Posts Tagged kehidupan

Jangan Panggil Saya “Ukhti”

PROLOG

just call me Nisa :)

just call me Nisa :)

Sungguh, jangan panggil saya “ukhti” atau memberi saya sebutan “akhwat”. Walau saya mengerti bahwa itu hanyalah kata bahasa arab biasa, yang berarti wanita atau pria. Tapi kini panggilan itu mengalami generalisasi makna menjadi aktivis dakwah. Ah, terlalu berat sebutan itu untuk saya sandang. Saya merasa masih terlalu hijau, merasa belum melakukan apa-apa, dan masih banyak dosa.Belum terlalu pantas untuk dicontoh. Ah, dakwah. Kata yang begitu indah. Begitu luas. Begitu suci.

Bukankah dakwah tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas pengajian, keputrian, dan hal-hal lain sejenis itu yang hanya melibatkan sekelompok /komunitas tertentu yang menganggap dirinya eksklusif dan paling benar?

Read the rest of this entry »

,

8 Comments

Poligami (3) : “Koalisi Laki-laki Menolak Poligami, Siapa Hendak Turut…?”

no poligami

no poligami

Lagi-lagi hari ini dikejutkan (dalam arti positif) oleh berita seputar poligami. Yup, udah berdiri sebuah klub yang menamakan dirinya “KOLMI”, Koalisi Laki-laki Menolak Poligami. Klub ini dibentuk sebagai reaksi atas berdirinya Klub Poligami di Bandung beberapa waktu yang lalu. Untuk lebih lanjut artikel saya seputar Klub Poligami, klik disini : Poligami (1) dan Poligami (2).

Kelompok laki-laki yang menolak poligami itu merasa bahwa berdirinya Klub Poligami sebagai bentuk bentuk perendahan diri martabat laki-laki. Yups, selama ini laki-laki memiliki lebih dari satu istri dengan alasan yang paling nge-trend : “menghindari zina”.

“Perendahan martabat laki-laki itu ditujukan dengan anggapan bahwa laki-laki sebagai manusia agresif, menang sendiri, serakah, tidak pernah puas dengan satu perempuan, dan tidak setia. Selama ini banyak terbukti bahwa laki-laki yang berpoligami adalah laki-laki yang tidak punya hati, liar, dan suka berselingkuh. Yang lebih parah lagi, akibat praktek poligami itu kaum laki-laki dianggap sebagai manusia yang tidak bisa mengatur nafsunya.” ..klik untuk lanjut…

, ,

18 Comments

Daya Saing Bangsa : 3 Artikel untuk Kompetisi Blog BeswanDjarum

Artikel-artikel yang diikutsertakan dalam Blog Competition Beswan Djarum 2009 :

1. Webio, Inovasi untuk Bumi Indonesia yang Lebih Sehat

Artikel ini menjelaskan tentang pentingnya pengelolaan sumber daya alam yang tepat dan partisipatif untuk membantu meningkatkan potensi masyarakat Indonesia untuk dapat bersaing di percaturan dunia. Bagaimana Indonesia bisa maju kalau dihambat dengan “banjir and the gank“? Hehehe… So, penting banget untuk mengatasi problema-problema lingkungan yang menghambat itu, langsung ke akarnya…  Bangsa yang baik hati dan tidak sombong adalah bangsa yang bersahabat dengan lingkungan kan? Dengan “dukungan” dari alam, we will ready to face a better Indonesia… :)

2. KCB: Rahasia Meningkatkan Daya Saing Indonesia di Perekonomian Dunia

Artikel ini mengungkapkan kesalahan fatal yang terus berlanjut di semua orde pemerintahan : menjadikan sumber daya alam sebagai sumber daya ekonomi yang bisa dieksploitasi untuk memenuhi pertumbuhan ekonomi. Konsep ini menjadikan pertumbuhan ekonomi yang sesungguhnya adalah nol, karena SDA yang tereksploitasi itu tak ternilai harganya dan tak bisa dihitung dengan neraca pertumbuhan ekonomi model apapun. So, bangsa Indonesia wajib mengubah mainset-nya dengan tidak mengedepankan kekayaan alam, tapi lebih mengutamakan sumber daya manusia, alias KCB (Knowledge-Creativity Based, bukan Ketika Cinta Bertasbih, hehehe…. :)

3. Satu Teknologi untuk Berbagai Krisis di Indonesia : Teknologi Air

Artikel ini adalah episode pertama tentang Teknologi Air yang penulis rangkum dari berbagai media, referensi, diktat kuliah, hasil percobaan dan observasi di lapangan yang berujung pada satu kesimpulan : bahwa AIR bisa menjadi kunci utama untuk mengatasi berbagai macam krisis yang terjadi di Indonesia. Dengan bangsa yang mampu mengatasi krisis-krisis tersebut, bukankah kita akan lebih siap dan lebih pede dalam meng-eksis-kan diri di persaingan dunia? Tentu saja, teknologi-teknologi ini berdasar, ilmiah, dan efektif, serta mampu diikuti oleh seluruh masyarakat karena cukup sederhana. Yuk, kita mulai menjadi bangsa yang mandiri dalam menghadapi krisis sekecil apapun ^^

, ,

7 Comments

Satu Teknologi untuk Berbagai Krisis di Indonesia : Teknologi Air (1)

water techno

water techno

Krisis di Indonesia yang berhubungan dengan sumber daya alam ini sudah sangat kompleks. Seperti krisis energi, krisis air bersih, krisis keamanan terhadap bencana, dan krisis-krisis lainnya. Padahal, ada satu elemen dari bumi ini yang sebenarnya bisa kita jadikan KUNCI untuk “mengendalikan” keberlangsungan ekosistem yang terdiri dari alam dan manusia.

AIR, adalah kuncinya.

…read more

, ,

2 Comments

Karena Aku Perempuan…

perempuan...

perempuan...

Sebuah “calon” novel yang sedang dalam proses penulisan, hehehe… Lagi-lagi hanya tertumpuk dalam folder pribadi, tapi boleh deh kubagi prolognya untuk seluruh teman yang datang di blog ini… Heheheu… Berhubung masih amatiran, jadi diharapkan kritik dan sarannya ya… ^^ …silakan kirim ke white_neez@yahoo.co.id

PROLOG

………………………………………………………………………………………………………………………………..

Aku tetaplah perempuan…

Seperti perempuan lain. Yang punya hati, yang membutuhkan tempat bersandar. Walau akhirnya juga menjadi tempat bersandarmu. Aku rela, sungguh. Walau otot dan tulang bahuku tak cukup kuat menahan beratmu, aku akan tetap tegak, setegak kolom beton yang menyangga bangunan pencakar langit yang menenggelamkan kita dalam angkuhnya dunia.

…lanjutin baca

,

36 Comments

Poligami (2) : “Benarkah poligami saat ini meningkatkan kedudukan perempuan?”

aksi tolak poligami di perspektif.net

aksi tolak poligami di perspektif.net

Kembali lagi bahas tentang headline kedatangan Klub Poligami di Indonesia.

Aku browsing tentang informasi ini dibantu Mas Google, hehe… Ini salah satu infonya…

Ø Detik.yogyakarta.net

Peluncuran klub poligami asal Malaysia, Poligami Ikhwan langsung mendapat respons negatif. LBH Apik menyatakan menolak adanya klub yang di Malaysia memiliki 300 anggota itu.

“Kami mengecam acara launching klub poligami yang telah diadakan di Bandung dan menolak pendirian klub poligami Global Ikhwan cabang Indonesia,” kata Staf Divisi Pelayanan Hukum LBH Apik Abdul Hamim Jauzie dalam rilis kepada detikcom, Senin (19/10/2009).

Abdul mengatakan, berdasarkan pengaduan yang diterima LBH Apik selama ini, praktek poligami dinilai menimbulkan tekanan psikis, penganiayaan fisik, dan penelantaran baik istri maupun anak. Selain itu, poligami juga merupakan bentuk diskriminasi terhadap perempuan seperti dalam UU No 7/1984 tentang Ratifikasi CEDAW (The Convention on The Elimination of Discrimination Againts Women).

Biar lebih jelas juga, aku scan artikel di Harian Surya, hari ini 20 Oktober 2009…

…klik disini untuk lanjut..

, ,

3 Comments

Poligami (1) : Kontroversi pernyataan “Poligami itu Sunnah”

headline hari ini

headline hari ini

Pagi ini merasa terusik dengan headline sebuah surat kabar berjudul : Ibu-ibu Deklarasi Klub Poligami”.

What???

POLIGAMI?

Dengan memajang gambar seorang suami dengan tiga istri dengan 12 anaknya (mungkin lebih) yang bergandengan tangan menuh-menuhin jalanan, dengan ekspresi berlebihan yang (seolah-olah?) bahagia…

Poligami selalu jadi perdebatan seru, apalagi kalo perdebatan itu dilakukan multigender..,hahaha… secara laki-laki seneng banget bersikap seperti menyetujui poligami, tapi kalo ibunya atau adiknya atau kakaknya dipoligami dia bisa jadi orang pertama yang gak setuju…

…klik disini untuk lanjut..

, ,

11 Comments

Keseimbangan Alam dalam Filosofi Air, Tai-chi, dan Sembahyang…

Esensi kompleks, …yang dihasilkan dari ajaran hidup sesuai dengan hukum alam merupakan kebenaran yang mendalam dari semua agama. Gimanapun juga, esensi ini sangat ditekankan untuk semua ajaran religius. Esensi yang kompleks yang dihasilkan dari ajaran hidup yang sesuai dengan hukum alam juga menjadi tujuan dari segala ilmu.

Ajaran ini kayak kunci master (guru) yang dapat membuka semua pintu yang membimbing kita ke arah kebenaran utama dalam tingkat emosi, juga tidak terkunci pada tingkat pikiran sehingga tidak membuat kita tidak skeptis (tau skeptis kan? Hehe…)

semesta...

semesta...

Apalagi perkembangan hidup modern sekarang ni sangat pesat di berbagai bidang, ditambah dengan penemuan-penemuan modern yang nggak diragukan lagi mempunyai manfaat besar bagi semua orang. Tapi sayangnya, kehidupan psikologis dan perkembangan kepribadian manusia tu belum setaraf dengan perkembangan teknologi modern.

……………………………

……………………………

  • Kayak di Barat misalnya, agama dominan dalam banyak aspek kehidupan, dengan akibat positif dan negatifnya. Agama sebagai pengatur psikologis menawarkan kekuatan psikologis bagi seseorang dan membuat manusia bisa menghadapi problem sehari-hari. Akan tetapi ketika ilmu pengetahuan mulai berkembang pengatur psikologis ini mulai melemah sebagai hasil dari perkembangan intelektualitas. Sehingga akibatnya kehidupan psikologis jadi nggak terlindungi. Dan akhirnya, kebingungan mulai muncul dalam berbagai bentuk.
  • Lain halnya dengan dunia Timur, agama sebagai pengatur psikologis yang menjadi pegangan dasar dalam menjalankan kehidupan tetap dipertahankan walaupun penemuan-penemuan teknologi modern mulai berkembang dan semakin canggih, tidak banyak mempengaruhinya dalam menjalankan ritual keagamaan sehari-hari, dengan demikian psikologi dapat terlindungi sehingga ketentraman jiwa tetap terkontrol.

…klik disini..

,

4 Comments