Manis dan Pahit

Saat diberi kebahagiaan dan kabar gembira, saya sekaligus ingin belajar sesuatu.
“Yang manis jangan langsung ditelan, yang pahit jangan langsung dimuntahkan”

Petuah dalam pelajaran bahasa Indonesia zaman SD ini berarti bahwa; yang manis bisa saja beracun. Seperti dalam cerita Putri Salju yang diberi apel manis oleh nenek penyihir yang ternyata berisi racun.
Dan yang pahit, seperti obat. Memang rasanya tak enak, tapi itu hanya sesaat dan pasti akan menyembuhkan, membebaskanmu dari rasa sakit.

Pesan ini mengajarkan qita untuk tidak terlena menerima segala kebaikan. Kita bisa mengukur dalamnya laut, tapi kita takkan pernah benar-benar tau kedalaman hati seseorang.

Kita bukan tak menghargai kebaikan orang lain. Kita hanya berusaha berjaga2 karena selalu ada penghianat di setiap kelompok, kata Tan Malaka. Maka belajarlah menjaga dirimu sendiri, belajarlah menyayangi hatimu sendiri, dan belajarlah menghargai pikiranmu sendiri. Karena hanya kamu yang bisa melakukannya, bukan orang lain di luar dirimu.

Temanmu adalah dirimu sendiri, bukan orang lain. Berdamailah dan bekerjasamalah.

Tags: , ,