Posts Tagged renungan

Jangan Panggil Saya “Ukhti”

PROLOG

just call me Nisa :)

just call me Nisa :)

Sungguh, jangan panggil saya “ukhti” atau memberi saya sebutan “akhwat”. Walau saya mengerti bahwa itu hanyalah kata bahasa arab biasa, yang berarti wanita atau pria. Tapi kini panggilan itu mengalami generalisasi makna menjadi aktivis dakwah. Ah, terlalu berat sebutan itu untuk saya sandang. Saya merasa masih terlalu hijau, merasa belum melakukan apa-apa, dan masih banyak dosa.Belum terlalu pantas untuk dicontoh. Ah, dakwah. Kata yang begitu indah. Begitu luas. Begitu suci.

Bukankah dakwah tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas pengajian, keputrian, dan hal-hal lain sejenis itu yang hanya melibatkan sekelompok /komunitas tertentu yang menganggap dirinya eksklusif dan paling benar?

Read the rest of this entry »

,

8 Comments

Tiga Harapan orangtua kepada anak perempuannya…

Hari ini aku banyak mendapatkan nasehat dari dosenku yang dulu menjadi pembimbing akademik dan skripsiku, dosen senior di jurusanku yang paling kuidolakan. Bapak Dwi Priyantoro, idola dari dosen-dosen idola, hehe… Beliau tidak hanya membimbing akademik saja, tapi juga mengajari banyak hal seperti pengembangan karakter dan persiapan di dunia kerja. Sebenarnya aku berkali-kali kena tegur beliau, kena marah pun pernah.

Tapi itu tidak seberapa dibandingkan dengan pelajaran yang banyak kudapatkan dari beliau. Tanpa semua itu, mungkin aku tidak akan menjadi Annisak Laila Rakhmawati yang sekarang. :)

Dan hari ini, saat sharing seputar dunia kerja, prospek program S2 yang menjanjikan, dan juga benturan pendapat antara cita-citaku dengan keinginan orangtuaku, Pak Dwi menambahkan beberapa nasehat tentang hubungan orangtua dengan anak perempuannya (beliau memiliki dua anak perempuan yang telah menikah), yaitu tentang TIGA HAL YANG DIHARAPKAN ORANG TUA KEPADA ANAK PEREMPUANNYA…

1. SAAT SEKOLAH, TIDAK MENGECEWAKAN

rajin belajar dong! ^^

— sekolah disini berlaku untuk semua tingkatan, dari sekolah dasar hingga kuliah. Tidak mengecewakan, dalam arti kita harus mengusahakan yang terbaik untuk pendidikan kita, masa depan kita. Siapa orangtua yang tidak bahagia apabila nilai dan prestasi anaknya selama sekolah cukup memuaskan? :)

2. SAAT LULUS, MEMBANGGAKAN

wisuda! ^^

—sederhana bukan? Kita lulus tepat waktu, dengan predikat yang bagus. Dan selanjutnya kita mencari masa depan yang baik, bekerja di tempat yang kita senangi, yang direstui oleh beliau, membuat beliau bangga dengan apa yang kita capai. Untuk hal ini memang dibutuhkan pengorbanan, tapi dengan komunikasi yang baik, semua benturan yang terjadi pada masa ini akan teratasi dengan baik, TRUST ME :)

3. SAAT MENIKAH, TIDAK MEMALUKAN

bahagianya... :)

— betapa bahagianya orangtua kita, saat menikahkan kita dengan begitu sakral dan terhormat. Bukankah pernikahan adalah sesuatu yang begitu suci? Inilah hal terakhir yang diharapkan dari orangtua kita, melepaskan kita kedalam kehidupan baru dengan proses yang suci, pernikahan yang terhormat. Bukan hal yang sulit kan, lagipula ini untuk kebaikan kita sendiri… :)

Read the rest of this entry »

4 Comments

Poligami (3) : “Koalisi Laki-laki Menolak Poligami, Siapa Hendak Turut…?”

no poligami

no poligami

Lagi-lagi hari ini dikejutkan (dalam arti positif) oleh berita seputar poligami. Yup, udah berdiri sebuah klub yang menamakan dirinya “KOLMI”, Koalisi Laki-laki Menolak Poligami. Klub ini dibentuk sebagai reaksi atas berdirinya Klub Poligami di Bandung beberapa waktu yang lalu. Untuk lebih lanjut artikel saya seputar Klub Poligami, klik disini : Poligami (1) dan Poligami (2).

Kelompok laki-laki yang menolak poligami itu merasa bahwa berdirinya Klub Poligami sebagai bentuk bentuk perendahan diri martabat laki-laki. Yups, selama ini laki-laki memiliki lebih dari satu istri dengan alasan yang paling nge-trend : “menghindari zina”.

“Perendahan martabat laki-laki itu ditujukan dengan anggapan bahwa laki-laki sebagai manusia agresif, menang sendiri, serakah, tidak pernah puas dengan satu perempuan, dan tidak setia. Selama ini banyak terbukti bahwa laki-laki yang berpoligami adalah laki-laki yang tidak punya hati, liar, dan suka berselingkuh. Yang lebih parah lagi, akibat praktek poligami itu kaum laki-laki dianggap sebagai manusia yang tidak bisa mengatur nafsunya.” ..klik untuk lanjut…

, ,

18 Comments

Generasi Indonesia dan Dahaga Nasionalisme

Sumpah Pemuda 1928

Sumpah Pemuda 1928

Ternyata tidak semua orang ingat bahwa kemarin adalah Hari Sumpah Pemuda, memperingati 81 tahun yang lalu saat pamuda-pemuda dari seluruh negeri berkumpul dan menyuarakan kebulatan tekad para pemuda untuk mempersatukan pemuda Indonesia dibawah tiga aspek : tanah air, bangsa, dan bahasa.

Secara hafriah, kata “memperingati” berasal dari kata dasar “ingat”, artinya membuka kembali memori pada masa lalu yang telah tersimpan dalam sejarah dan ingatan. Tapi ternyata, hanya sekedar mengingat saja tidak bisa kita lakukan, apalagi merenungi dan menangkap esensinya?

…klik disini untuk lanjut…

, ,

9 Comments

Poligami (2) : “Benarkah poligami saat ini meningkatkan kedudukan perempuan?”

aksi tolak poligami di perspektif.net

aksi tolak poligami di perspektif.net

Kembali lagi bahas tentang headline kedatangan Klub Poligami di Indonesia.

Aku browsing tentang informasi ini dibantu Mas Google, hehe… Ini salah satu infonya…

Ø Detik.yogyakarta.net

Peluncuran klub poligami asal Malaysia, Poligami Ikhwan langsung mendapat respons negatif. LBH Apik menyatakan menolak adanya klub yang di Malaysia memiliki 300 anggota itu.

“Kami mengecam acara launching klub poligami yang telah diadakan di Bandung dan menolak pendirian klub poligami Global Ikhwan cabang Indonesia,” kata Staf Divisi Pelayanan Hukum LBH Apik Abdul Hamim Jauzie dalam rilis kepada detikcom, Senin (19/10/2009).

Abdul mengatakan, berdasarkan pengaduan yang diterima LBH Apik selama ini, praktek poligami dinilai menimbulkan tekanan psikis, penganiayaan fisik, dan penelantaran baik istri maupun anak. Selain itu, poligami juga merupakan bentuk diskriminasi terhadap perempuan seperti dalam UU No 7/1984 tentang Ratifikasi CEDAW (The Convention on The Elimination of Discrimination Againts Women).

Biar lebih jelas juga, aku scan artikel di Harian Surya, hari ini 20 Oktober 2009…

…klik disini untuk lanjut..

, ,

3 Comments

Poligami (1) : Kontroversi pernyataan “Poligami itu Sunnah”

headline hari ini

headline hari ini

Pagi ini merasa terusik dengan headline sebuah surat kabar berjudul : Ibu-ibu Deklarasi Klub Poligami”.

What???

POLIGAMI?

Dengan memajang gambar seorang suami dengan tiga istri dengan 12 anaknya (mungkin lebih) yang bergandengan tangan menuh-menuhin jalanan, dengan ekspresi berlebihan yang (seolah-olah?) bahagia…

Poligami selalu jadi perdebatan seru, apalagi kalo perdebatan itu dilakukan multigender..,hahaha… secara laki-laki seneng banget bersikap seperti menyetujui poligami, tapi kalo ibunya atau adiknya atau kakaknya dipoligami dia bisa jadi orang pertama yang gak setuju…

…klik disini untuk lanjut..

, ,

11 Comments

Pagi diatas Aspal (part 1)

Perjalanan dari rumah ke kampus yang jauh banget,-sejauh jarak matahari-uranus-, wajib kutempuh setiap  hari demi masa depan.

Hiahahahaha…. Gaya banget sih, padahal sering bolos pula.

Sudahlah, bukan tentang bolosnya yang mo ku omongin nih…

Tapi tentang perjalanannya… Banyak pelajaran yang bisa diambil, walo banyak yang ga penting juga, hihihi… “Udah lah, baca terus demi keselamatan anda di jalan raya”, kata pak polisi.

…………………………………………………………………………………………………………

Oke, sudah cukup syahdu untuk memulai.

…klik aja, demi keselamatanmu..hihi..,

,

1 Comment