CIRI-CIRI GIGI SEHAT
* Tidak terasa sakit.Radang Gusi & Karang Gusi
* Tidak ada karies.
* Saat mengunyah tidak terasa nyeri.
* Leher gigi tidak kelihatan.
* Tidak goyang.
* Tidak terdapat plak.
* Warna gigi putih kekuningan.
* Tidak terdapat karang.
* Mahkota gigi utuh.
CIRI-CIRI GUSI SEHAT
* Berwarna merah muda
* Gusi yang terdapat di antara gigi yang satu dengan yang lain runcing/seperti bulan sabit.
* Melekat erat pada tulang
* Jika dikeringkan seperti kulit jeruk
* Tidak sakit
* Tidak mudah berdarah
7 Langkah Untuk Gigi Sehat
1. Makan sayur & buah, karena banyak mengandung vitamin, mineral, serat, & air yg membantu membersihkan gigi dari sisa makanan / plak.
2. Hindari terlalu banyak makanan manis & mudah melekat, seperti permen, dodol, kue manis, donat, ice cream, & biskuit. Selesai makan langsung sikat gigi/ berkumur dengan air bersih.
3. Sikat gigi setiap selesai makan dengan sikatyang sesuai bentuk rahang anda. Jangan terlalu keras karena dapat menyebabkan abrasi pada gigi. Gunakan sikat gigi dengan bulu sikat yang soft/medium supaya mengurangi terjadinya abrasi gigi & turun nya gusi anda.
4. Agar napas jadi segar, jangan lupa menyikat lidah dengan lembut. Pergunakan pasta gigi yang mengandung fluoride utk menguatkan & mencegah gigi berlubang. Jangan langsung berkumur agar fluoride dapat bekerja efektif & melekat pada permukaan gigi. Sikat gigi minimal 2 kali sehari, pagi setelah makan pagi & malam sebelum tidur.
5. Jika perlu, gunakan benang gigi utk membersihkan daerah di antara gigi & daerah yg sukar dijangkau sikat gigi.
6. Kunjungilah dokter gigi secara teratur minimal 6 bulan sekali. Perlu juga dilakukan pembersihan karang gigi 6-12 bulan sekali.
7. Bila susunan gigi anda tidak teratur & sangat mengganggu penampilan, lakukan prosedur perawatan perataan gigi (orthodontic). Untuk yang kondisinya tidak parah, dapat melakukan cosmetic contouring (pembentukan gigi sesuai bentuk & kontur ideal melalui pengasahan gigi / penambalan kontur dengan tambalan sewarna gigi).
Sakit gigi, obati dengan kangkung

Tags: , , , , , , , , , , , ,



Karang Gigi Terbentuk Karena Sisa Makanan

Surabaya, eHealth. Bermasalah dengan karang gigi yang sebabkan gigi sakit pasti menyebalkan. Kita tahu bahwa kebanyakan dari kita bermasalah menyangkut kesehatan secara oral. Menurut penelitian, satu dari empat orang mengalami masalah dalam rongga mulut. Bakteri-bakteri kecil hidup berkoloni serta tinggal silih berganti dibagian mulut kita, dari gigi, gusi, bibir dan lidah. Meski menggosok gigi tiap hari, itu tak menjamin berhasil mengangkat seluruh bakteri.

Jadi tak heran kalau bagi mereka yang tak rajin menjaga kebersihan gigi kerap kali mengalami sakit gigi. Pada dasarnya, tergantung masing-masing orang untuk melakukan usaha menyelamatkan gigi dari penyakit dan membuatnya tetap sehat. Membersihkan karang gigi adalah salah satunya.

Karang gigi adalah hal alami yang terjadi pada setiap orang. Sedangkan kuantitasnya tergantung pada gaya hidup masing-masing untuk menjaga kesehatan giginya. Karang gigi (Calculus) merupakan kumpulan plak termineralisasi (pembentukan mineral seperti “batu karang”) yang menempel pada permukaan gigi.

Karang gigi yang bisa terbentuk dari timbunan kuman sisa makanan yang tertinggal akibat kurang bersih menyikat gigi ini, ternyata sangat merugikan kesehatan rongga mulut terutama gigi. “Karang gigi itu jahat,” ujar drg. Don Aditjipto, yang ditemui di Rumah Sakit Dinas Kesehatan Tentara (DKT). Menurutnya, masyarakat belum memahami benar bahaya dari timbunan karang gigi.

Masyarakat mulai mengeluh ketika giginya mulai berlubang dan sakit. Padahal, mungkin saja hal tersebut disebabkan oleh karang gigi. Karang gigi bisa menyebabkan gusi turun dan rusaknya jaringan tulang penyangga yang menyebabkan bengkak dan membuat jalan masuk bagi kuman. Kuman masuk ke dalam jaringan tulang penyangga melalui 2 cara.

Pertama, melalui gigi berlubang, yang berpotensi membawa kuman masuk ke dalam syaraf, dan menimbulkan bengkak dibawah gusi yang berisi nanah. Kedua, melalui karang gigi. Secara normal dalam mulut manusia pasti kotor dan terdapat kuman. Selama ini kita hanya mengetahui bahwa kuman masuk melalui gigi yang berlubang. Padahal karang gigi juga berpengaruh menjadi media masuknya kuman. Karang gigi juga bisa merusak tulang yang mengakibatkan gigi berlubang.

Karang gigi yang timbul pada setiap orang berbeda-beda, tergantung pada caranya menjaga kebersihan rongga mulut. Sebagian orang memiliki bakat yang menyebabkan karang giginya mudah tumbuh dengan cepat. Menurut drg. Don-sapaan akrabnya, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain oleh kekentalan air liur, bentuk susunan geligi, dan jenis makanan yang dikonsumsi.

Pembersihan karang gigi sebaiknya dilakukan 6 bulan sekali. Pembersihan karang gigi ini sendiri dilakukan dengan menggunakan metode baru (scaler). Berbeda dengan metode konvensional sebelumnya yang dapat menimbulkan traumatis lebih pada gigi dan memakan waktu lama. Scaler lebih cepat membersihkan karang gigi dan tidak menimbulkan trauma karena bantuan ultrasonicnya menggetarkan karang gigi dan membantu proses pembersihan karang. Terakhir yang perlu diperhatikan adalah setelah proses pembersihan, gusi akan sedikit terbuka sementara, sehingga berisiko sebagai jalan masuk kuman.

Tapi jangan khawatir, setelah itu dokter akan memberi obat kumur untuk mencegah terjadinya infeksi akibat kuman. Disarankan oleh drg. Don juga mengajak masyarakat untuk senantiasa membersihkan gigi secara rutin, teratur, dan dengan cara yang betul.

Tags: , , , , , , , , , , , ,



Tips Gigi Sehat Diantara permasalahan kesehatan, yang sering ditemui adalah yang berhubungan dengan gigi… hal ini mungkin dikarenakan kurangnya merawat gigi sejak sedini mungkin. Kondisi gigi susu pada saat anak-anak nantinya akan mempengaruhi posisi gigi ketika dewasa.

Jangan orangtua beranggapan tidak perlu menjaga kesehatan gigi susu, dengan alasan gigi tersebut akan tanggal. Karies atau lubang pada gigi anak yang menyebabkan rasa sakit dikhawatirkan akan mempengaruhi proses tumbuh kembang karena anak menolak makan.

Sebenarnya tidak sulit menjaga kesehatan gigi dan mulut. Asal dilakukan sebagai rutinitas secara teratur. Langkah-langkah yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Gosok gigi minimal 2 kali sehari.
2. Ganti sikat gigi 3-4 bulan sekali. Pilih sikat gigi yang bulunya lembut dengan kepala sikat yang dapat menjangkau semua bagian gigi.
3. Jangan lupa sikat lidah, yang merupakan tempat berkumpulnya bakteri yang dapat menyebabkan bau mulut.
4. Gunakan pasta gigi yang mencantumkan ADA untuk memastikan kandungan fluoride cukup untuk mencegah lubang dan kerusakan gigi.
5. Gunakan obat kumur.
6. Benang gigi, pengunaan benang gigi sekali sehari dianjurkan untuk mengangkat plak yang tidak dapat disentuh sikat gigi dan obat kumur.
7. Permen karet tanpa gula, mengunyah permen karet tanpa gula dapat meningkatkan aliran air liur yang dapat membersihkan partikel makanan dan asam penyebab kerusakan gigi.
8. Hindari makanan yang banyak mengandung gula dan manis, seperti sirup, permen, dan cokelat.
9. Minum air setelah makan.
10. Biasakanlah untuk makan buah-buahan segar. Selain baik untuk kesehatan, seratnya dapat membantu menghilangkan kotoran yang ada di gigi.
11. Makanlah makanan yang seimbang dan kaya kalsium, seperti susu, keju, telur, teri, bayam, katuk, sawi, dan agar-agar.

Tags: , , , , , , , , , , , ,