Archive for category Lifelike

Kebiasaan-kebiasaan Saya yang Kadang Dianggap Aneh (Part 1)

  • Saat beli bensin di pom, setelah membayar dan bensin diisikan ke dalam tangki, saya selalu memajukan motor 2 meter ke depan sebelum menutup jok. Bukan apa-apa sih, saya hanya sebel kalo orang antrean di depan saya kelamaan nutup jok setelah selesai mengisi bensin, dan saya tidak mau menjadi orang seperti itu. Tapi kalo dipikir-pikir, jika semua orang melakukan hal yang sama, pasti antrean BBM di pom bensin akan lebih lancar ya ^^

antreeeeee...

Read the rest of this entry »

4 Comments

Jangan Panggil Saya “Ukhti”

PROLOG

just call me Nisa :)

just call me Nisa :)

Sungguh, jangan panggil saya “ukhti” atau memberi saya sebutan “akhwat”. Walau saya mengerti bahwa itu hanyalah kata bahasa arab biasa, yang berarti wanita atau pria. Tapi kini panggilan itu mengalami generalisasi makna menjadi aktivis dakwah. Ah, terlalu berat sebutan itu untuk saya sandang. Saya merasa masih terlalu hijau, merasa belum melakukan apa-apa, dan masih banyak dosa.Belum terlalu pantas untuk dicontoh. Ah, dakwah. Kata yang begitu indah. Begitu luas. Begitu suci.

Bukankah dakwah tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas pengajian, keputrian, dan hal-hal lain sejenis itu yang hanya melibatkan sekelompok /komunitas tertentu yang menganggap dirinya eksklusif dan paling benar?

Read the rest of this entry »

,

8 Comments

Tiga Harapan orangtua kepada anak perempuannya…

Hari ini aku banyak mendapatkan nasehat dari dosenku yang dulu menjadi pembimbing akademik dan skripsiku, dosen senior di jurusanku yang paling kuidolakan. Bapak Dwi Priyantoro, idola dari dosen-dosen idola, hehe… Beliau tidak hanya membimbing akademik saja, tapi juga mengajari banyak hal seperti pengembangan karakter dan persiapan di dunia kerja. Sebenarnya aku berkali-kali kena tegur beliau, kena marah pun pernah.

Tapi itu tidak seberapa dibandingkan dengan pelajaran yang banyak kudapatkan dari beliau. Tanpa semua itu, mungkin aku tidak akan menjadi Annisak Laila Rakhmawati yang sekarang. :)

Dan hari ini, saat sharing seputar dunia kerja, prospek program S2 yang menjanjikan, dan juga benturan pendapat antara cita-citaku dengan keinginan orangtuaku, Pak Dwi menambahkan beberapa nasehat tentang hubungan orangtua dengan anak perempuannya (beliau memiliki dua anak perempuan yang telah menikah), yaitu tentang TIGA HAL YANG DIHARAPKAN ORANG TUA KEPADA ANAK PEREMPUANNYA…

1. SAAT SEKOLAH, TIDAK MENGECEWAKAN

rajin belajar dong! ^^

— sekolah disini berlaku untuk semua tingkatan, dari sekolah dasar hingga kuliah. Tidak mengecewakan, dalam arti kita harus mengusahakan yang terbaik untuk pendidikan kita, masa depan kita. Siapa orangtua yang tidak bahagia apabila nilai dan prestasi anaknya selama sekolah cukup memuaskan? :)

2. SAAT LULUS, MEMBANGGAKAN

wisuda! ^^

—sederhana bukan? Kita lulus tepat waktu, dengan predikat yang bagus. Dan selanjutnya kita mencari masa depan yang baik, bekerja di tempat yang kita senangi, yang direstui oleh beliau, membuat beliau bangga dengan apa yang kita capai. Untuk hal ini memang dibutuhkan pengorbanan, tapi dengan komunikasi yang baik, semua benturan yang terjadi pada masa ini akan teratasi dengan baik, TRUST ME :)

3. SAAT MENIKAH, TIDAK MEMALUKAN

bahagianya... :)

— betapa bahagianya orangtua kita, saat menikahkan kita dengan begitu sakral dan terhormat. Bukankah pernikahan adalah sesuatu yang begitu suci? Inilah hal terakhir yang diharapkan dari orangtua kita, melepaskan kita kedalam kehidupan baru dengan proses yang suci, pernikahan yang terhormat. Bukan hal yang sulit kan, lagipula ini untuk kebaikan kita sendiri… :)

Read the rest of this entry »

4 Comments

Generasi Indonesia dan Dahaga Nasionalisme

Sumpah Pemuda 1928

Sumpah Pemuda 1928

Ternyata tidak semua orang ingat bahwa kemarin adalah Hari Sumpah Pemuda, memperingati 81 tahun yang lalu saat pamuda-pemuda dari seluruh negeri berkumpul dan menyuarakan kebulatan tekad para pemuda untuk mempersatukan pemuda Indonesia dibawah tiga aspek : tanah air, bangsa, dan bahasa.

Secara hafriah, kata “memperingati” berasal dari kata dasar “ingat”, artinya membuka kembali memori pada masa lalu yang telah tersimpan dalam sejarah dan ingatan. Tapi ternyata, hanya sekedar mengingat saja tidak bisa kita lakukan, apalagi merenungi dan menangkap esensinya?

…klik disini untuk lanjut…

, ,

9 Comments

Poligami (2) : “Benarkah poligami saat ini meningkatkan kedudukan perempuan?”

aksi tolak poligami di perspektif.net

aksi tolak poligami di perspektif.net

Kembali lagi bahas tentang headline kedatangan Klub Poligami di Indonesia.

Aku browsing tentang informasi ini dibantu Mas Google, hehe… Ini salah satu infonya…

Ø Detik.yogyakarta.net

Peluncuran klub poligami asal Malaysia, Poligami Ikhwan langsung mendapat respons negatif. LBH Apik menyatakan menolak adanya klub yang di Malaysia memiliki 300 anggota itu.

“Kami mengecam acara launching klub poligami yang telah diadakan di Bandung dan menolak pendirian klub poligami Global Ikhwan cabang Indonesia,” kata Staf Divisi Pelayanan Hukum LBH Apik Abdul Hamim Jauzie dalam rilis kepada detikcom, Senin (19/10/2009).

Abdul mengatakan, berdasarkan pengaduan yang diterima LBH Apik selama ini, praktek poligami dinilai menimbulkan tekanan psikis, penganiayaan fisik, dan penelantaran baik istri maupun anak. Selain itu, poligami juga merupakan bentuk diskriminasi terhadap perempuan seperti dalam UU No 7/1984 tentang Ratifikasi CEDAW (The Convention on The Elimination of Discrimination Againts Women).

Biar lebih jelas juga, aku scan artikel di Harian Surya, hari ini 20 Oktober 2009…

…klik disini untuk lanjut..

, ,

3 Comments

Poligami (1) : Kontroversi pernyataan “Poligami itu Sunnah”

headline hari ini

headline hari ini

Pagi ini merasa terusik dengan headline sebuah surat kabar berjudul : Ibu-ibu Deklarasi Klub Poligami”.

What???

POLIGAMI?

Dengan memajang gambar seorang suami dengan tiga istri dengan 12 anaknya (mungkin lebih) yang bergandengan tangan menuh-menuhin jalanan, dengan ekspresi berlebihan yang (seolah-olah?) bahagia…

Poligami selalu jadi perdebatan seru, apalagi kalo perdebatan itu dilakukan multigender..,hahaha… secara laki-laki seneng banget bersikap seperti menyetujui poligami, tapi kalo ibunya atau adiknya atau kakaknya dipoligami dia bisa jadi orang pertama yang gak setuju…

…klik disini untuk lanjut..

, ,

11 Comments

Keseimbangan Alam dalam Filosofi Air, Tai-chi, dan Sembahyang…

Esensi kompleks, …yang dihasilkan dari ajaran hidup sesuai dengan hukum alam merupakan kebenaran yang mendalam dari semua agama. Gimanapun juga, esensi ini sangat ditekankan untuk semua ajaran religius. Esensi yang kompleks yang dihasilkan dari ajaran hidup yang sesuai dengan hukum alam juga menjadi tujuan dari segala ilmu.

Ajaran ini kayak kunci master (guru) yang dapat membuka semua pintu yang membimbing kita ke arah kebenaran utama dalam tingkat emosi, juga tidak terkunci pada tingkat pikiran sehingga tidak membuat kita tidak skeptis (tau skeptis kan? Hehe…)

semesta...

semesta...

Apalagi perkembangan hidup modern sekarang ni sangat pesat di berbagai bidang, ditambah dengan penemuan-penemuan modern yang nggak diragukan lagi mempunyai manfaat besar bagi semua orang. Tapi sayangnya, kehidupan psikologis dan perkembangan kepribadian manusia tu belum setaraf dengan perkembangan teknologi modern.

……………………………

……………………………

  • Kayak di Barat misalnya, agama dominan dalam banyak aspek kehidupan, dengan akibat positif dan negatifnya. Agama sebagai pengatur psikologis menawarkan kekuatan psikologis bagi seseorang dan membuat manusia bisa menghadapi problem sehari-hari. Akan tetapi ketika ilmu pengetahuan mulai berkembang pengatur psikologis ini mulai melemah sebagai hasil dari perkembangan intelektualitas. Sehingga akibatnya kehidupan psikologis jadi nggak terlindungi. Dan akhirnya, kebingungan mulai muncul dalam berbagai bentuk.
  • Lain halnya dengan dunia Timur, agama sebagai pengatur psikologis yang menjadi pegangan dasar dalam menjalankan kehidupan tetap dipertahankan walaupun penemuan-penemuan teknologi modern mulai berkembang dan semakin canggih, tidak banyak mempengaruhinya dalam menjalankan ritual keagamaan sehari-hari, dengan demikian psikologi dapat terlindungi sehingga ketentraman jiwa tetap terkontrol.

…klik disini..

,

4 Comments

Kalo Semua Blog Anak Indonesia Masang Widget itu…

Sore-sore ga ada kerjaan, surfing di internet buat liat-liat tempat wisata dalam negeri. Hummm, ketemu sama web wisata di Jogja. Keren juga web ini, lengkap dengan kuliner dan paket hemat objek-objeknya. Tapi bukan itu yang pengen kucritain disini…

Hehehe…

Ada bonus t-shirt Jogja buat pengunjung web itu.

Pikiranku langsung balik ke masa-masa kaos Dagadu Djogja dan Jogja Dadung pertama kali booming waktu aku masih SMP dulu. Gambarnya lucu-lucu dan tulisannya kreatif banget. Aku yang tinggal di Pacitan aja berlomba ngumpulin T-shirt lucu-lucu itu dengan teman-temanku yang nyaris semuanya berkaos dengan label : Dagadu Djogja.

Seperti halnya kaos Djoger Bali, kaos ini punya prestige tersendiri buat warga Jogja. Apalagi kalo orang dari luar daerah yang memakainya. Seperti promo wisata gratis, heheu…

cover page-nya keren euy...

cover page-nya keren euy... ^^

Balik lagi ke web wisata diatas…

Hal yang nyuri perhatian aku adalah syarat buat dapetin kaos itu. Yaitu, pengunjung wajib menambahkan widget wisata Jogja kedalam blognya. Widget itu akan nampilin foto tempat-tempat wisata di Jogja yang akan berubah tiap detik. Fotonya juga keren-keren euy…

Dan aku pun ngikut, hehe…

Tampillah widget itu di blogku… Bagus juga :)

…klik untuk lanjutin..

,

4 Comments

Seandainya Indonesia dijajah Belanda Lagi…

Kuliah Manajemen Konstruksi hari itu cukup seru. Dosenku ngasih bahasan tentang trik-trik licik yang dilakukan di dunia konstruksi (baca: konsultan proyek dan kontraktornya…)

bangunan air

bangunan air

“Jadi, angka keamanan harus ditambah cukup banyak karena nantinya apa yang dikerjakan kontraktor tidak akan sama dengan spesifikasi teknis yang diberikan oleh konsultan…,akan ada pengurangan volume disana-sini…”

Cukup mencengangkan ternyata. Aku jadi kepikiran… Moral menjadi modal utama dalam memasuki dunia itu. Godaannya banyak banget, kontraktor tidak akan untung kalo ga mengambil “bagian” dari bahan dan konstruksinya…


Hmmm, mungkin ini juga yang menyebabkan dunia per-konstruksian di negara kita jadi mengkhawatirkan. Dedikasi para pembangun fisik negeri ini ternyata diracuni oleh moral bangsa yang masih lemah. Idealisme terhadap MUTU bangunan masih relatif kecil, dan mereka cukup permisif terhadap kecilnya faktor keamanan akibat korupsi bahan-bahan konstruksi yang digunakan…

…klik disini untuk lanjut…

, , ,

4 Comments

Dugem di Malang : Benarkah Sekedar Hiburan?

Artikel ini ku buat 2,5 tahun lalu semasa masih menjadi wartawan di sebuah LPM di kampusku. Bahasan yang diangkat adalah seputar DUGEM di Malang, tapi kok kebetulan nih yang kutemui tuh orang-orang dari sisi negatifnya… jadi jangan protes ma hasilnya ya, ini hasil wawancara asli sih, tanpa rekayasa. Kalo ada yang ga bener, anggaplah si narasumber yang salah, hehe… Secara aku kan ga pernah dugem-dugeman gitu,jadi kutulis apa adanya deh…. ^^

suasana Hugos

suasana Hugo's

Istilah “dugem” sudah tidak asing lagi di telinga kita. Dunia malam yang menjanjikan hiburan, pelepas stress, bahkan ajang gaul yang selalu dikaitkan dengan alkohol, drugs dan free sex. Dari definisinya, telah jelas bahwa dugem memiliki segi negatif yang lebih banyak dibandingkan segi positifnya. Kacamata umum memandang segi positif dari dugem adalah nol, alias tidak ada sama sekali.

…klik disini untuk lanjut..

3 Comments