BeswanDjarum Separuh Jiwaku

Seakan tidak percaya masa aktif di beswan djarum hampir diujung tanduk. Satu tahun bekerja bersama dengan teman-teman beswan dengan dimediasi oleh Djarum Bakti Pendidikan. Teringat ketika pertemuan yang lalu saat silatnas dengan teman-teman beswan seluruh Indonesia seakan belum sirna dari ingatanku. Pagelaran besar dan megah membawaku muncul dari ranumnya sinar Beswan Djarum sampai saat ini ketika aku terlantun untuk menuliskannnya. Suatu wujud syukurku untuk-Nya hingga bisa masuk dalam keluarga Beswan Djarum yang memberiku berbagai pelatihan dalam peningkatan softskills. Pelatihan kemampuan ini memang tidak bisa didapat di dalam rana akademik perkuliahan yang tiap hari berjubel tiada hentinya.

Beasiswa yang berbeda
Di UKSW Salatiga tempat aku bernaung saat ini memberikan jalan untuk bisa bergabung dalam keluarga beswan. Terngiang kala itu aku mendengar dari beberapa dosen dan melihat dari poster di area kampus tentang adanya beasiswa Djarum Bakti Pendidikan. Senyumku untuk kesekian kalinya muncul dan terlepas seakan girangnya orang yang sedang jatuh cinta. “Ini saatnya”, gumamku saat itu ketika membaca secara langsung poster di gedung administrasi pusat.

Keinginan untuk mendapatkan beasiswa Djarum bermula ketika awal di tahun pertama kuliah. Saat aku mulai masuk dalam kelembagaan mahasiswa dan kenal dengan beberapa organisatoris mahasiswa. Dia yang menceritakan tentang manfaat dari beasiswa Djarum yang buatku semakin semangat untuk bisa mendapatkannya. Setelah aku bertanya lebih mendalam baru kusadari ternyata dia Beswan Djarum angkatan 23,Rendy Karno. Melihatnya dalam bersikap, bertutur kata, pola pikir dan integritasnya sebagai mahasiswa dan organisatoris membuatku semakin yakin,”beasiswa ini berbeda”.

“…Berbagai pelatihan dan pengembangan karakter individu maupun dalam team work…”, kata-kata Rendy saat aku menanyakan tentang beasiswa ini. Memang sebelumnya aku sudah mendapatkan beasiswa dan telah berlangsung selama satu periode. Lalu ketika mendengar cerita ada ketentuan tentang syarat untuk bisa mendapatkan beasiswa Djarum maka beasiswa yang dulu sengaja tidak kuperpanjang. Keputusan ini memang mengharuskan pertaruhan dengan peluang yang tidak bisa aku perkirakan. Pertaruhannya jika aku gagal dalam beasiswa Djarum maka beasiswa yang dulu hilang sudah dan tidak ada kata perpanjangan. Akhirnya dengan modal keyakinan aku kuatkan niatku untuk mencoba mendaftarkan diri untuk beasiswa Djarum.

Detik-Detik menjadi Beswan Djarum
Setelah sekian panjang penantianku akhirnya waktu yang ditunggu tiba. Tahun lalu sekitar bulan Agustus aku mempersiapkan segala berkas untuk persyaratan masuk seleksi beasiswa Djarum. Masih teringat saat-saat penantian ketika mendengar banyak lapis dalam seleksi. Seleksi pertama tentang administrasi berkas-berkas yang ada dan tak menyadari ternyata aku lolos ke tahap berikutnya untuk mengikuti tes psikotes di Semarang. Sungguh diluar dugaan saat memasuki ruangan di salah satu hotel tempat melaksanakan tes banyak pendaftar yang sangat antusias dari berbagai universitas di Semarang dan sekitarnya.

Masih ingat juga ketika menjalani psikotes, sempat tertawa dalam batin juga saat melihat ekspresi tegang pendaftar. Syukur Alhamdulillah kali ini masih lolos dan lanjut ke tes wawancara, namun sayang kenalanku dari UNIKA tidak lolos. Proses seleksi terakhir adalah wawancara, betapa gilanya waktu itu yang bertempat di kantor Djarum Semarang. Menunggu giliran tes dari pagi hari hingga akhirnya mendapat kesempatan wawancara di sore harinya.
Selang beberapa waktu akhirnya pengumuman datang juga, tidak disangka-sangka saat aku sedang dalam forum rapat ada nomor tak dikenal terpampang di layar telepon genggamku. Saat kuangkat betapa kagetnya, ada ucapan selamat dan menyatakan bahwa aku masuk dan diterima menjadi penerima Beasiswa Djarum periode 2009/2010 (angkatan 25). Senyum riang menempel di wajah penuh capek ketika ada masalah dalam forum rapat. Saat itu aku dan beberapa teman UKSW yang diterima melakukan ramah tamah di kantor Djarum Semarang.

Aktivitasku di Beswan
Menjadi bagian dari keluarga beswan djarum sungguh merupakan kesempatan terindah dalam hidup ini. Tiada terbesit dalam pikiran bisa bergabung didalamnya hingga dapat merasakan denyut nadi kebersamaan di beswan. Rasa syukur dan terima kasih selalu terucap untuk-Nya yang lewat Djarum Bakti Pendidikan aku mendapatkan pembelajaran yang sangat berharga. Kegiatan nasional mulai dari Silatnas, Outbound, Dare to be a Leader, Road to Campus hingga aktivitas internal Beswan Semarang menjadi sebuah ingatan yang akan terngiang dan menjadi motivasi tersendiri untuk semakin melangkah maju.

Pekan Bakti Beswan, agenda kerja Beswan Semarang yang satu ini tidak akan pernah surut dari ingatanku. Saat itu aku yang mencalonkan diri untuk bisa mendapatkan posisi sebagai ketua divisi bakti. Padahal aku sekarang berkuliah di USKW Salatiga, sulit untuk bisa selalu hadir dalam setiap rapat yang ada. Saat itu aku juga tidak sampai berpikir sejauh itu dan setelah dijalani memang capek juga karena harus bolak-balik Salatiga-Semarang. Posisi yang aku ambil benar menyita waktu disela-sela aktivitasku di kampus.

Sejalan dengan berjalannya waktu akhirnya aku menikmati juga berada dalam posisi ini, pasalnya banyak teman yang membantu dalam persiapan dan pelaksanaan agenda kerja divisi bakti,”Pekan Bakti Beswan 2010” yang berlangsung di Desa Rejosari, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang. Mungkin teman-teman pernah membaca tulisanku yang sebelumnya tentang Pekan Bakti Beswan. Ini adalah kali pertama aku terlibat dalam kepanitiaan yang anggotanya tidak dalam satu universitas yang sama. Luar biasa sekali, banyak hal dan pembelajaran yang aku dapat dari sini. Beswan memang hebat dan hal yang paling aku suka dari sini adalah rasa kekeluargaan yang sangat kental.

Selamanya tetap Beswan
Meski masa aktif periode beasiswa telah diambang batas buatku beasiswa ini tetap mengalir sampai kapanpun. Pelajaran yang sangat berharga yang aku dapat ketika di beswan tidak akan pernah sirna dari ingatan dan raga ini. Pembekalan mental dan pengembangan karakter serta pentingnya bekerja dalam sebuah tim yang sarat bermakna buatku. Terhitung bulan Agustus 2010 masa aktif memang sudah habis, baik dari aliran dana maupun aktivitas pengembangan karakternya.

Dentingan waktu yang tak terasa sudah membawaku masuk dalam detik-detik akhir masaku dibeswan. Baktimu tetap akan meneruskan perjuangan dan gerakan mahasiswa yang tidak sekedar cendekia di aras akademik namun juga di rana non akademik. Bergabung di beswan sungguh merupakan hal yang sangat istimewa dan merupakan suatu kebanggaan tersendiri. Teruntuk teman-teman beswan yang tiada henti menempa diri untuk menjadi pribadi yang berkarakter. Teruntuk teman-teman mahasiswa yang akan menginjak semester lima jangan lewatkan kesempatan untuk bisa bergabung di BeswanDjarum, come join us.

About arief eka setiawan

Arief Eka Setiawan, anak pertama dari dua bersaudara. Lahir dari keluarga sederhana dengan latar belakang militer, TNI-AD. Menempuh pendidikan dari SD hingga Sarjana di Salatiga, Jawa Tengah. Lulus dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga pada tahun 2011. Memulai karir di PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Papua pada 2 Januari 2012. Tugas pertama dipercayakan sebagai Pelaksana Administrasi Samsat Kaimana dari Januari 2012 sampai Februari 2013. Menginjak bulan Maret 2013 dipindah ke Kantor Cabang di Jayapura sebagai Pelaksana Samsat Mobil hingga bulan Januari 2014 dan sekarang dipercayakan menjabat Pelaksana Administrasi Iuran Wajib.
This entry was posted in aktivitas beswan and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Before you post, please prove you are sentient.

What is 6 * 2?