Sistem Baru di Orientasi Mahasiswa Baru FEB UKSW

Pada kesempatan kali ini penulis akan mengajak pembaca untuk bernostalgia ke masa awal masuk menjadi mahasiswa. Beberapa waktu yang lalu penulis juga sempat memposting artikel yang serupa dengan judul “Ada Cerita di 2009”. Tulisan tersebut sebenarnya tulisan yang dipublikasikan penulis dalam majalah E-Time, majalah yang dikeluarkan oleh unit lembaga pers mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Acarya Journalistic Club. Secara garis besar alur cerita pada tulisan ini nanti hampir sama dengan tulisan yang lalu. Hanya ada beberapa perbedaan dalam sudut pandang penulis dalam menceritakannya.

Penulis menggunakan pendekatan langsung dilapangan, hal ini karena penulis terlibat dalam kepanitian ini. Pengenalan mahasiswa baru pastinya dialami oleh mahasiswa baru yang akan memasuki dunia perkuliahan. Di Fakultas Ekonomika dan Bisnis UKSW memiliki kegiatan tahunan fakultas dengan mengusung tema keakraban. Pada kesempatan kali ini panitia mengusung nama Economic Day atau lebih mudah disebut dengan E-Day. Ini merupakan kegiatan yang dilakukan setelah mahasiswa baru melaksanakan Orientasi Mahasiswa baru yang diadakan oleh Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga.

Sistem Reward
Penulis yang bertindak sebagai koordinator keamanan mempunyai sistem baru yang diterapkan dalam kegiatan ini. Sistem yang dimaksud adalah sistem reward, sistem ini memberikan bobot nilai setiap tata tertib yang dibuat dengan sasaran peserta. Pengenaan aturan ini tidak kepada individu, melainkan dikenakan perkelompok. Jadi setiap satu peserta yang melanggar aturan yang telah dibuat maka yang akan terkena imbas adalah kelompok peserta tersebut. Intinya jika satu orang melanggar maka dapat dikatakan seluruh anggota dalam kelompok tersebut melanggar dan akan dikenakan sanksi berupa pengurangan nilai dan sanksi langsung yang dapat mengakibatkan peserta/kelompok tersebut tidak lulus dalam kegiatan ini.

logo-feb1Maksud dan tujuan diterapkannya sistem seperti ini bukan semata-mata agar mahasiswa baru taat terhadap tata aturan yang telah dibuat. Sebenarnya ada faktor utama yang penulis akan angkat disini, yaitu nilai kebersamaan dan kerjasama dalam kelompok. Ini adalah buah hasil dari pengalaman penulis ketika menjadi penyelenggara latihan kepemimpinan mahasiswa tingkat menengah aras universitas. Pengamatan penulis dalam dunia mahasiswa juga mendukung penerapan sistem ini, mengingat kecenderungan mahasiswa yang masih memiliki sikap egois yang cukup tinggi dan terkadang hanya bergerombol membentuk suatu kelompok yang hanya sesama ras dan etnis saja.

Hasil Akhir
Saat pelaksanaan E-day, penulis merasa cukup prihatin dan juga cukup bangga dengan penerapan sistem ini. Memang tidak dapat dipungkiri tentu tidak semua peserta dalam hal ini mahasiswa baru 2010, mentaati setiap aturan yang dibuat. Diluar itu penulis cukup bangga dengan rasa kepedulian dan kebersamaan yang terbentuk dari penerapan sistem reward ini. Terlihat dengan jelas bagaimana dalam kelompok memiliki interaksi dan ikatan yang kuat agar mereka bisa lulus dalam E-day ini. Begitu semangatnya sampai ada beberapa yang sakit namun masih memiliki kepedulian terhadap kelompoknya.

Rasa seperti inilah yang penulis harapkan dalam menerapkan sistem reward ini. Secara umum sistem ini memang membutuhkan banyak sumber daya dan ketelitian dalam pencatatan. Kejadian salah catat tentu hal yang harus dihindari dalam sistem ini, oleh karena itu penulis yang sebagai koordinator keamanan menunjuk salah satu anggota keamanan untuk bertanggungjawab penuh atas pencatatan ini.

Penulis tidak berhenti untuk tersenyum menyatakan ucapan kegembiraan yang luar biasa. Betapa tidak, setelah kegiatan E-day yang berlangsung di Kopeng selesai, mahasiswa baru tetap mengedepankan kepedulian satu dengan yang lainnya. Keramahan yang diperilihatkan tidak hanya kepada panitia tetapi juga kepada seluruh civitas akademika di Fakultas Ekonomika dan Bisnis khusunya. Kekompakan dan keakraban mereka juga terlihat tidak hanya dalam satu ras dan etnis namun bercampur menjadi satu. Sesuai dengan Bhineka Tunggal Ika yang ada di Pancasila, penulis merasa ada nilai lebih dibalik kerja keras yang telah dilakukan.

Peserta yang Tidak Lulus
Penulis dan panitia lain tentu berharap agar seluruh peserta dapat lulus dalam kegiatan ini. Namun apalah daya, penerapan sistem yang sangat ketat ini tetap memunculkan berapa kelompok yang tidak lulus. Memang dirasa sangat merugikan bagi peserta yang tidak melanggar, hanya karena teman kelompoknya yang melanggar peserta lain ikut terkena imbas. Penulis juga menyadari akan kelemahan dalam penerapan sistem reward ini

Diawal pembuatan sistem ini penulis dan tim keamanan memang sudah memiliki gambaran seperti ini. Bagi kelompok yang tidak lulus akan bisa mendapatkan kesempatan untuk lulus tanpa harus mengulang kegiatan yang sama di tahun depan. Kegiatan ini memang dirasa diwajibkan mengingat fakultas merujuk ke universitas yang menerapkan sistem kredit keaktifan mahasiswa. Bagi kelompok yang dinyatakan tidak lulus harus membikin suatu paper bebas tentang Fakultas Ekonomika dan Bisnis dengan adanya bukti tanda tangan narasumber. Nara sumber bebas yang terpenting mereka yang bernaung dan bekerja di Fakultas Ekonomika dan Bisnis.

Maksud dan tujuan tugas paper ini adalah agar mahasiwa lebih peka dan mengenal orang-orang yang ada di Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Dengan kegiatan positif seperti ini mahasiswa yang tidak lulus dari E-day tadi dapat mengerti bahwa di Fakultas Ekonomika dan Bisnis memiliki kedekatan antara mahasiswa,staff,dan dosen. Dimana tidak ada jarak antara mahasiswa, staff dan dosen, semuanya saling terbuka dan inilah yang membuat nyaman mahasiswa berkuliah.

About arief eka setiawan

Arief Eka Setiawan, anak pertama dari dua bersaudara. Lahir dari keluarga sederhana dengan latar belakang militer, TNI-AD. Menempuh pendidikan dari SD hingga Sarjana di Salatiga, Jawa Tengah. Lulus dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga pada tahun 2011. Memulai karir di PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Papua pada 2 Januari 2012. Tugas pertama dipercayakan sebagai Pelaksana Administrasi Samsat Kaimana dari Januari 2012 sampai Februari 2013. Menginjak bulan Maret 2013 dipindah ke Kantor Cabang di Jayapura sebagai Pelaksana Samsat Mobil hingga bulan Januari 2014 dan sekarang dipercayakan menjabat Pelaksana Administrasi Iuran Wajib.
This entry was posted in aktivitas kampus and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Before you post, please prove you are sentient.

What is 9 multiplied by 2?