Belajar Makna Kehidupan dari Beswan Djarum

Beberapa postingan sebelumnya penulis telah menceritakan tentang aktivitas ketika mengikuti Silatnas Beswan Djarum dan Pekan Bakti Beswan Djarum. Penulis yang menggunakan karakter “aku” mencoba mengutarakan tentang apa yang didapat ketika itu. Perjalanan panjang penulis dari menginjak bangku perkuliahan sampai menjadi bagian dari Beswan Djarum akan sedikit terangkum dalam tulisan ini. Penulis menyadari betapa bersyukurnya bisa menjadi bagian dari Beswan Djarum. Banyak sekali manfaat dan nilai-nilai yang penulis pelajari disini, tak heran jika Beasiswa Djarum adalah Beasiswa Plus-Plus.

Perjalanan Menuju Perubahan
Penulis menyadari ketika menginjakkan kaki dibangku perkuliahan ada beberapa hal yang membuat penulis minder. Secara finansial penulis jelas kalah bersaing dengan beberapa mahasiswa yang ada di kampus tempat penulis menimba ilmu. Latar belakang keluarga penulis memang berasal dari keluarga sederhana yang mengabdikan diri kepada negara sebagai pegawai negeri. Jika dilihat secara umum, satu sisi penulis memiliki rasa kebanggaan karena bisa kuliah di UKSW yang bagi sebagian orang menganggap elite karena faktor biaya kuliah. Namun, disisi lain penulis juga merasa minder ketika dihadapkan dengan situasi lingkungan yang serba elite.

Masih teringat ketika awal masuk kuliah, penulis hanya memiliki beberapa potong helai pakaian saja dan itupun dibeli dari sisa ekspor/impor yang bisa didapat dengan harga 5.000-30.000 rupiah. Maklum, ini pertama kalinya penulis masuk dilingkungan belajar swasta sehingga jarang menggunakan pakaian bebas karena di lingkungan negeri semua serba seragam. Bahkan untuk uang saku sehari-haripun penulis merasakan harus menahan lapar dan dahaga untuk hari-hari tertentu. Singkat cerita beberapa semester berjalan penulis menyadari akan tanggungjawab secara pribadi kepada orangtua dan kepada diri sendiri. Sudah bisa masuk ke perguruan tinggi tentunya tidak akan penulis lepaskan begitu saja.

Penulis yang mulai menyadari akan tanggungjawab ini memiliki niat agar keterbatasan yang ada tidak menjadikan penulis menjadi semakin terpuruk. Penulis berfikir ini adalah saat yang tepat bagaimana membuktikan bahwa aku bisa. Suatu ketika penulis berkenalan dengan kakak tingkat, Rendy Karno. Kebetulan kami sering bertemu saat di ruang sholat kampus. Hari berganti kamipun semakin akrab saja, Okto dan Yadi juga kakak tingkat pertama yang aku kenal ketika itu. Penulis menyadari ada yang berbeda dari pola pikir dan semangat juang tinggi mereka terlebih dari Rendy. Sekilas pemikiran-pemikiran Rendy ketika ngobrol dan berdiskusi terlihat begitu beralasan dan argumentnya bisa diterima logika.

Usut punya usut ternyata Rendy adalah fungsionaris Senat Mahasiswa, beberapa di universitas lain seperti BEM/BLEM. “…Pantas saja pola pikirnya begitu”, gumam penulis ketika itu. Selang beberapa waktu penulis juga menyadari kalau Rendy ternyata juga Beswan Djarum (2007/2008), wah…semakin komplit saja gumamku ini. Penulis kemudian berfikir bagaimana caranya agar bisa memiliki semangat juang yang tinggi serta memiliki wawasan yang luas seperti Rendy. Bisa dikatakan Rendy merupakan inspirasi penulis dan celah pintu masuk menuju Senat Mahasiswa dan Beswan Djarum.

Beasiswa Djarum
Penulis memasuki tahun kedua dalam perkuliahan yang pada saat itu masih menjadi fungsionaris Senat Mahasiswa dengan posisi Ketua Bidang Humanistik. Selama menjadi fungsionaris penulis juga mengikuti latihan kepemimpinan mahasiswa yang merupakan pintu masuk menjadi trainer mahasiswa. Atas sertifikasi ini penulis paling tidak bisa menabung sedikit ketika dipanggil universitas untuk menjadi fasilitator bagi mahasiswa baru. Saat menimba ilmu di Senat Mahasiswa penulis mendapatkan informasi dari kemahasiswaan bahwa adanya pendaftaran penerimaan Beasiswa Djarum. Penulis juga diminta oleh Rendy dan Anggi (beswan 2008/2009) untuk mencoba mendaftarkan Beasiswa Djarum. Penulis sendiri juga kaget saat Mas Ronny, Kaprogdi Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis menyarankan penulis untuk mendaftarkan diri mengikuti seleksi untuk Beasiswa Djarum ini. “…banyak orang yang memberikanku motivasi…”, dalam hatiku bergumam.

Saat bercerita kepada orang tua tentang Beasiswa Djarum dan mereka setuju maka tanpa pikir panjang penulis segera menyerahkan berkas-berkas persyaratan. Singkat cerita penulis terdaftar sebagai penerima Beasiswa Djarum tahun 2009/2010 atau bisa dikatakan angkatan 25. Ketika awal masuk di Beswan Djarum penulis menemukan banyak karakter baru di wajah-wajah baru yang memang baru penulis lihat. Penulis masuk kedalam regional Semarang di Distrik Semarang bersama beswan dari Unika, Undip, Untag, Iain, dan Udinus.

Mengenal Beswan Lebih Dekat
Beswan adalah sebutan akrab bagi mahasiswa-mahasiswi penerima Beasiswa Djarum. Secara telaah pustaka penulis memang tidak menemukan tentang pernyataan aslinya. Penulis mendefinisikan pengertian tersebut dari pengalaman sebelum dan selama menjadi beswan. Penulis menemukan suatu arti komitmen akan komunikasi yang tiada pernah putus di beswan. Beswan merupakan generasi muda yang dididik, ditempa, dibekali dengan ramuan-ramuan hardskills dan softskills yang dapat berguna untuk sekarang dan nanti.

Beasiswa Djarum adalah citra generasi muda Indonesia yang memberikan kontribusi di ranah pendidikan. Tangan halus Beasiswa Djarum dalam menempa beswan tiada pernah pupus dan luntur. Beswan adalah sebuah loncatan untuk menumbuhkembangkan citra Indonesia menjadi semakin baik dan maju. Beswan memberikan dampak positif bagi diri sendiri, Djarum dan lingkungan sekitar. Hal ini terbukti dengan beberapa event yang dibuat oleh Beswan Djarum. Beswan ditiap regional dan distrik memiliki kepengurusan dan organisasi sendiri. Meskipun masing-masing daerah memiliki kepengurusan dan susunan yang berbeda, Beswan Djarum tetap berkarya untuk Indonesia.

Berbagai pelatihan yang ditujukan Beswan Djarum antara lain pelatihan Achievement Motivation Training, Dare To be A leader. Ini merupakan dua dari tiga kegiatan nasional yang harus diikuti oleh beswan. Satu kegiatan yang lain adalah Silatnas, ini merupakan silaturahmi nasional dan salam sambut untuk seluruh Beswan Djarum di Indonesia. Beberapa acara beswan yang pernah penulis ikuti selain kegiatan nasional adalah simulasi Public Speaking, Pekan Bakti Beswan, seminar “Sold Out” yang merupakan agenda kerja Beswan Semarang-Salatiga. Tak luput juga kegiatan dari Djarum Bakti Lingkungan “Trees for life” yang berlangsung di Demak beberapa waktu yang lalu serta Road To Campus di UNDIP dengan peserta mahasiswa non beswan.

Saat mengemban amanat sebagai beswan penulis menyerap banyak pengalaman kehidupan. Pola pikir penulis juga mengalami pergeseran dari acuh menjadi peduli untuk lebih memaknai setiap detik nafas yang ada. Teringat ketika penulis menjalankan kegiatan Pekan Bakti Beswan di suatu desa sekitaran Kabupaten Semarang. Saat itu penulis menyadari betul dan begitu tergugah melihat anak-anak yang dengan semangat tanpa padam menjalani setiap jengkal kehidupan. Hanya untuk bersekolah mereka berjalan kaki dengan topografi pegunungan dengan jalanan naik dan turun. Demi untuk melangsungkan kehidupan mereka rela meninggalkan masa anak-anak untuk membantu keluarga dengan mencari rumput untuk makan ternak. Nenek yang seharusnya berada di rumah menikmati masa tuanya malah masih merumput untuk memberi makan ternak yang ada. Sungguh pembelajaran dan teguran bahwa jangan terlalu melihat yang diatas karena dengan melihat kebawah maka akan dapat menikmati atas nikmat yang diberikan Tuhan.

Jejaring Beswan
Komunikasi merupakan sesuatu hal yang tidak boleh dikesampingkan manfaat dan tujuannya. Komunikasi merupakan suatu sistem yang mengintregasikan satu individu dengan yang lainnya. Jarak tempat dan perbedaan waktu tidak menjadikan komunikasi menjadi terhambat. Dewasa ini banyak media yang dapat digunakan sebagai cara untuk berkomunikasi, melalui handphone, telepon, video call, messengger, dan beberapa fasilitas yang ada di internet.

Melihat intensitas temu fisik antara satu beswan dengan yang lain sangat jarang maka dari Djarum Bakti Pendidikan memberikan suatu wadah komunikasi yang bisa dinikmati oleh beswan dan umum. Media komunikasi di beswan antara lain, majalah Bestone, account Facebook BeswanDjarum, website internal beswan dan tentunya blogbeswandjarum. Beberapa media ini adalah suatu sirkulasi komunikasi yang jika digunakan secara maksimal akan berdampak positif bagi penggunanya.

Didalam majalah bestone, beswan bisa berkontribusi didalamnya dengan mengirimkan artikel, opini, atau sesuatu hal yang bisa menambah pengetahuan bagi pembaca. Didalam account Facebook beswan dapat sharing, diskusi, atau sekedar tukar pikiran juga bisa. Berbeda dengan majalah dan account Facebook, didalam web internal beswan dapat mengakses setiap berita yang ada bahkan dari sini terdapat beberapa info-info terbaru mengenai Beswan Djarum hingga lowongan pekerjaan. Khusus untuk blogbeswandjarum, ini merupakan media untuk berbagi ilmu dengan semua netter (pengguna internet). Oleh karena itu bisa dikatakan Beswan Djarum memiliki dampak positif bagi kemajuan ilmu pengetahuan.

Penulis merasakan nikmat yang luar biasa bisa menjadi bagian dari Beswan Djarum, selain mendapatkan materiil finansial penulis juga mendapatkan plus-plus yang tidak pernah pupus selama media internet belum sirna dimuka bumi ini. Rasanya sayang jika harus non aktif di beswan, pasalnya beswan banyak memberikan pelajaran positif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan karakter. “…meski sudah non aktif di beswan paling tidak aku memberikan kontribusi untuk bangsa ini melalui wadah yang Djarum Bakti Pendidikan berikan kepada beswan…”, gumam dalam hati untuk memicu semangat kemajuan.

About arief eka setiawan

Arief Eka Setiawan, anak pertama dari dua bersaudara. Lahir dari keluarga sederhana dengan latar belakang militer, TNI-AD. Menempuh pendidikan dari SD hingga Sarjana di Salatiga, Jawa Tengah. Lulus dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga pada tahun 2011. Memulai karir di PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Papua pada 2 Januari 2012. Tugas pertama dipercayakan sebagai Pelaksana Administrasi Samsat Kaimana dari Januari 2012 sampai Februari 2013. Menginjak bulan Maret 2013 dipindah ke Kantor Cabang di Jayapura sebagai Pelaksana Samsat Mobil hingga bulan Januari 2014 dan sekarang dipercayakan menjabat Pelaksana Administrasi Iuran Wajib.
This entry was posted in aktivitas beswan and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Belajar Makna Kehidupan dari Beswan Djarum

  1. Wana Darma says:

    gilee, tulisanny kayak karya tulis euyy…

  2. arief eka setiawan says:

    bisa aja…

  3. Adhe Laksana says:

    nice ka…:)
    baru baca aku…:D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Before you post, please prove you are sentient.

What is 7 multiplied by 2?