Tips Atasi Karang Gigi Jahat

Karang Gigi Terbentuk Karena Sisa Makanan

Surabaya, eHealth. Bermasalah dengan karang gigi yang sebabkan gigi sakit pasti menyebalkan. Kita tahu bahwa kebanyakan dari kita bermasalah menyangkut kesehatan secara oral. Menurut penelitian, satu dari empat orang mengalami masalah dalam rongga mulut. Bakteri-bakteri kecil hidup berkoloni serta tinggal silih berganti dibagian mulut kita, dari gigi, gusi, bibir dan lidah. Meski menggosok gigi tiap hari, itu tak menjamin berhasil mengangkat seluruh bakteri.

Jadi tak heran kalau bagi mereka yang tak rajin menjaga kebersihan gigi kerap kali mengalami sakit gigi. Pada dasarnya, tergantung masing-masing orang untuk melakukan usaha menyelamatkan gigi dari penyakit dan membuatnya tetap sehat. Membersihkan karang gigi adalah salah satunya.

Karang gigi adalah hal alami yang terjadi pada setiap orang. Sedangkan kuantitasnya tergantung pada gaya hidup masing-masing untuk menjaga kesehatan giginya. Karang gigi (Calculus) merupakan kumpulan plak termineralisasi (pembentukan mineral seperti “batu karang”) yang menempel pada permukaan gigi.

Karang gigi yang bisa terbentuk dari timbunan kuman sisa makanan yang tertinggal akibat kurang bersih menyikat gigi ini, ternyata sangat merugikan kesehatan rongga mulut terutama gigi. “Karang gigi itu jahat,” ujar drg. Don Aditjipto, yang ditemui di Rumah Sakit Dinas Kesehatan Tentara (DKT). Menurutnya, masyarakat belum memahami benar bahaya dari timbunan karang gigi.

Masyarakat mulai mengeluh ketika giginya mulai berlubang dan sakit. Padahal, mungkin saja hal tersebut disebabkan oleh karang gigi. Karang gigi bisa menyebabkan gusi turun dan rusaknya jaringan tulang penyangga yang menyebabkan bengkak dan membuat jalan masuk bagi kuman. Kuman masuk ke dalam jaringan tulang penyangga melalui 2 cara.

Pertama, melalui gigi berlubang, yang berpotensi membawa kuman masuk ke dalam syaraf, dan menimbulkan bengkak dibawah gusi yang berisi nanah. Kedua, melalui karang gigi. Secara normal dalam mulut manusia pasti kotor dan terdapat kuman. Selama ini kita hanya mengetahui bahwa kuman masuk melalui gigi yang berlubang. Padahal karang gigi juga berpengaruh menjadi media masuknya kuman. Karang gigi juga bisa merusak tulang yang mengakibatkan gigi berlubang.

Karang gigi yang timbul pada setiap orang berbeda-beda, tergantung pada caranya menjaga kebersihan rongga mulut. Sebagian orang memiliki bakat yang menyebabkan karang giginya mudah tumbuh dengan cepat. Menurut drg. Don-sapaan akrabnya, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain oleh kekentalan air liur, bentuk susunan geligi, dan jenis makanan yang dikonsumsi.

Pembersihan karang gigi sebaiknya dilakukan 6 bulan sekali. Pembersihan karang gigi ini sendiri dilakukan dengan menggunakan metode baru (scaler). Berbeda dengan metode konvensional sebelumnya yang dapat menimbulkan traumatis lebih pada gigi dan memakan waktu lama. Scaler lebih cepat membersihkan karang gigi dan tidak menimbulkan trauma karena bantuan ultrasonicnya menggetarkan karang gigi dan membantu proses pembersihan karang. Terakhir yang perlu diperhatikan adalah setelah proses pembersihan, gusi akan sedikit terbuka sementara, sehingga berisiko sebagai jalan masuk kuman.

Tapi jangan khawatir, setelah itu dokter akan memberi obat kumur untuk mencegah terjadinya infeksi akibat kuman. Disarankan oleh drg. Don juga mengajak masyarakat untuk senantiasa membersihkan gigi secara rutin, teratur, dan dengan cara yang betul.

Tags: , , , , , , , , , , , ,