aku pamitan dengan kakak,tetangga,tak lupa teman dekat ku dikampung seorang cewek,jaga dirimu,,belajar yang rajin,jangan kuatir denga ibu,ibu ada kakak yang jaga,’akupun semakin yakin untuk kekota,aku pamit dengan teman dekat ku,dia memberikan sebuah kalung yang indah,;jaga baik-baik ya,,,aku pun tersenyum..
bersambung…..

Aku pergi semua,,,kakaku membantu ku mengangkat barang-barangku,,,saat ku membuka pintu mobil nya.ku melihat ibuku berlari,,dengan bajunya dipennuhi Lumpur coklat,Lumpur sawah,,dengan membawa cangkulnya…sepontan aku kembali turun dari mobil..kupeluk ibuku,,sambil menangis,begitu hebatnya ibu,rela bangun pagi,banting tulang hanya untukku…”ibu menepati janji kan?’ibu ingin melihat mu nak,,”
Aku menangis…
Tak teras baju ku kotor..aku tak menghiraukan itu..ibu berjalan kerumah mengambil sesuatu,terbungkus didalam kain merah.aku tak tau apa itu,jaga baik-baik nak hanya ini yang bisa ibu berikan untukmu.lalu ku buka ,aku terkejut isinya adalah sebuah baju untukku,baju berwarna merah seperti warna kesukaanku,kembali aku menangis,aku tau betul bahwa ibu tak punya uang,upah buruhnya dari jam 6 pagi sampai jam 6 sore RP.4500.ini ibu tabung,uangnya,,ibu belikan untukmu,/..langsung kupakai baju itu, kulepaskan baju yang kotor itu,ibu ku meneteskan air mata,,jadi anak yang baik disana,,aku pun tersenyum,pasti bu..:
Aku pun berangkat,,dengan penuh keyakinan,,dilepas oleh ibu,kakak,sahabatku,dan tetangga,..di kejauhan kulihat kebelakang,kulihat seorang wanita berdiri,dengan penuh Lumpur,wajah yang sudah mulai keriput,bekerja banting tulang untuk anaknya,kutekadkan dalam hati,aku harus menjadi orang yang berhasill,,”

Dkkota aku hidup dirumah kontrakan,rumah yang ku kontrak bersama teman-teman yang kukenal saat ospek,..masak yang ku lakukan sendiri,mencuci pakaian yang kulakukan sendiri,semua kulakukan sendiri,tidak sperti dikampung ,semua serba beres,..
Tapi itu ku nikmati bersama,teman-teman ku,,
Hari demi hari..tak terasa ku hidup dikota sudah 4 tahun ,aku pun menepati janji pada ibu,IP ku dari semester satu sampai semester tujuh 3.98,tidak pernah kurang dari itu,,
Aku pun bangga,,ibu pun merasa tak sia-sia menyekolahkan ku,,
Diikampus akupun aktif di berbagai organisasi,dari BEM,SILAT,dll
Hari demi hari,aku bertemu salah seorang pria sebut saja namanya rio,awalnya rio begitu baik pada ku,akhirnya kami berteman begitu dekat dan menjadi teman yang baik,pada suatu hari rio menawarkan ku barang,yang belakangan ini aku tahu yaitu pil ekstasi,aku terjebak oleh rayuan si rio,beggitu nikmatnya pil itu,,aku terasa terbang,,,aku pun ketagihan..awalnya nya rio memberikan gratis,lama kelamaan aaku harus membEli, satu pill RP200.000,aku tak punya uang sbanyak itu,uang kiriman ibuku , ku habiskan untuk beli pill itu,aku tak punya uang lagi kuliah kupun terlantar padahal aku hanya tinggal menyelesaikan skripsi,,
Aku pun menjadi berubah 180 derajat,aku yang tadinya terkenal baik,sekarang sudah sering nongrong di simpang –simpang kota,aku memeras orang yang lewat,kadang ku ancam dengan golokku yang ku beli dipasar,tadinya aku yang rapi, sekarang berubah jadi kusut,tak beraturan,lingkungan telah merubah hidupku,ibuku sudah mulai sakit,aku tak menghiraukan nya,sifat iblis didalam diriku,telah mebuat aku melupakan ibuku,pernah suatu ketika aku pulang kampung,aku marah-marah pada ibu,karena aku ingin uang,ibu tak memberikannya,aku banting seluruh yang ada dirumah,aku lempar, keluar,aku maki –maki ibuku,,ibuku meneteskan air mata,dia tak sanggup melawan ku,tak ada uang,akhrinyya tak habis akal,aku bungkus baju ibuku ,hanya kusisakan dua,aku jual dipasar baju bekas, aku berhasil mendapatka uang walaupun sedkit hanya RP5000..
Tidak puas dengan itu dipasar aku melihat seorang wanita kaya,aku rampas tas nya,aku berhasil kabur dari kejaran massa,aku berpesta dengan teman-temanku dikota..
Aku pun kembali kekampung,tak terima aku perlakukan ibu seperti itu aku ditendang oleh kakakku,dihajar habis habisan,aku terjatuh,terluka,hampir dibunuh,tapi ibu menyelamatkan ku, ibu memeluk aku,kalau kau ingin bunuh dia,bunuh saja aku”kata ibuku,”kenapa masih membela anak durhaka sperti ini,anak tak tau di untung,anak tak tau malu,anak durhaka,”ibuku menangis,tapi anehnya,aku tak mengeluarkan air mata sedikit pun rasa mennyesall…
Aku terus di nasehati ibu,dan tak ketinggalan sahabat baikku,dia tak bosan-bosan mengingatkku,,,tapI itu percuma..nafsu iblis,,tak bisa kulepaskan begitu saja,,,

bersambung,,,

Tags: , , , ,