Kasih Ibu Kepada Beta

Tak Terhingga Sepanjang Masa

Hanya Memberi Tak Harap Kembali

Bagai Sang Surya Menyinari Dunia …

Dinda adalah anak SIBOR Dari SIBOR bersaudara.Dia anak Dari Ibu Aisyah Yang sekarang sedang sakit-sakitan.Dianda anak adalah Yang mau dan cuek regular tidak perduli kepada ibunya Yang sedang sakit-sakitan.Dinda Hanya esenangannya mementingkan k, ditimbang ibunya suatu hari sendiri.Pada Saat PADA Dinda pulang Saat sekolah.Dinda PADA Sangat lapar.Di ITU dapur regular tidak ADA food, KARENA ibu Aisyah sehat Belum begitu, Jadi Ibu Aisyah regular tidak sempat memasak.Dinda Sangat Marah kesal dan “Kok., Nggak Ada sih food? Aku laper nih .. “Kata Dinda Artikel Baru Tinggi nada sambil melemparkan tudung.Ibu Aisyah mendengar omelan Dinda di dapur, ibu Aisyah Langsung Masuk ke Dapur.” Ada APA sih!? Nak ..? “Untuk Artikel sabar ibu Aisyah bertanya kepada Dinda.” Ibi Suami gimana sih ‘.. Aku Sekolah kan pulang,? laper .. Bu Seharusnya food! Sudah Harus Siap di Meja makan! “Dinda menyentak ibunya ADA Tanpa rasa Takut Kasihan atau sehat kepada ibunya Yang Belum begitu.” Sabar …! ibu tadi kakakmu kedua menyuruh untuk Pergi ke pasar, untuk membeli sayur-mayur.Pasti habis Suami mereka pulang “Ibu Aisyah menjawab kesabaran Artikel Baru Penuh, berbada Artikel Baru kepada Dinda yg Selalu membentak ibunya.Tiba-TIBA terdengar …” Assalamuallaikum … “terdengar! suara lembut kedua Dinda kakak yg pulang pasar Baru Dari “Tuh .. mereka Datang!”. kata ibu Aisyah kepada Dinda yg cemberut Masih. “Kak Arrum dan Cepat kak Aluna sekarang Aku masakin buat! Aku udah laper!” bentak Dinda kepada kedua kakaknya. “Eh , aja suruh utama Kamu tuh ‘! Kami kan pasar Dari Baru pulang! “jawab Aluna kepada Dinda.” Udah, lah! Nggak usah omong BANYAK Kalian, masakan bikinin Udah cepet laper tau’..!” perintah Dinda kepada kedua kakaknya.Dengan sedikit regular tidak ihklas. Arrum dan Aluna! Dinda.Setelah memasakan masakan untuk masakan yg di masak Aluna dan Arrum Sudah Sudah siap.Dinda Langsung melahapnya Artikel Baru rakus.Maklumlah Hanya Dinda Sangat lapar.Sampai makananya pun habis, Sendok dan piring tersisa saja.Aluna dan Arrum pun regular tidak kebagian masakan ITU padahal adalah mereka sendiri.Betapa jengkelnya mereka Melihat piring kosong yg tergeletak di Meja.

PADA suatu hari Dinda Berencana untuk Pergi Bersama Teman-temanya.Pada Saat ITU Dinda regular tidak Punya BANYAK uang.Dinda pun berniat untuk mengambil uang ibunya salam itu.Tanpa, Dinda Langsung menerobos dan Pintu Langsung Kasar Artikel Baru mengambil uang ibunya yg Masih di genggam. ” Jangan Nak … Uang untuk perlengkapan ITU Hutang-Hutang Kita Membayar daya! “kata Ibu Aisyah kepada Dinda.” Nantikan Bisa Lagi cari! Aku butuh banget uang Suami! “. Aluna dan Arrum Langsung Masuk ke Kamar, mendengar suara Penghasilan kena pajak Dinda” Asstaufirllah … sekarang ibuk balikin uang! “Bentak Arrum kepada Dinda.” Iya! Cepat balikin uang ibuk! Kamu sih uang buat APA ITU? “Tanya Aluan Artikel Baru mencoba merebut uang yg di genggam Dinda.” JANGAN … Lepaskan! “Teriak Dinda Artikel Baru mendorong kakaknya.Aluna dan BERHASIL regular tidak Dinda merebut uang yg dibawa Sudah Dinda, KARENA Dinda Sudah keburu pergi.Ibu Aisyah Hanya Bisa sabar.Betapa mulianya hati ibu Aisyah.Beberapa julian kemudian.Setelah Dinda pergi.Aluna mendapat kabar Dari tetangganya, bahwa Dinda kecelakaan.Bahkan saking kagetnya Ibu Aisyah sempat pingsan.Ibu Aisyah, Aluna dan Arrum Segera berangkat ke rumah sakit.Setiba di rumah sakit, tepat di Kamar Dinda Dinda di rawat.Terlihat Pilihanku Diatas ranjang.Pandanganya kosong, Raut Wajah Hampa Dinda terlihat begitu yg “Dinda .. APA yg terjadi sama Kamu, Nak?” tanya ibu Aisyah panik, sambil menangis.Dinda Pilihanku at menjawab sejenak Pertanyaan ibunya. “Nggak sekarang ADA gunanya Lagi hidup.Aku Aku udah liat Nggak Bisa Lagi! AKU Buta …!! “Teriak Dinda menyesali APA Tengah dan menimpanya.Arrum yg Aluna Hanya mencoba menenangkan Dinda dan ibunya.Pada hari ke3 Dinda di rawat di rumah sakit.Tiba-TIBA Dokter Masuk ke Kamar Dinda.” Dinda, Terus-menerus jangan Suami Pembongkaran dong! “kata Dokter mencoba sedikit menghibur Dinda.” Din!, ADA Dermawan seorang yg mau mendonorkan retina matanya untuk mu “dokter.Mendengar hal ITU kata Dinda Sangat Senang, bahwa Penghasilan kena pajak Suami Dinda akan dapat Melihat Lagi.” Siapa Dok! , Orang ITU Dermawan? “tanya Dinda Artikel Baru Semangat Penuh kepada Dokter.” diameter pokoknya adalah Orang yg Baik Sangat “jawab! Dokter dokter.Mendengar Jawaban, Dinda pun bingung. julian yg di tunggu akhirnya tiba.Waktunya Sudah! Dinda dioperasi.2 selai Dinda Dinda di operasi.Dan hasilnya dapat disajikan Sesudah Melihat. “Lihat kak! Aku Bisa Melihat Lagi “kata Dinda kepada kedua kakaknya Artikel Baru Wajah Raut Bahagia dan senang.Tapi sebaliknya, Arrum dan Aluna regular tidak menyambut Gembira Artikel Baru sembuhnya Dinda.” Kenapa sih Kalian suka Nggak? Kalian ya .. Bisa Lagi Aku liat! “Bentak? Dinda kepada kedua kakaknya “Siapa Kamu tau ‘Orang yg mendonorkan matanya Kamu untuk ….? Dia ITU ibuk, Din ..! yg selama Suami .. Kamu bentak-bentakin “Bentak Arrum kepada Dinda! Artikel Baru mata berkaca-kaca.Dinda pun Pilihanku sejenak.Mata Dinda berkaca-kaca Penuh penyesalan.Dinda pun TIBA-TIBA Langsung Menuju Kamar mayat.Arrum mengikutinya dan berlari Aluna. Diruang mayat.Terlihat ibunya yg terbujur Kaku Sudah tak bernyawa.Dinda pun menangisi penyesalan Artikel Baru Penuh “Buk … bangun. Buk! Kenapa ibu regular tidak membiarkan Aku buta selama-SELAMANYA! Maafkan Aku Bu …! Suami Selama Aku BANYAK ibu kepada salah “kata! Dinda sambil Menangis penyesalan.Sudah Penuh Dinda terlambat untuk meminta maaf kepada ibunya yg sekarang Sudah tak bernyawa lagi.Hanya ADA Satu yg dapat dilakukan Dinda untuk menebus kesalahan-kesalahannya kepada ibunya yaitu BERDOA KEPADA ALLAH Terus IBU SWT NYA AGAR BISA DITRIMA disisi ALLAH SWT “♥

KESAWAN cerita di Atas, dan pengorbanan cinta seorang ibu adalah wujud sebuah cinta sejati Yang tak Bisa dinilai dan tergantikan. Cinta menyanyikan BAGI telah membawa kebahagiaan anak ibu bernyanyi. Inilah sesungguhnya makna cinta Yang murni Dari sebuah. KARENA ITU, sebagai seorang anak, jangan Pernah melupakan jasa seorang ibu. Sebab, APA pun Yang Kita telah lakukan, tak akan sebanding Artikel Baru pastilah cinta dan ketulusannya membesarkan, mendidik, dan Merawat Kita menjadi Pembongkaran hingga sekarang.

Mari, Kita jadikan sebagai ibu suri Teladan untuk Terus Berbagi kebaikan. Jadikan beliau sebagai panutan Yang Selalu diberikan penghormatan Harus. Sebab, Artikel Baru memperhatikan dan memberikan kasih sayang kepada para ibu Dilaporkan, Kita akan menemukan cinta ketulusan dan keikhlasan Penuh, Yang akan membimbing Kita menemukan kebahagiaan sejati kehidupan KESAWAN.

dari: e-mail sahabat ..

Tags: ,



….suatu hari di sekolah…….

guru.:”anak_anak sekarang sa’atnya pelajaran bahasa asing udah siapp….”
murid; “udah buuuuu”

Guru:,”apa bahasa inggrisnya ‘nasi’?..
Murid;”rice buuu”
Guru;”kalau bahasa inggrisnya ‘panjang’apa”?….
MURID;”long”
Guru ; “kalau bahasa inggrisnya’nasi panjang’apa?….
MURID ;”LONTONG”

GURU ;”APA bahasa inggrisnya’nenek_nenek telanjang di atas pohon sambil berjoged ria “?…..
Murid; “believe it or not!”

GURU ,;”apa bahasa jepangnya ‘saya di copet'”?……
Murid ;”sakudiraba takurasa”

Guru ; “apa bahasa jepangnya’maunya seneng terus'”?…..
murid ;” taksu ka zhu sah ”

Guru; “apa bahasa jepangnya’nggak usah malu_malu'”?…..
Murid ;”zikat zaza.”
Guru ;”apa bahasa jepangnya’belokan'”?…
Murid ;” nie kung”.
Guru ;”apa bahasa arabnya’minuman keras”?…
Murid ;”al-kohol”
Guru ;”apa bahasa belandanya’memantul'”?…
Murid; “vantuland”
Guru ;”apa bahasa cinanya ‘nggak punya rumah”?….
Murid; “ma shi nge kos!”
Guru ; “apa bahasa cinanya’nggak punya rambut”?…
Murid; “shi botax”
Guru ; apa bahasa cinanya ‘yang membuat muka seneng”?…
Murid ,; “sen yum”
Guru ; apa bahasa cinanya ‘kepleset”?….
Murid ,; “lhi-chuin-tong”
Guru ;”apa bahasa koreanya’kamu saya cium”?….
Murid ;”kwee tak sun dong”.

Tags:



Ada seseorang yang baru ikut kegiatan terjun payung.Sebut saja namanya budi,,
dan saat itu budi bertanya pada sang instruktur terjun payung…

BUDI : Pak bagaimana jika nanti parasut saya tidak bisa di buka saat terjun???

instruktur : Ya kamu tinggal mnta tolong kru saja untuk memperbaikinya setelah kamu sampai di bawah nanti….

Budi : (*&*^&^%$$%#$%&()*)*)_(*_)(_)

Tags:



Tanpa suatu penjelasan apapun. “Ah… sudah jatuh dari tangga, tertimpa genteng pula! Saya adalah seorang yang terpelajar… sudah selayaknya saya mendapatkan seorang gadis dari keluarga terhormat!” Semakin lama Andri memikirkan hal tersebut, semakin jijik ia membayangkan kemungkinan menikahi bocah kumal itu. Benar-benar menggelikan. Andri khawatir hal tersebut benar-benar akan terjadi. Dan ia tidak dapat tidur semalaman…

Bersambung . . .

Keesokan harinya… Andri pergi ke pasar bersama dengan pelayan setianya. Andri menjanjikan imbalan yang sangat besar apabila ia berhasil membunuh bocah kumal itu. Andri dan pelayannya berdiri di belakang pembeli. Begitu kesempatan datang, pelayan Andri menikamkan pisaunya ke arah si anak, lalu mereka kabur. Bocah kecil itu menangis dan wanita buta yang menggendongnya berteriak-teriak : “Pembunuh! Pembunuh!” Kegemparan pun segera menyebar ke seluruh penjuru pasar…

Sementara itu, Andri dan pelayannya telah lenyap dari tempat kejadian. “Kau berhasil membunuh dia?” tanya Andri terengah-engah. “Tidak,” jawab pelayannya. “Begitu saya menghunjamkan pisau ke arahnya, anak itu berbalik secara tiba-tiba. Saya rasa saya hanya melukai mukanya, dekat alisnya.” Andri segera meninggalkan penginapan. Kejadian itu dengan segera terlupakan oleh masyarakat sekitar. Ia kemudian pergi ke arah Barat menuju ibukota. Karena kecewa dengan kegagalan pernikahannya, Andri memutuskan untuk berhenti memikirkan perkawinan.

Tiga tahun kemudian Andri dijodohkan dengan gadis yang mempunyai reputasi baik yang berasal dari keluarga Hartono. Sebuah keluarga yang cukup terkenal di masyarakat sekitar.. Anak gadisnya terpelajar dan sangat cantik. Semua orang memberi selamat pada Andri. Persiapan pernikahan tengah dilangsungkan, ketika suatu pagi Andri menerima berita yang menyakitkan. Calon istrinya melarikan diri dengan laki-laki yang dicintainya. Mereka berdua telah menikah di kota lain.

Selama dua tahun Andri berhenti memikirkan pernikahan. Saat itu ia berusia dua puluh delapan tahun. Ia berubah pikiran tentang mencari pasangan dari masyarakat yang sekelas dengannya; seorang gadis kota terpelajar. Maka Andri pergi ke pedesaan, mencari suasana baru. Di desa, Andri menghabiskan waktu dengan mempelajari buku-buku. Suatu hari ia membawa bukunya ke sungai di dekat ladang, agar lebih nyaman membacanya. Tanpa sengaja ia melihat gadis desa yang sedang memanen kentang. Andri jatuh hati padanya dan bersegera menemui orang tua gadis itu. Gayung bersambut, gadis itu menerima lamarannya. Maka Andri bergegas ke kota untuk membeli perhiasan dan baju sutera serta segala persiapan pernikahan.

Selama beberapa hari, Andri berkeliling mengunjungi saudara-saudaranya untuk mengabarkan berita gembira itu. Seminggu kemudian ia kembali ke desa. Tapi yang ditemuinya hanya kabar buruk tentang sakitnya sang calon. Andri bersedia menunggu sampai ia sembuh. Sampai setahun hampir berlalu, penyakit calon istrinya malah semakin parah. Gadis itu kehilangan seluruh rambutnya dan menjadi buta. Ia menolak menikahi Andri dan berpesan pada orang tuanya untuk meminta Andri melupakan dia. Ia mohon agar Andri mencari gadis lain yang layak untuk dijadikan istri.

Tahun demi tahun berlalu, sampai akhirnya Andri mendapatkan calon yang sempurna. Bukan saja ia cantik dan masih muda, tapi juga pencinta buku dan seni. Tak ada rintangan, khitbah pun segera dilangsungkan. Namun malang tak dapat ditolak… tiga hari sebelum pernikahan, gadis itu terjatuh dari tangga dan mati. Sepertinya nasib mengolok-olokkan Andri. Andri menjadi fatalis. Ia tidak lagi peduli pada wanita, ia hanya bekerja dan bekerja. Sekarang ia bekerja di kantor pemerintahan di Yogya. Mengabdikan diri pada tugas dan sama sekali berhenti memikirkan pernikahan. Tapi ia bekerja dengan sangat baik, sehingga atasannya, Hakim Sulaiman, terkesan pada dedikasi dan kesungguhannya… hingga mengusulkan Andri untuk menikahi keponakannya. Pembicaraan itu sangat menyakitkan Andri. “Mengapa Tuan mau menikahkan keponakan Tuan pada saya! Saya terlalu tua untuk menikah.” Pejabat itu menasehati Andri tentang keburukan membujang. Lagipula menikah adalah sunnah Rasulullah. Maka Andri menyetujuinya, meskipun ia sama sekali tidak antusias…

Andri benar-benar tidak melihat istrinya sampai pernikahan benar-benar selesai dilangsungkan. Istrinya ternyata masih muda, Andri lega melihatnya. Tingkah lakunya sangat baik dan Andri harus mengakui bahwa ia adalah istri yang sangat baik. Taat, sholihat dan selalu menyenangkan. Sama sekali tidak ada alasan untuk tidak menyukainya. Bila di rumah, istrinya selalu menata rambut dengan cara yang khas, sehingga menutupi pelipis kanannya. Menurut Andri, dengan tata rambut seperti itu istrinya kelihatan sangat cantik, tetapi ia agak heran juga…

Tak kurang dari satu bulan, Andri telah benar-benar jatuh cinta kepadanya. Suatu saat ia bertanya, “Mengapa dinda tidak mengganti gaya rambut sekali-kali? Maksudku, mengapa dinda selalu menyisirnya ke satu arah?” Istri Andri menyibakkan rambutnya dan berkata, “Lihatlah!” Ia menunjuk ke luka di pelipis kanannya. “Bagaimana bisa begitu?” tanya Andri lagi Sang istri menjawab, “Aku mendapatkannya saat berumur tujuh tahun. Ayahku meninggal di kantornya, sedangkan ibu dan abangku meninggal dunia pada tahun yang sama. Kemudian aku dirawat oleh ibu susuku. Kami mempunyai rumah di dekat Gerbang Selatan Yogya, dekat kantor ayahku. Suatu hari, seorang pencuri tanpa alasan apa pun, mencoba membunuhku. Kami sama sekali tidak mengerti, kami tidak pernah punya musuh. Untung ia tidak berhasil membuatku mati, tapi ia meninggalkan luka di kepala sebelah kananku.

Karena itulah aku selalu menutupinya darimu.” “Apakah ibu susumu hampir buta?” “Ya. Kok tahu?” “Akulah pencuri itu. Ah, tapi bagaimana mungkin! Semua begitu aneh… Semua terjadi begitu saja, seperti ada yang telah mentakdirkan.” Andri kemudian menceritakan semuanya. Bermula dari mimpinya setelah ia sholat istikhoroh, sekitar sepuluh tahun yang lalu. Istrinya juga bercerita, ketika ia berusia sembilan atau sepuluh tahun, pamannya menemukan ia di Sung-Cheng dan mengambilnya untuk tinggal bersama keluarganya di Shiang-Chow.

Akhirnya mereka menyadari bahwa pernikahan mereka adalah sebuah takdir yang telah digariskan Allah Ta’ala. Andri menangis. Ia malu pada Penciptanya. Malu pada kesombongannya untuk menentang takdir… …dan pada saat itulah, Andri menyerahkan segala urusannya kepada Allah. Tapi kenapa ketika ia mendapatkan petunjuk, ia malah mengingkarinya ? Saat itu juga, Andri melakukan sholat taubat. Untuk menjadi mukmin yang baik. Begitulah, kasih sayang di antara mereka kian tumbuh subur…

Setahun kemudian lahirlah anak laki-laki. Istri Andri mendidiknya dengan sangat baik. Setelah dewasa, ia menjadi seorang yang terpelajar. Usahanya di bidang perdagangan maju pesat. Ia sangat penyantun dan terkenal akan kedermawanannya. Ketika sang anak menjadi Gubernur, Andri telah lanjut usia. Anak dan istrinya tetap setia memelihara dan mencintainya. Di tempat mereka pertama kali bertemu, empat belas tahun sebelum pernikahan, anak Andri membangun tempat peristirahatan untuknya.

Tags: ,