Piston pembakaran mesin melalui Saringan Udara Karburator.

Hasilnya, mesin mobil bensin maupun mobil diesel bekerja lebih efisien dan bertenaga lebih kuat dibandingkan tanpa campuran gas HHO tersebut. Keuntungan lainnya lagi, hasil pembakaran gas HHO ini lebih ramah lingkungan dari pada aslinya, serta lebih sedikit kerak karbon yang menempel di piston mesin mobil. Efisiensi yang diperoleh bisa mencapai 59%.

Kalo ini diterapkan diseluruh Indonesia, kita bisa menghemat konsumsi BBM sampai 59%, sehingga memungkinkan Indonesia tidak lagi mengimport BBM. Jadi kita dapat membuat harga BBM tidak lagi terpengaruh oleh fluktuasi harga BBM Luar Negeri yang sampai dengan hari ini sudah mencapai harga US$140/barrel.

Keren yaaaa.., ternyata air bisa jadi alternatif bahan bakar yang super hemat dan RAMAH LINGKUNGAN…. :)

Apakah hati teman-teman akan tergerak dan menggunakan teknologi ini agar kendaraan yang kita punya tidak akan mengotori udara? Jawabannya, tanyakan pada diri masing-masing, heheheu…

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

2. Teknologi Mikrohidro untuk masalah Krisis Listrik

Teman-teman pasti udah nggak asing lagi dengan kata “mikrohidro”. Ya, ini memang bukan teknologi baru, tapi yang menerapkan teknologi ini juga masih relatif sedikit. Sayang sekali kan? Padahal dengan teknologi mikrohidro ini, banyak sekali lho manfaat yang bisa kita peroleh…

microhydro

microhydro

Microhidro adalah pembangkit listrik mini dengan mengunakan energi air. Kondisi air yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber penghasil listrik adalah yang memiliki kapasitas aliran dan ketinggian tertentu. Makin besar kapasitas aliran dan ketinggiannya, maka makin besar energi yang bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik. :)

Mikrohidro dibangun berdasarkan fakta di lapangan, bahwa air mengalir di suatu daerah dengan kapasitas dan ketinggian yang memadai. Istilah kapasitas tuh mengacu pada jumlah volume aliran air persatuan waktu (flow capacity), sedangan beda ketinggian daerah aliran sampai ke instalasi dikenal dengan istilah head.

Yaeh…,itulah kenapa dosen PLTA-ku selalu bilang :”inti utama PLTA itu adalah di ‘H’-nya!” Ini bikin saya sempet bingung karena PLTA tu ga ada huruf H-nya,hihihi…

Mikrohidro juga dikenal sebagai white resources atau “energi putih”. Disebut kayak gitu karena instalasi pembangkit listrik ini menggunakan sumber daya yang telah disediakan oleh alam dan RAMAH LINGKUNGAN. Kenyataannya, alam memiliki air terjun atau jenis lainnya yang menjadi tempat air mengalir. Dengan teknologi ini, maka energi aliran air beserta energi perbedaan ketinggiannya dengan daerah tertentu bisa diubah menjadi energi listrik,

Seperti dikatakan di atas, mikrohidro hanyalah sebuah istilah. Mikro artinya kecil sedangkan hidro artinya air. Dalam prakteknya, istilah ini bukan sesuatu yang baku. Tapi, bisa dibayangkan kalo mikrohidro pasti mengunakan air sebagai sumber energinya kan?

Trus, apa bedanya mikrohidro dan minihidro?

Yang membedakan antara istilah Mikrohidro dengan Miniihidro tuh… adalah output daya yang dihasilkannya. Mikrohidro menghasilkan daya lebih rendah dari 100 W, sedangkan untuk minihidro daya keluarannya berkisar antara 100 sampai 5000 W.


Secara teknis, Mikrohidro memiliki tiga komponen utama yaitu air (sumber energi), turbin dan generator.

  • Air yang mengalir dengan kapasitas dan ketinggian tertentu di salurkan menuju rumah instalasi (rumah turbin).
  • Di rumah turbin, instalasi air ituakan “menumbuk” (atau apa ya istilah yang lebih sip..?) turbin, dalam hal ini turbin dipastikan akan menerima energi air tersebut dan mengubahnya menjadi energi mekanik, yaitu berputamya poros turbin.
  • Poros yang berputar tersebut kemudian ditransmisikan (baca: dihubungkan) ke generator dengan mengunakan kopling. Dari generator akan dihasilkan energi listrik yang akan masuk ke sistem kontrol arus listrik sebelum dialirkan ke rumah-rumah atau keperluan lainnya (beban).

Yap….,begitulah secara ringkas proses Mikrohidro, merubah energi aliran dan ketinggian air menjadi energi listrik. :)

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

3. Teknologi Filtrasi Air untuk Krisis Air Bersih

Miris banget rasanya kalo lihat berita di TV tentang kesulitan para penduduk di daerah untuk mendapatkan air bersih. Mereka harus berjalan berkilo-kilo untuk mendapatkan satu jerigen air yang digunakan untuk masak dan minum. Kita mungkin tidak mengalami hal itu karena memperoleh satu galon Aqua sangat mudah, dan PDAM dirumah kita mungkin masih relatif lancar. Tapi bagaiman dengan berpuluh-puluh persen penduduk negeri ini?

cari air

cari air

Sebenarnya bila seluruh masyarakat tahu cara-cara menjernihkan air (mungkin masih sebatas kualitas visual saja, yang bisa digunakan untuk cuci dan mandi, tapi harus dimasak dulu sebelum diminum!)…

….mungkin tidak ada lagi cerita “…terkena diare karena menggunakan air sungai untuk minum…”

Tahun lalu saya dan beberapa senior sempat mendapatkan proyek membuat alat filtrasi yang murah, mudah, dan movable (mudah dipindah-pindahkan, karena ini proyek untuk daerah bencana). Dan….tarraaaaaaaaa………. hasilnya adalah sebuah alat mungil yang menghasilkan air jernih dan sekarang terpajang di lab. Sayangnya dokumentasi lengkapnya dibawa seniorku, hufufufuu…. :(

Aku cuma nyimpen ini…

filtrasi mini

filtrasi mini

Sangat mudah dan murah, teman-teman mungkin bisa mencari contoh-contohnya di internet dan memodifikasi sendiri. Bisa dipakai sendiri dirumah, dijual, atau disumbangkan ke daerah yang membutuhkan (…itu kalo teman-teman punya jiwa sosial yang tinggi, heheheu… )

Banyak model alat filtrasi mini (untuk rumah tangga sih…) yang udah pernah kucoba, dan berikut ini adalah salah satunya.

Check it out!

Keuntungan dari pernjernih air sederhana ini adalah, kita bisa memakai air sawah, air payau maupun air sungai yang keruh. Tapi ingat yaaaa…., ini adalah cara darurat dalam mendapatkan air bersih. Untuk keperluan air minum, teman-teman harus memasak dulu air yang sudah dijernihkan ini sampai mendidih. Selain itu, bahan untuk penjernihan air harus sering diganti, karena kotoran yang mengendap akan semakin tebal dan efektivitas penjernihan air akan semakin berkurang.

Pembuatan

  • Sediakan sebuah bak atau kolam dengan kedalaman 1 meter sebagai bak penampungan.
  • Buat bak penyaringan dari drum bekas. Beri kran pada ketinggian 5 cm dari dasar bak. Isi dengan ijuk, pasir, ijuk tebal, pasir halus, arang tempurung kelapa, baru kerikil, dan batu-batu dengan garis tengah 2-3 cm

Penggunaan

  • Air sungai atau telaga dialirkan ke dalam bak penampungan, yang sebelumnya pada pintu masuk air diberi kawat kasa untuk menyaring kotoran.
  • Setelah bak pengendapan penuh air, lubang untuk mengalirkan air dibuka ke bak penyaringan air.
  • Kemudian kran yang terletak di bawah bak dibuka, selanjutnya beberapa menit kemudian air akan ke luar. Mula-mula air agak keruh, tetapi setelah beberapa waktu berselang air akan jernih. Agar air yang keluar tetap jernih, kran harus dibuka dengan aliran yang kecil.

Pemeliharaan

  • Ijuk dicuci bersih kemudian dipanaskan di matahari sampai kering
  • Pasir halus dicuci dengan air bersih di dalam ember, diaduk sehingga kotoran dapat dikeluarkan, kemudian dijemur sampai kering.
  • Batu kerikil diperoleh dari sisa ayakan pasir halus, kemudian dicuci bersih dan dijemur sampai kering.
  • Batu yang dibersihkan sampai bersih betul dari kotoran atau tanah yang melekat, kemudian dijemur.

Gampang kan? Kenapa tidak segera dicoba?

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

Untuk posting kali ini, kita bahas tiga TEKNOLOGI AIR dulu ya…, kita lanjutkan lagi di teknologi-teknologi berikutnya. Nanti teman-teman akan membuktikan sendiri deh…, dan percaya sama saya kalo AIR memang bisa menjadi sumber masalah, tapi juga menjadi KUNCI dalam permasalahan-permasalahan yang dihadapi manusia.

Ini semua tergantung kita sendiri, memilih untuk bersahabat dengan alam, atau memusuhinya, right?

Menuju Indonesia yang lebih baik, yuk jadi Beswan Djarum yang cinta lingkungan ^^

Regards,

serius mikir...

serius mikir...

, ,

  1. #1 by Sujatmiko WD on February 23, 2010 - 11:17 pm

    Keliatannya anda mempunyai ketertarikan tentang “blue/green/brown/white energy” atau apalah namanya. Sementara saya sedang membantu temen2 di Maluku Utara untuk mengembangkan mikrohidro tenaga air, dalam konteks realisasi. Kebanyakan permasalahan mereka adalah kesulitan tentang tekhnologi yang tepat dan aksesibilitas ke dunia maya yang terbatas. jadi Mohon bantuan info2 terkait. terima kasih.

  2. #2 by rizkanovembrianto on May 9, 2010 - 12:05 am

    banyak juga y yg diungkapkn…lebih k arah kehebatan air.bgmn kualitas air jika berada d daerah kualitas udara yg buruk? inilah problem lingkungan saat ini khususnya kota besar.–nisa sedang berpikir–hehe

    ok thx infonya ttg mikrohydro..

(will not be published)

Before you post, please prove you are sentient.

What is 3 times 2?