Pak, cuma dikasih sebelah

Poltak sangat suka sama Butet anaknya Pak Togar. Tapi Butet sangat takut sama orangtuanya dan tidak mau pacaran. Saking tak bisa menahan gelora asmara akhirnya Poltak pura-pura bertamu kerumah Pak Togar. Dia diterima Pak Togar diruang keluarga. Sedang Butet hanya duduk-duduk diberanda rumah. Tak diceritakannya niatnya untuk mencintai Butet krn Pak Togar pasti akan marah. Cerita sana sini akhirnya Poltak berpamitan pulang pada Pak Togar. Pak Togar tidak bisa melepas Poltak ke pintu. Togar akhirnya keluar sendiri.
Diberanda dilihatnya Butet sedang membaca buku. Iseng dihampirinya Butet.
Poltak : Tet… aku disuruh Bapakmu untuk mencium kau…
Butet : Kurang ajar kau bang… manalah mungkin Bapak aku mau menyuruh itu..
Poltak : Kalau tak percaya biar aku bilang sama bapakmu di dalam.
Poltak pergi lagi kedalam menemui Pak Togar.
Poltak : Pak, Butet menyembunyikan sendal aku…
Pak Togar (berteriak) : Butet… kau kasihkan lah…
Akhirnya Butet mau dicium Poltak begitu Poltak sampai di beranda karena disuruh bapaknya. Tak cukup dengan satu ciuman dipipinya Poltak meminta ciuman dipipi sebelahnya lagi. Terang saja Butet kembali menolah. Namun Poltak tak kalah pintar. Dia berteriak ke arah Pak Togar.
Poltak : Pak… cuma sebelah yang dikasihnya…
Pak Togar : Butet… Kau kasihkanlah yang sebelah lagi…
Akhirnya Poltak bisa mencium kedua pipi anak gadis Pak Togar tanpa diketahui Pak Togar.

Tags: ,