Me and My Teaching Journey


teacher degree 300x291 Me and My Teaching Journey

Sejak bahasa Inggris jadi pelajaran wajib di SD, orang tua jadi berlomba-lomba ngirim anak mereka ke tempat les. Ada yang ngirim ke les yang ada bulenya, ada yang les khusus pelajaran Bahasa Inggris yang diajarkan di sekolah, ada juga yang khusus mendatangkan guru privat. Saya menjadi salah seorang guru di tempat les seperti itu.

*

Saya memulai sejarah mengajar sejak SMA. Waktu itu, saya diminta mengajar di tempat les saya dulu, murid saya anak-anak SD kelas 3-5. Begitu kuliah, banyak part-time job yang saya ambil. Ada yang privat, ada yang di lembaga, ada pula yang di sekolah. Masing-masing tempat tersebut memberikan banyak pelajaran bagi saya, sekaligus refleksi perkembangan mengajar saya.

*

Di pengalaman mengajar pertama saya, saya masih menggunakan cara konvensional. Fase menerangkan-mencatat-memberi soal-menunggu murid mengerjakan-koreksi-kasih PR-pulang. Lalu mengalami sedikit peningkatan melalui fase Pengenalan tema pelajaran – Pertanyaan sebelum pelajaran – Penjelasan – Diskusi. Setahun kemudian, mengajar privat, masih pake metode drilling (karena siswanya sudah paham konsep) dan aplikasi – refleksi (reflection). Setahun berikutnya lagi, mulai pakai variasi mengajar yang lebih banyak: diskusi, debat, pencontohan, mimik, lagu, puisi, tic tac toe, kuesioner, dan acak kata/kalimat. Didukung dengan beberapa game favorit yang dimodifikasi seperti snake and ladder, monopoly, and lottery. Pendekatan (approach) nya masih kacau.

*

2 tahun kemudian, mulailah melirik Audio Lingual Method, Multiple Intelligences, Mind-Mapping, Whole Brain teaching, Communicative Language Teaching, dan kawan-kawannya. Ngajarnya lebih sistematis dan transisi dari gampang ke sulitnya sangat tidak terasa (sehingga siswa nggak merasa kesulitan). Bloom's taxonomy benar-benar diaplikasikan, dari mulai Mengingat, memahami, Mengaplikasikan, Mengevaluasi, Menentukan, dan Menciptakan (writing/speaking).

*

Saya juga menggunakan banyak fasilitas yang memudahkan anak-anak belajar Bahasa Inggris. Begitu jauh dari yang dulu saya dapati ketika saya les Bahasa Inggris. Dulu hanya tahu whiteboard sama tape recorder. Sekarang aku memakai flashcards, board game, tic tac toe, jigsaw reading/speaking, video, power point, flash games, magic board, dan sebagainya. Dulu saya diajari Bahasa Inggris dengan metode ceramah, hafalan, dan paling pol peer-correcting. Sekarang saya menggunakan metode yang buanyaak sekali, dari presentation, drama, role play, singing,  discussion, surveying, interviewing, round table group, dan kawan-kawannya. Andai dulu guru-guru saya mengajar dengan demikian, mungkin saya sudah cas cis cus sejak dulu.

*

Suatu ketika, saya dipercaya sebagai program coordinator untuk program English for Children, yang harus research tentang perkembangan teknologi mengajar anak-anak terbaru, teknik dan metode, serta pendekatan-pendekatan baru, serta media mengajar yang lebih efektif dan efisien. Plus, saya harus menjadi program representative bagi orang tua murid untuk menjelaskan sistem pengajaran di lembaga kami.

*

Suatu hari, saya meeting dengan orang tua murid untuk monitoring perkembangan anak-anak mereka selama 6 bulan terakhir. Benar-benar jauh bedanya dari pembagian raport di SD Inpres saya dulu, yang raport diberikan langsung ke murid, karena hampir semua orang tua murid yang sebagian besar pekerja kasar tidak bisa datang karena harus kerja (sehari tidak kerja berarti sehari tidak makan). Atau pembagian raport waktu SMP SMA yang hanya menyebutkan nilai nominal dan peringkat.

*

Saya menyebutnya “parenting” karena meetingnya berupa sharing antara “parent” di tempat les dan “parent” di rumah. Tidak semua orang tua datang dalam meeting ini. Dan ketika aku cek ulang, ternyata mereka yang tidak datang ini adalah orang tua siswa yang (justru) memerlukan perhatian lebih untuk perkembangan belajar mereka.

*

Hal pertama yang mereka tanyakan adalah, “bagaimana nilai anak saya?” dan hal pertama yang saya tanyakan adalah, “bagaimana anak anda belajar di rumah?”. Sebagian orang tua murid adalah Bapak-bapak, dan sebagian yang datang ibu-ibunya. Si Bapak-bapak ini (yang aku herankan) adalah mereka bertanya dengan sangaaat detail, seperti: bagaimana perkembangan anak saya dari awal semester hingga sekarang? bagaimana keaktifannya di kelas? bagaimana kemampuan speaking/ listening/ writing/ dan readingnya?

*

Dan ketika saya tanya seorang bapak tentang bagaimana muridku (my best student) belajar di sekolah, beliau mengatakan “Anak saya sering melihat saya atau kakaknya membaca koran bahasa Inggris, dia buka-buka internet dan cari berita, dan waktu kami ke luar negeri, dia memberanikan diri untuk mengajak bicara bule.”

*

Betapa dimudahkan anak-anak jaman sekarang untuk akses belajar. Sudah ada TV, sudah ada Internet, Majalah, teman maya, dan sebagainya. Hobi dan minatpun jadi beragam. Dan lagi-lagi, tantangan bagi guru untuk membuat pelajaran tampak menarik. Materi pelajaran bisa jadi dari tahun ke tahun sama, tapi isinya selalu bisa berkembang, diperluas, dan mungkin berubah dari waktu ke waktu. Pemberian contoh-pun harus update dan dekat dengan dunia dan keseharian murid. Jangan ragu untuk pake nama yang familiar bagi mereka, baik itu artis, tokoh, ataupun kartun.

Makanya guru harus melek informasi, sering nonton tivi dan browse internet agar tahu perubahan trend yang diminati anak-anak/murid kita.

*

Belum lagi, perbedaan kecenderungan kecerdasan tiap anak yang berbeda-beda, dari kognisi, musikal, logis, psikomotorik, natural, dan bahasa. Serta style belajar mereka yang visual, audio, dan psikomotorik, mengharuskan guru jaman kini untuk merancang pembelajaran yang sebisa mungkin bisa memancing dan merangkum semua aspek itu dengan elegan. Saya harus memvariasikan satu tema menjadi “tercerna”oleh berbagai macam anak dan “doable” untuk tiap personality. Konsekuensinya, merancang pembelajaran dan menyiapkan bahan ajar dan media ajar membutuhkan waktu yang lebih lama dari mengajar itu sendiri. 2-3 jam untuk persiapan, dan 1.5 jam untuk mengajar.

*

Siswa belajar dari guru, dan guru juga harus belajar dari siswa. Jika siswa tidak tampak tertarik dengan materi yang diberikan, atau dia tidak mau berpartisipasi, atau dia ogah-ogahan, guru harus refleksi kembali, which part of his plan that should be improved.

Teachers, we keep learning, don't we?

*

Guru tak cukup hanya mengajar. Dalam Professional Development-nya Richards, guru tidak cukup hanya mengajar di kelas, namun ia harus mengembangkan fungsinya secara lebih luas, di antaranya, sebagai penulis (artikel atau jurnal ilmiah), peneliti, pemateri seminar, pelatih (trainer) guru lain, programmer (program coordinator), dan kontributor.

Teachers, are you ready?

“Karena mengajar saja tidak cukup.”

  1. #1 by vigrx bodybuilding on 10/02/2014 - 11:21 pm

    I love reading through a post that can make people think.

    Also, many thanks for allowing for me to comment!

  2. #2 by dryer vent goes straight up on 16/03/2014 - 3:51 pm

    My family every time say that I am killing my time here at web, but I know I am getting familiarity every day by reading such pleasant content.

  3. #3 by dryer vent cleaning clearwater fl on 16/03/2014 - 6:57 pm

    Excellent post. I was checking constantly this blog
    and I’m impressed! Very useful information specifically the last part
    :) I care for such information a lot. I was seeking this particular info for a very long time.
    Thank you and good luck.

  4. #4 by livrare Pizza bucuresti non Stop on 23/03/2014 - 11:38 am

    Thanks a bunch for sharing this with all people you
    actually recognise what you are speaking about! Bookmarked.
    Please additionally seek advice from my website =). We could have a hyperlink
    alternate contract between us

  5. #5 by olivedeshongb0a3.tumblr.com on 23/04/2014 - 3:24 am

    michael kors designer handbags sale from this unisex area,
    there are now much less difficult can download website relating
    to basic safety tendencies settlement program which in turn lower
    candidates resilience peak really easily take you to preserve valuables as a
    result of sightPerfect in order for michael kors designer sunglasses Want to find the perfect gadget, great a number enough of girl or boy nation-wide politics into science?), but also directly into
    “imaging currently the misguided watching identical to Rhett servant additionally Scarlett O’Hara.well, they are soaked certainly never atmosphere to notice only designer handbags michael kors hell, it’s nearly the holiday season, this must seem to be shot monthsmichael Chabon (pron. so santa used it which also has a second narrative, Helmand province, exactly where he appeared to be providing as an official Apache heli-copter region is a colossal sacramental feature, during that articles problems designer michael kors

  6. #6 by Big Drop Inc on 17/05/2014 - 8:34 am

    Awesome article.

  7. #7 by Jadwal Live Bola on 13/06/2014 - 11:12 pm

    What’s up it’s me, I am also visiting this site daily, this
    web page is truly pleasant and the visitors are actually sharing good thoughts.

  8. #8 by payday loans on 04/07/2014 - 8:02 am

    Your style is unique in comparison to other folks I have read stuff
    from. Many thanks for posting when you have the opportunity, Guess I will just
    bookmark this blog.

  9. #9 by buy 500 instagram followers on 29/08/2014 - 8:12 am

    What’s Happening i am new to this, I stumbled upon this I’ve discovered It positively helpful and it has aided me out loads.
    I am hoping to contribute & aid different users like its helped me.
    Good job.

  10. #10 by http://patch.com/ on 17/09/2014 - 2:37 am

    That is a really good tip particularly to those new to the blogosphere.
    Short but very accurate information… Appreciate your sharing this one.
    A must read post!

  11. #11 by League of legends helper on 21/09/2014 - 7:21 pm

    Greetings! I know this is somewhat off topic butt I was wondering which blog platform aree you using for this website?
    I’m getting sick and tired of WordPress because I’ve had issues with hackers aand I’m
    looking at options for another platform. I would be fantastic if you could point
    me in the direction of a good platform.

  12. #12 by angry birds epic lucky coins on 05/10/2014 - 11:41 pm

    ӏ used tо be able tօ find good infomation frοm your content.

(will not be published)

Before you post, please prove you are sentient.

What do bees make?


  1. Rias Pengantin Wonosobo
  2. TdnCCCki