Asiyah Nurrahmajanti

My Life My History

Asyhad Bianna Muslimun

PhotoGrid_1496015816249

Alhamdulillah ‘ala kulli hal saat ini Alloh telah memberikan karunia berupa kenikmatan melaksanakan shaum romadhon hari ke – 3. Bulan romadhon yang merupakan syariat yang wajib dilaksanakan bagi tiap-tiap mukmin muslim dimanapun mereka berada. faidah-faidah dari romadhon ini diantaranya faidah keimanan dan ketaqwaan, faidah kesehatan, dan tak terkecuali faidah sosial ekonomi masyarakat yang sering kita dengar. Di bulan ini, Umat islam benar-benar menunjukkan ketaatanya secara umum melalui perbanyakan ibadah baik mahdoh maupun ghoir mahdoh. Mereka berbondong-bondong memakmurkan masjid dan memenuhi kehidupan tiap harinya dengan berbagai kegiatan islam. Bukan hanya umat muslim yang merasakan namun bukan muslim pun turut serta merasakan dampak positif ini. Salah satunya sisi ekonomi karena pada bulan romadhon konsumsi sandang pangan meningkat yang secara otomatis karena permintaaan meningkat maka penawaran pun meningkat.

Membicarakan aspek sosial menjelang romadhon, entah mengapa, kita disuguhi berita-berita yang secara langsung maupun tidak langsung menyudutkan dan menjatuhkan islam. media sosial dan televisi menyuguhkan berita-berita tersebut diantaranya kasus pak ahok yang sangat kontroversial sehingga jiwa pembelaan umat islam tergugah dan akhirnya usai juga beberapa waktu lalu, pemboman kembali mencuat bukan hanya di lingkup nasional seperti bom di kampung melayu jakarta namun dunia internasional saat penyanyi terkenal Ariana Grande melakukan konser di Manchester, Inggris yang pelakunya diketahui bernama Salman (ah berbau islam bukan?), dan peristiwa yang viral di media sosial ialah seorang remaja sebut saja namanya ‘Afi’ melalui tulisannya tentang agama warisan dan sebagai doktrin yang sontak menarik perhatian kalangan netizen. Tulisan Afi ini tentunya menuai pro kontra akan makna yang tertulis didalamnya. Berita-berita tersebut dipublikasikan oleh segolongan orang seolah ingin mengusik kekhusyuan ibadah romadhon umat islam. Entah itu sebagai propaganda atau nyata-nyata bentuk permusuhan terhadap islam.

Sebagian orang termasuk penulis pun tergelitik untuk menuliskan respon terhadap berita-berita tersebut khususnya tulisan saudari remaja tadi. Tentunya ini hanya pandangan penulis dari minimnya sumber yang penulis baca. Tulisan jelek inilah sebagai tanda penulis berdiri di pihak mana. seperti halnya ketika Nabi Isa bertanya kepada sahabat setianya “Siapakah yang akan menjadi penolongku menegakkan agama Alloh?.Para Hawariyy menjawab, “Kamilah penolong agama Alloh. Kami beriman kepada Alloh dan saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang muslim”.QS. Al-Imron : 52.

QS. Al-A’rof : 172 yang berisikan mengenai perjanjian manusia kepada Sang Pencipta ketika di alam ruh yang mana ketika itu manusia belum dapat disebut. Perjanjian yang sangat sakral karena ruh kita, melakukan dialog dengan Tuhan. Ruh kita saat itu mengakui akan Alloh sebagai Robb yang memiliki arti utama Alloh sebagai pencipta, pemilik dan pengatur lalu manusia sebagai yang diciptakan seharusnya tunduk dan patuh terhadap Sang pemilik aturan. Istilah jawanya ialah manut.

Jika diibaratkan kita sebagai pencipta komputer maka komputer itu adalah milik kita maka karena kita pemilik komputer itu, tentunya kita berhak untuk mendesain komputer itu sedemikian rupa. Aplikasi dan software-software apa saja yang digunakan terserah pemilik dan disesuaikan dengan kemampuan komputer. sehingga ketika produk yang dihasilkan, baik prosesor, hardware, dan software memiliki performa yang benar dan maksimal ketika dipakai user. Tentunya pada saat user memakai komputer tersebut, harus sesuai dengan petunjuk teknis dan penggunaan. Bisa dibayangkan ketika komputer tersebut dengan merk A memakai petunjuk atau aturan pakai merk G, mungkin akan ada beberapa yang sama dan sisanya berbeda awal mula mungkin akan bekerja sesuai keinginan user lama kelamaan komputer tersebut bisa error dan rusak.
Seperti itulah manusia, Alloh telah membekali manusia dengan potensi aqliyah yang luar biasa ini untuk mencari kebenaran. kebenaran yang jika diandaikan komputer tadi itu sebagai petunjuk atau aturan pakai, maka aturan yang benar versi Sang Pencipta ialah yang diturunkan melalui para Nabi diantaranya suhuf-suhuf atau lembaran-lembaran lalu zabur diturunkan kepada Nabi Daud untuk umatnya, Taurat untuk umat Nabi Musa, Injil untuk umat Nabi Isa, dan Al-Qur’an yang berlaku dari masa kenabian Muhammad solallohu’alaihi wassalam 1400-an tahun lalu sampai akhir zaman nanti.

Pada saat kita lahir dan bertumbuh di bumi inilah tempat kita untuk menunaikan janji sakral tadi. Jika dikaitkan maka janji sakral tadi ialah melaksanakan aturan Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup dan sunnah sebagai penjelas dari Al-Qur’an. Itulah aturan hidup manusia yang haq (benar) jika ingin menunaikan janji. Kepatuhan terhadap aturan itulah yang akan Alloh evaluasi di kehidupan selanjutnya. Aturan-aturan haq dalam Al-Qur’an yang disebut sebagai aturan islam, aturan ketundukan, kepatuhan kepada Sang Pengatur kehidupan. Jika ditekankan kembali maka islam sebagai sebuah doktrin orang tua adalah salah, karena islamlah yang memang aturan yang Sang Pencipta ridhoi sepaket untuk memenuhi kebutuhan jasad, ruh, dan aqal manusia. Sehingga, jika kita menyadari akan hal-hal tadi tentunya tidak akan rela jika mengkhianati perjanjian sakral itu dengan hidup bukan dalam aturan islam yang sesuai Al-Qur’an dan sunnah. Wallohu’alam bishowab.

 

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Before you post, please prove you are sentient.

What is the outer covering of a tree?