Seorang Ibu terduduk di kursi rodanya suatu sore di tepi danau, ditemani Anaknya yang sudah mapan dan berkeluarga.

Si ibu bertanya ” itu burung apa yg berdiri disana ??”

“Bangau mama” anaknya menjawab dengan sopan.

Tak lama kemudian si mama bertanya lagi..

“Itu yang warna putih burung apa?”

sdikit kesal anaknya menjawab ” ya bangau mama?…”

Kemudian ibunya kembali bertanya

” Lantas itu burung apa ?” Ibunya menunjuk burung bangau tadi yg sedang terbang…

Dengan nada kesal si anak menjawab “ya bangau mama. kan sama saja!..emanknya mama gak liat dia terbang!”

Air menetes dari sudut mata si mama sambil berkata pelan..”Dulu 26 tahun yang lalu aku memangku mu dan menjawab pertanyaan yg sama untuk mu sebanyak 10 kali,..sedang saat ini aku hanya bertanya 3 kali, tapi kau membentak ku 2 kali..”

Si anak terdiam…dan memeluk mamanya.

Pernahkah kita memikirkan apa yg telah diajarkan oleh seorang mama kepada kita? Sayangilah Mama/Ibu-mu dgn sungguh2 krn sorga berada di telapak kaki Ibu.

Mohon ampunan jika kamu pernah menyakiti hati Ibumu.

*Pernah kita ngomelin Dia ? ‘Pernah!':s

*pernah kita cuekin Dia ? ‘Pernah!’>:/

*pernah kita mikir apa yg Dia pikirkan?

‘nggak!':/

* sebenernya apa yg dia fikirkan ?

‘Takut':(

– takut ga bisa liat kita senyum , nangis atau ketawa lagi.

– takut ga bisa ngajar kita lagi

Semua itu karena waktu Dia singkat..

Saat mama/papa menutup mata. Ga akan lg ada yg cerewet.:(

Saat kita nangis manggil2 dia , apa yg dia bales ?

‘Dia cuma diam':(

Tapi bayangannya dia tetap di samping kita dan berkata : “anakku jangan menangis, mama/papa masih di sini. Mama/papa masih sayang kamu.”:(

..sumber:sahabat simple boyz

Tags: , , , , , , , , , , , ,



Saat kau berumur 15 tahun, dia pulang kerja ingin memelukmu.
Sebagai balasannya, kau kunci pintu kamarmu.

Saat kau berumur 16 tahun, dia ajari kau mengemudi mobilnya.
Sebagai balasannya, kau pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa peduli kepentingannya.

Saat kau berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telepon yang penting.
Sebagai balasannya, kau pakai telepon nonstop semalaman.

Saat kau berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kau lulus SMA.
Sebagai balasannya, kau berpesta dengan temanmu hingga pagi.

Saat kau berumur 19 tahun, dia membayar biaya kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama.
Sebagai balasannya, kau minta diturunkan jauh dari pintu gerbang agar kau tidak malu di depan teman-temanmu.

Saat kau berumur 20 tahun, dia bertanya, “Dari mana saja seharian ini?”
Sebagai balasannya, kau jawab, “Ah Ibu cerewet amat sih, ingin tahu urusan orang!”

Saat kau berumur 21 tahun, dia menyarankan satu pekerjaan yang bagus untuk karirmu di masa depan. Sebagai balasannya, kau katakan, “Aku tidak ingin seperti Ibu.”

Saat kau berumur 22 tahun, dia memelukmu dengan haru saat kau lulus perguruan tinggi.
Sebagai balasannya, kau tanya dia kapan kau bisa ke Bali.

Saat kau berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah barumu.
Sebagai balasannya, kau ceritakan pada temanmu betapa jeleknya furniture itu.

Saat kau berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencananya di masa depan.
Sebagai balasannya, kau mengeluh, “Bagaimana Ibu ini, kok bertanya seperti itu?”

Saat kau berumur 25 tahun, dia mambantumu membiayai pernikahanmu.
Sebagai balasannya, kau pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km.

Saat kau berumur 30 tahun, dia memberikan beberapa nasehat bagaimana merawat bayimu. Sebagai balasannya, kau katakan padanya,”Bu, sekarang jamannya sudah berbeda!”

Saat kau berumur 40 tahun, dia menelepon untuk memberitahukan pesta ulang tahun salah seorang kerabat. Sebagai balasannya, kau jawab, “Bu, saya sibuk sekali, nggak ada waktu.”

Saat kau berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu.
Sebagai balasannya, kau baca tentang pengaruh negatif orang tua yang menumpang tinggal di rumah anak-anaknya.

Dan hingga suatu hari, dia meninggal dengan tenang. Dan tiba-tiba kau teringat semua yang belum pernah kau lakukan, karena mereka datang menghantam HATI mu bagaikan palu godam.

JIKA BELIAU MASIH ADA, JANGAN LUPA MEMBERIKAN KASIH SAYANGMU LEBIH DARI YANG PERNAH KAU BERIKAN SELAMA INI DAN JIKA BELIAU SUDAH TIADA, INGATLAH KASIH SAYANG DAN CINTANYA YANG TULUS TANPA SYARAT KEPADAMU.

Tags: , , , , , , , , , , ,



Jenny, gadis cantik kecil berusia 5 tahun dan bermata indah. Suatu hari ketika ia dan ibunya sedang pergi berbelanja ia melihat sebuah kalung mutiara tiruan yang sangat Indah, dan harganya-pun cuma 2,5 dolar. Ia sangat ingin memiliki kalung tersebut dan mulai merengek kepada ibunya. Akhirnya sang Ibu setuju, katanya: “Baiklah, anakku. Tetapi ingatlah bahwa meskipun kalung itu sangat mahal, ibu akan membelikannya untukmu. Nanti sesampai di rumah, kita buat daftar pekerjaan yang harus kamu lakukan sebagai gantinya. Dan, biasanya kan Nenek selalu memberimu uang pada hari ulang tahunmu, itu juga harus kamu berikan kepada ibu.” “Okay,” kata Jenny setuju.

Merekapun lalu membeli kalung tersebut. Setiap hari Jenny dengan rajin mengerjakan pekerjaan yang ditulis dalam daftar oleh ibunya. Uang yang diberikan oleh neneknya pada hari ulang tahunnya juga diberikannya kepada ibunya.Tidak berapa lama, perjanjiannya dengan ibunya pun selesai. Ia mulai memakai kalung barunya dengan rasa sangat bangga. Ia selalu memakai kalung itu kemanapun ia pergi. Ke sekolah taman kanak-kanaknya, ke supermarket, bermain bahkan pada saat ia tidur, kecuali pada saat mandi. “Nanti lehermu jadi hijau,” kata ibunya…

Jenny juga memiliki seorang ayah yang sangat menyayanginya. Setiap menjelang tidur, sang ayah selalu membacakan sebuah buku cerita untuknya. Pada suatu hari seusai membacakan cerita, sang ayah bertanya kepada Jenny; “Jenny, apakah kamu sayang ayah?” “Pasti, yah. Ayah tahu betapa aku menyayangi ayah.””Kalau kau memang mencintai ayah, berikanlah kalung mutiaramu pada ayah.” “Yaa… ayah, jangan kalung ini. Ayah boleh ambil mainanku yang lain, Ayah boleh ambil Rosie, bonekaku yang terbagus, Ayah juga boleh ambil pakaian-pakaiannya yang terbaru tapi jangan ayah ambil kalungku…” “Ya anakku, tidak apa-apa… tidurlah.” Ayah Jenny lalu mencium keningnya dan pergi, sambil berkata: “Selamat malam anakku, semoga mimpi indah.”

Seminggu kemudian setelah membacakan cerita ayahnya bertanya lagi: “Jenny apakah kamu sayang ayah?” “Pasti, Yah. Ayah kan tahu aku sangat mencintaimu. ” “Kalau begitu, boleh ayah minta kalungmu?” “Yaa, jangan kalungku…, Ayah ambil Ribbons, kuda-kudaanku. .. Ayah masih ingat kan ? Itu mainan favoritku. Rambutnya panjang dan lembut. Ayah bisa memainkan rambutnya, mengepangnya dan sebagainya. Ambillah Yah, Asal ayah jangan minta kalungku…” “Sudahlah nak, lupakanlah,” kata sang ayah.

Beberapa hari setelah itu Jenny mulai berpikir, kenapa ayahnya selalu meminta kalungnya? dan kenapa ayahnya selalu menanyai apakah ia sayang padanya atau tidak? Beberapa hari kemudian ketika ayah Jenny membacakan cerita, Jenny duduk dengan resah. Ketika ayahnya selesai membacakan cerita, dengan bibir bergetar ia mengulurkan tangannya yang mungil kepada ayahnya sambil berkata: “Ayah…, terimalah ini..” Ia lepaskan kalung kesayangannya dari genggamannya, dan dengan penuh kesedihan kalung tersebut berpidah ke tangan sang ayah…Dengan satu tangan menggenggam kalung mutiara palsu kesayangan anaknya, tangan yang lainnya mengambil sebuah kotak beludru biru kecil dari kantong bajunya. Di dalam kotak beludru itu terletak seuntai kalung mutiara yang asli, sangat indah dan sangat mahal… Ia telah menyimpannya begitu lama untuk anak yang dikasihinya. Ia menunggu dan menunggu agar anaknya mau melepaskan kalung mutiara plastiknya yang murah, sehingga ia dapat memberikan kepadanya kalung mutiara yang asli

Begitu pula dengan dengan Tuhan kita… seringkali Ia menunggu lama sekali agar kita mau menyerahkan segala milik kita yang palsu … dan menukarnya dengan sesuatu yang sangat berharga….

kata_kata indah yang dipetik dari cerita diatas:
“kita tidak pernah tahu akan apa yang diberikan tuhan,sesuatu yang baik bagimu,belum tentu baik bagi tuhan,begitu sebaliknya,tuhan punya rencana besar untuk kehidupan kita,”tetap semangat sahabat..

sumber: shinta_you@yahoo.com

Tags: , , , ,



Waktu kamu berumur 1 tahun , dia menyuapi dan memandikanmu ….
sebagai balasannya …. kau menangis sepanjang malam.

Waktu kamu berumur 2 tahun, dia mengajarimu bagaimana cara berjalan .
sebagai balasannya … kamu kabur waktu dia memanggilmu

Waktu kamu berumur 3 tahun, dia memasak semua makananmu dengan kasih sayang … sebagai balasannya … kamu buang piring berisi makananmu ke lantai

Waktu kamu berumur 4 tahun, dia memberimu pensil warna …
sebagai balasannya … kamu corat coret tembok rumah dan meja makan

Waktu kamu berumur 5 tahun, dia membelikanmu baju-baju mahal dan indah..
sebagai balasannya … kamu memakainya bermain di kubangan lumpur

Waktu berumur 6 tahun, dia mengantarmu pergi ke sekolah …
Sebagai balasannya … kamu berteriak ‘NGGAK MAU ..!’

Waktu berumur 7 tahun, dia membelikanmu bola …
sebagai balasannya .kamu melemparkan bola ke jendela tetangga

Waktu berumur 8 tahun, dia memberimu es krim …
sebagai balasannya.. ..kamu tumpahkan dan mengotori seluruh bajumu

Waktu kamu berumur 9 tahun , dia membayar mahal untuk kursus-kursusmu .
sebagai balasannya … kamu sering bolos dan sama sekali nggak mau belajar

Waktu kamu berumur 10 tahun, dia mengantarmu kemana saja, dari kolam renang sampai pesta ulang tahun …..
sebagai balasannya … kamu melompat keluar mobil tanpa memberi salam

Waktu kamu berumur 11 tahun, dia mengantar kamu dan temen-temen kamu ke bioskop .. sebagai balasannya … kamu minta dia duduk di barisan lain

Waktu kamu berumur 12 tahun, dia melarangmu melihat acara tv khusus untuk orang dewasa …
sebagai balasannya ……. kamu tunggu sampai dia keluar rumah

Waktu kamu berumur 13 tahun, dia menyarankanmu untuk memotong rambut karena sudah waktunya .
sebagai balasannya.. kamu bilang dia tidak tahu mode

Waktu kamu berumur 14 tahun, dia membayar biaya untuk kemahmu selama liburan … sebagai balasannya ….. kamu nggak pernah menelponnya.

Waktu kamu berumur 15 tahun, pulang kerja dia ingin memelukmu …..
sebagai balasannya … kamu kunci pintu kamarmu

waktu kamu berumur 16 tahun, dia mengajari kamu mengemudi mobil …
sebagai balasannya … kamu pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa mempedulikan kepentingannya

Waktu kamu berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telpon yang penting ..
sebagai balasannya … kamu pakai telpon nonstop semalaman,

waktu kamu berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kamu lulus SMA..
sebagai balasannya … kamu berpesta dengan teman-temanmu sampai pagi

Waktu kamu berumur 19 tahun, dia membayar semua kuliahmu dan mengantarmu
ke kampus pada hari pertama …
sebagai balasannya … kamu minta diturunkan jauh dari pintu gerbang biar nggak malu sama temen-temen.

Waktu kamu berumur 20 tahun, dia bertanya ‘Darimana saja seharian ini?’..
sebagai balasannya … kamu menjawab ‘Ah, cerewet amat sih, pengen tahu urusan orang.’

Waktu kamu berumur 21 tahun, dia menyarankanmu satu pekerjaan bagus untuk karier masa depanmu …
sebagai balasannya … kamu bilang ‘Aku nggak mau seperti kamu.’

Waktu kamu berumur 22 tahun, dia memelukmu dan haru waktu kamu lulus
perguruan tinggi ..
sebagai balasanmu … kamu nanya kapan kamu bisa main ke luar negeri

Waktu kamu berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah barumu …
sebagai balasannya … kamu ceritain ke temanmu betapa jeleknya furniture itu

Waktu kamu berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencana di masa depan …
sebagai balasannya .. kamu mengeluh ‘Aduh gimana sih kok bertanya seperti itu.’

Waktu kamu berumur 25 tahun, dia membantumu membiayai pernikahanmu ..
sebagai balasannya … kamu pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km.

Waktu kamu berumur 30 tahun, dia memberimu nasehat bagaimana merawat bayimu …
sebagai balasannya … kamu katakan ‘Sekarang jamannya sudah beda.’

Waktu kamu berumur 40 tahun , dia menelponmu untuk memberitahu pesta salah satu saudara dekatmu …
sebagai balasannya kamu jawab ‘Aku sibuk sekali, nggak ada waktu.’
Waktu kamu berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu …. sebagai balasannya … kamu baca tentang pengaruh negatif orang tua yang numpang tinggal di rumah anaknya

dan hingga SUATU HARI, dia meninggal dengan tenang … dan tiba-tiba kamu teringat semua yang belum pernah kamu lakukan, … dan itu menghantam HATIMU bagaikan pukulan godam

MAKA ..
JIKA ORANGTUAMU MASIH ADA … BERIKANLAH KASIH SAYANG DAN PERHATIAN LEBIH DARI YANG PERNAH KAMU BERIKAN SELAMA INI
JIKA ORA NG TUAMU SUDAH TIADA … INGATLAH KASIH SAYANG DAN CINTANYA YANG TELAH DIBERIKANNYA DENGAN TULUS TANPA SYARAT KEPADAMU …

kata manis yang dipetik dari kisah diatass:
“KASIH ORANG TUA TAKKAN TERGANTIKAN”

sumber:yenni_putri@yahoo.com

Tags: , , , , ,



Ketika dunia terang, alangkah semakin indah jikalau ada sahabat disisi. Kala langit mendung, begitu tenangnya jika ada sahabat menemani. Saat semua terasa sepi, begitu senangnya jika ada sahabat disampingku. Sahabat. Sahabat. Dan sahabat. Ya, itulah kira-kira sedikit tentang diriku yang begitu merindukan kehadiran seorang sahabat. Aku memang seorang yang sangat fanatik pada persahabatan. Namun, sekian lama pengembaraanku mencari sahabat, tak jua ia kutemukan. Sampai sekarang, saat ku telah hampir lulus dari sekolahku. Sekolah berasrama, kupikir itu akan memudahkanku mencari sahabat. Tapi kenyataan dengan harapanku tak sejalan. Beragam orang disini belum juga bisa kujadikan sahabat. Tiga tahun berlalu, yang kudapat hanya kekecewaan dalam menjalin sebuah persahabatan. Memang tak ada yang abadi di dunia ini. Tapi paling tidak, kuharap dalam tiga tahun yang kuhabiskan di sekolahku ini, aku mendapatkan sahabat. Nyatanya, orang yang kuanggap sahabat, justru meninggalkanku kala ku membutuhkannya. “May, nelpon yuk. Wartel buka tuh,” ujar seorang teman yang hampir kuanggap sahabat, Riea pada ‘sahabat’ku yang lain saat kami di perpustakaan. “Yuk, yuk, yuk!” balas Maya, ‘sahabatku’. Tanpa mengajakku Kugaris bawahi, dia tak mengajakku. Langsung pergi dengan tanpa ada basa-basi sedikitpun. Padahal hari-hari kami di asrama sering dihabiskan bersama. Huh, apalagi yang bisa kulakukan. Aku melangkah keluar dari perpustakaan dengan menahan tangis begitu dasyat. Aku begitu lelah menghadapi kesendirianku yang tak kunjung membaik. Aku selalu merasa tak punya teman. “Vy, gue numpang ya, ke kasur lo,” ujarku pada seorang yang lagi-lagi kuanggap sahabat. Silvy membiarkanku berbaring di kasurnya. Aku menutup wajahku dengan bantal. Tangis yang selama ini kutahan akhirnya pecah juga. Tak lagi terbendung. Sesak di dadaku tak lagi tertahan. Mengapa mereka tak juga sadar aku butuh teman. Aku takut merasa sendiri. Sendiri dalam sepi begitu mengerikan. Apa kurangku sehingga orang yang kuanggap sahabat selalu pergi meninggalkanku. Aku tak bisa mengerti semua ini. Begitu banyak pengorbanan yang kulakukan untuk sahabat-sahabatku, tapi lagi-lagi mereka ‘menjauhiku’. “Faiy, lo kenapa sih ? kok nangis tiba-tiba,” tanya Silvy padaku begitu aku menyelesaikan tangisku. “Ngga papa, Vy,” aku mencoba tersenyum. Senyuman yang sungguh lirih jika kumaknai. “Faiy, tau nggak ? tadi gue ketemu loh sama dia,” ujar Silvy malu-malu. Dia pasti ingin bercerita tentang lelaki yang dia sukai. Aku tak begitu berharap banyak padanya untuk menjadi sahabatku. Kurasa semua sama. Tak ada yang setia. Kadang aku merasa hanya dimanfaatkan oleh ‘sahabat-sahabatku’ itu. Kala dibutuhkan, aku didekati. Begitu masalah mereka selesai, aku dicampakkan kembali. “Faiy, kenapa ya, Lara malah jadi jauh sama gue. Padahal gue deket banget sama dia. Dia yamg dulu paling ngerti gue. Sahabat gue,” Silvy curhat padaku tentang Lara yang begitu dekat dengannya, dulu. Sekarang ia lebih sering cerita padaku. Entah mengapa mereka jadi menjauh begitu. “Yah, Vy. Jangan merasa sendirian gitu dong,” balasku tersenyum. Aku menerawang,” Kalau lo sadar, Vy, Allah kan selalu bersama kita. Kita ngga pernah sendirian. Dia selalu menemani kita. Kalau kita masih merasa sendiri juga, berarti jelas kita ngga ingat Dia,” kata-kata itu begitu saja mengalir dari bibirku. Sesaat aku tersadar. Kata-kata itu juga tepat untukku. Oh, Allah, maafkanku selama ini melupakanmu. Padahal Dia selalu bersamaku. Tetapi aku masih sering merasa sendiri. Sedangkan Allah setia bersama kita sepanjang waktu. Bodohnya aku. Aku ngga pernah hidup sendiri. Ada Allah yang selalu menemaniku. Dan seharusnya aku sadar, dua malaikat bahkan selalu di sisiku. Tak pernah absen menjagaku. Kenapa selama ini aku tak menyadarinya? Dia akan selalu mendengarkan ‘curhatanku’. Dijamin aman. Malah mendapat solusi. Silvy tiba-tiba memelukku. “Sorry banget, Faiy. Seharusnya gue sadar. Selama ini tuh lo yang selalu nemenin gue, dengerin curhatan gue, ngga pernah bete sama gue. Dan lo bisa ngingetin gue ke Dia. Lo shabat gue. Kenapa gue baru sadar sekarang, saat kita sebentar lagi berpisah…” Silvy tak kuasa menahan tangisnya. Aku merasakan kehampaan sejenak. Air mataku juga ikut meledak. Akhirnya, setelah aku sadar bahwa aku ngga pernah sendiri dan ingat lagi padaNya, tak perlu aku yang mengatakan ‘ingin menjadi sahabat’ pada seseorang. Bahkan malah orang lain yang membutuhkan kita sebagai sahabatnya. Aku melepaskan pelukan kami. “ Makasih ya, Vy. Ngga papa koki kita pisah. Emang kalau pisah, persahabatan bakal putus. Kalau putus, itu bukan persahabatan,” kataku tersenyum. Menyeka sisa-sisa air mataku. Kami tersenyum bersama. Persahabatan yang indah, semoga persahabatan kami diridoi Allah. Sahabat itu, terkadang tak perlu kita cari. Dia yang akan menghampiri kita dengan sendirinya. Kita hanya perlu berbuat baik pada siapapun. Dan yang terpenting, jangan sampai kita melupakan Allah. Jangan merasa sepi. La takhof, wala tahzan, innallaha ma’ana..Dia tak pernah meninggalkan kita. Maka jangan pula tinggalkannya.

Sumber: www.cerpen.net.dibaca

Tags: , , ,



Di sebuah dusun, tinggallah keluarga yang memiliki anak yang sangat Jelita. Jelita telah memiliki seorang kekasih. Namun sayang, sejak semula keluarga Jelita tak menyetujui hubungan mereka. Dengan berbagai alasan dan latar belakang bahwa Jelita akan menderita seumur hidupnya, jika dia tetap menjalin hubungan dengan pemuda tersebut.

Dengan kekerasan hati, Jelita memaksa untuk tetap terus bersama dengan pemuda tersebut. Namun karena tekanan dari keluarga membuat hubungan mereka sering di lalui dengan pertengkaran. Komentar – komentar dari keluarga membuat Jelita sering marah dan kesal. Semua kekesalan dia lampiaskan padanya. Dan sang pemuda selalu menerima dengan penuh kesabaran.

Selang beberapa tahun, sang pemuda lulus dari perguruan tinggi. Dia bermaksud melanjutkan kuliahnya ke luar negeri, tapi sebelum dia pergi, dia bermaksud melamar Jelita. “ Saya tidak tahu bagaimana cara merangkai kata – kata manis,yang saya tahu saya mencintaimu.” Dan jika kamu setuju saya ingin menjagamu seumur hidup. Maukah kau menikah denganku ? Soal orang tuamu aku akan berusaha keras meyakinkan mereka agar menyetujui hubungan kita .“

Jelita setuju, dan berkat kegigihan sang pemuda,akhirnya hubungan mereka direstui. Sebelum berangkat, mereka berdua bertunangan terlebih dahulu. Dan Jelita tetap tinggal di kampung halaman dan bekerja.

Suatu hari saat Jelita akan berangkat kerja. Sebuah mobil berkecepatan tinggi menghantam tubuhya. Saat tersadar, dia menemukan diriya telah berada dirumah sakit, dan seluruh keluarganya berkumpul dan menangis. Namun Jelita bersyukur bahwa dia masih hidup,Tetapi dia harus menerima kenyataan bahwa dia tak dapat bicara sama sekali. Kecelakaan telah merusak syaraf otaknya sehingga Jelita dinyatakan oleh dokter akan bisu seumur hidupnya. Menyadari hal tersebut Jelita hanya bisa menangis.

Saat dia pulang dai rumah sakit, hari – harinya selalu dia lewatkan dengan melamun dan menangis.Setiap bunyi dering telepon dia menjadi pilu.Saat ini dering telepon telah menjadi mimpi buruknya. Dia tak bisa mengabarkan kepada kekasihnya dan menjadi beban untuknya. Akhirnya Jelita mengirim sepucuk surat untuk kekasihnya dan mengabarkan bahwa dia tidak mau lagi menunggunya. Jelita menganggap hubungannya telah berakhir dan dia juga telah mengembalikan cincin pertunangan mereka.

Melihat penderitaan putrinya, orang tuanya memutuskan untuk pindah rumah, agar Jelita bisa melupakan segalanya dan bisa hidup bahagia. Di rumah barunya Jelita mulai belajar bahasa isyarat. Dia berusaha melupakan kekasihnya. Hingga suatu hari sahabatnya menceritakan bahwa sang pemuda telah kembali dan mencarinya kemana–mana. Dia meminta sahabatnya agar tidak memberitahukan dimana dia berada.

Selang beberapa tahun, pemuda tersebut hilang tanpa kabar. Hingga suatu hari sahabat Jelita mengabarkan bahwa sang pemuda akan segera menikah. Sahabatnya menyerahkan surat undangan. Dengan hati pedih, Jelita membuka undangan tersebut. Betapa kagetnya dia saat menemukan namanya tercantum dalam undangan tersebut. Sebelum sempat bertanya kepada sahabatnya. Sang pemuda muncul, dengan bahasa isyarat yang kaku sang pemuda menyampaikan bahwa telah setahun dia mempelajari bahasa isyarat untuk memberitahukan padamu bahwa aku belum melupakan janji kita,berdua, berikan aku kesempatan,biarkan aku menjadi suaramu “. I LOVE YOU…..”

Melihat bahasa isyarat tersebut, dan cincin pertunangannya, Jelita tersenyum dan meneteskan air mata bahagia. Perlakukan setiap cinta seakan cinta terakhirmu..,baru kamu akan belajar cara memberi. Perlakukan setiap hari seakan hari terakhirmu..,,baru kamu akan belajar cara menghargai. Jangan pernah menyerah. Ingatlah bahwa kasih yang paling indah dan sukses yang terbesar mengandung banyak resiko. Yakinlah pada dirimu ketika kamu berkata : “Aku mencintaimu “

“karena cinta mengajarkan kita untuk ikhlas,bahagia,sedih,tersenyum,bahkan segalanya”

Tags: , , , ,



wanita yg paling indah tu buaknlah pacar kita,,,,..
tetapi itu adalah seorang ibu yg telah melahirkan dan merwat kita hingga saat ini,,,
dan inget betapa berdosa nya kita jika kita mengcewakan seorang ibu,,
ibu kita adlah anugrah,,,
dy yg selalu memberikan motivasi kehidupan hingga saat ini…
inget lah saat dy senang,sedih,marah,dan memanjakan kita,,,
betapa syangnya ibu kepada kita,,,
marah nya seorang ibu adalah motivasi kita,, supaya kita bsa memperbaiki keslah kita kepda ibu….
dan jngan skli2 qmu berkta kotor kepda ibu…
aplagi membenci dy….
^_^

Tags: , , , , ,



berubah nya sikap seseorang itu hanya di dapat pada diri dya sendri…
perubahan sikap bsa datang begitu saja tanpa mngenal waktu….
hanya dorongan mental teman dekat lah yg bisa membuat seseorang berubah…
dan itupun tergantung diri dia, apkah dy mau berubah, atau apa masih tetap kyak begini……
^_^

Tags: , , , , , ,



Ketika cinta it da
Saat rasa rindu it besemayam
Dmna bila ketulusan it dtang..
Saat aku bisa belajar memaknai..

Arti ketulusan c!nta ..
Smuanya sirna begitu saja..
Berbekas tanpa keindahan..
Mele2h bagai lilin..
Yang tq bearti apapun
Mungkinkah ni akan terjadi lgi..?!
Harus kah qu merasa kan dilemma..?
Utk yg sekian kal! nYa..
Ketika cinta mulai bertahta di hati ni..
Haruskah terpuruk jiwa ni dlm syatu kegagalan..
Dosakah qu bila hurus memilikinya..
Merasakan arti kebahagian atas nama C!NTA..

Tags: , ,



Pada suatu malam Budi, seorang eksekutif sukses,
seperti biasanya sibuk memperhatikan berkas-berkas pekerjaan
kantor yang dibawanya pulang ke rumah, karena keesokan
harinya ada rapat umum yang sangat penting dengan para
pemegang saham. Ketika ia sedang asyik
menyeleksi dokumen kantor tersebut, Putrinya Jessica datang
mendekatinya, berdiri tepat
disampingnya, sambil memegang buku cerita baru.

Buku itu bergambar seorang peri kecil yang imut, sangat
menarik perhatian Jessica, “Pa liat”! Jessica berusaha
menarik perhatian ayahnya. Budi menengok ke arahnya, sambil
menurunkan kaca matanya, kalimat yang keluar hanyalah
kalimat basa-basi “Wah,. Buku Baru ya Jes?”,
“Ya papa” Jessica berseri-seri karena merasa ada tanggapan
dari ayahnya. “Baca in Jessi dong pa” pinta Jessica lembut,
“Wah papa sedang sibuk sekali, jangan sekarang deh” sanggah
budi dengan cepat. Lalu ia segera mengalihkan perhatian nya
pada kertas-kertas yang berserakkan didepannya, dengan serius.

Jessica bengong sejenak, namun ia belum menyerah.
Dengan suara lembut dan sedikit manja ia kembali merayu
“pa, mama bilang papa mau baca untuk jessi”
Budi mulai agak kesal, “Jes papa sibuk, sekarang
Jessi suruh mama baca ya”
“pa, mama cibuk, terus, papa liat gambarnya lucu-lucu”,
“Lain kali Jessica, sana! papa lagi banyak kerjaan”
Budi berusaha memusatkan perhatiannya pada lembar-lembar
kertas tadi, menit demi menit berlalu, Jessica menarik nafas
panjang dan tetap disitu, berdiri ditempatnya penuh harap,
dan tiba -tiba ia mulai lagi.
“pa,.. gambarnya bagus, papa pasti suka”,
“Jessica, PAPA BILANG, LAIN KALI !! ” kata Budi
membentaknya dengan keras, Kali ini Budi berhasil, semangat
Jessica kecil terkulai, hampir menangir, matanya berkaca-kaca
dan ia bergeser menjauhi ayahnya
” Iya pa,. lain kali ya pa?”
Ia masih sempat mendekati ayahnya dan sambil
menyentuh lembut tangan ayahnya
ia menaruh buku cerita di pangkuan sang Ayah.
“pa kalau papa ada waktu, papa baca keras-keras ya pa,
supaya Jessica bisa denger” Hari demi hari telah berlalu, tanpa
terasa dua pekan telah berlalu namun permintaan Jessica
kecil tidak pernah terpenuhi, Buku cerita Peri imut,
belum pernah dibacakan bagi dirinya,.Hingga suatu sore
terdengar suara hentakan keras “Buukk!!”
beberapa tetangga melaporkan dengan histeris bahwa
Jessica kecil terlindas kendaraan seorang pemuda mabok yang
melajukan kendaraannya dengan kencang didepan rumah Budi.
Tubuh Jessica mungil terhentak beberapa meter, dalam keadaan
yang begitu panik ambulance didatangkan secepatnya, selama
perjalanan menuju rumah sakit, Jessica kecil sempat berkata
dengan begitu lirih “Jessi takut pa, jessi takut ma, Jessi
sayang papa mama ”
darah segar terus keluar dari mulutnya hingga ia tidak
tertolong lagi ketika sesampainya di rumah sakit terdekat.

Kejadian hari itu begitu mengguncangkan hati nurani
Budi, Tidak ada lagi waktu tersisa untuk memenuhi sebuah
janji. Kini yang ada hanyalah penyesalan Permintaan sang
buah hati yang sangat sederhana,..
pun tidak terpenuhi. Masih segar terbayang dalam ingatan
budi tangan mungil anaknya yang memohon kepadanya untuk
membacakan sebuah cerita, kini
sentuhan itu terasa sangat berarti sekali, “,…papa baca
keras-keras ya pa, supaya Jessica bisa denger”
kata-kata jessi terngiang-ngiang kembali.

Sore itu setelah segalanya telah berlalu, yang
tersisa hanya keheningan dan kesunyian hati, canda dan riang
Jessica kecil tidak akan terdengar lagi, Budi mulai membuka
buku cerita peri imut yang diambilnya perlahan dari
onggokan mainan Jessica di pojok ruangan. Bukunya
sudah tidak baru lagi, sampulnya sudah usang dan koyak.
Beberapa coretan tak berbentuk menghiasi lembar-lembar
halamannya seperti sebuah kenangan indah dari Jessica kecil.
Budi menguatkan hati, dengan mata yang berkaca-kaca ia
membuka halaman pertama dan membacanya dengan sura keras,
tampak sekali ia berusaha membacanya dengan keras, Ia terus
membacanya dengan keras-keras halaman demi halaman,
dengan berlinang air mata.
“Jessi dengar papa baca ya”
selang beberapa kata,..hatinya memohon,.lagi
“Jessi papa mohon ampun nak”
“papa sayang Jessi”
Seakan setiap kata dalam bacaan itu begitu menggores
lubuk hatinya, tak kuasa menahan itu Budi bersujut dan
menagis,..memohon satu kesempatan lagi untuk mencintai.

Seseorang yang mengasihi selalu mengalikan
kesenangan dan membagi kesedihan kita,
Ia selalu memberi PERHATIAN kepada kita
Karena ia Peduli kepada kita

ADAKAH “PERHATIAN TERBAIK” ITU BEGITU MAHAL BAGI
MEREKA?

BERILAH “PERHATIAN TERBAIK” WALAUPUN ITU HANYA
SEKALI

Bukankah Kesempatan untuk memberi perhatian kepada
orang-orang yang kita cintai itu sangat berharga ?

DO IT NOW

Berilah “PERHATIAN TERBAIK” bagi mereka yang kita cintai
LAKUKAN SEKARANG !! KARENA HANYA ADA SATU KESEMPATAN
UNTUK MEMPERHATIKAN DENGAN HATI KITA

Tags: , , , ,