Coretan Aul

Cerita dibalik OR Beswan Djarum 27

stempel-beswan

Cerita pendek (Cetek) ini merupakan sebuah kesan saya saat mengawali nasib menjadi Beswan Djarum 27. Hadduh.. Langsung aja cooy…

Dikarenakan terlalu banyak hal yang berkesan sehingga saya tidak bisa manuliskan semuanya. Oleh karena itu melalui perdebatan-perdebatan  sengit dan pendapat-pendapat benda-benda di sekitar saya, saya putuskan bahwa yang saya tulis ini adalah hal-hal yang paling berkesan saja. Ini cerita terjadi menjelang OR (open recrutment) Beswan Djarum 2011-2012. Cekidot..

***

Pada malam hari tidak terlalu sunyi, bunyi dering sms dari hp yang bersembunyi dibalik kantong celana menggetarkan saya, karena emang biasanya begitu, maka langsung saja saya baca.

“Maaf Dek, Kamu tidak Lolos tahap Administrasi, semangat terus ya, kamu yang terbaik”.

Berita yang sangat menggemparkan dan cukup membuat suasana hati saya merasa bagaikan Pantai Kuta yang kekeringan Air laut dan membuat hari saya jadi kalang kabut.

SMS itu bermula dari waktu ketka saya diberitahu seorang teman saya (sebut saja Bunga), yang sama-sama mengajukan Formulir Beasiswa Djarum 2011.

“Yak, kamu udah dapat telpon atau sms belum? sabtu tanggal 18 ini jam 07 pagi, kita ada test Terakhir penerimaan Beasiswa Djarum di Fave Hotel, Denpasar”.

Karena merasa belum mendapat telepon, sms dan telegram seperti itu saya pun  berasumsi maungkin karena banyaknya peserta, jadi masing-masing diberitahu  tidak dalam waktu yang serentak.

Satu hari kemudian: Belum ada telepon

Dua hari kemudian : jangankan telepon, sms pun tak kunjung tiba.

Tiga Hari kemudian: kesabaran saya habis, dan segera mengambil tindakan.

Saya mendatangi Bunga untuk melihat pesan SMS yang diterimanya dari Panitia OR Beasiswa Djarum 2011-2012 kepadanya, setelah itu saya pun memberanikan diri mencatat nomor Hp si Pengirim dan mengirimkan SMS kepadanya (sebut saja Ms’ Ye), dan kebetulan saya lupa waktu itu nulis apa, yang penting intinya saya ingin menanyakan apakah saya lolos dalam tahap administrasi.

10 Menit setelah kejadian (setelah kirim sms), ada sms masuk ;

“Kirimnya kemana dek?”

“Formulirnya saya kirimkan melalui jasa tukang pos, ke Jl. Kedungdoro-Surabaya mbak”, (padahal belum tau, itu orang jneis betina apa Pejantan)

Setelah menunggu selama 30 Menit

“Maaf Dek, Kamu tidak Lolos tahap Administrasi, semangat terus ya, kamu yang terbaik”

“Seleksi Administrasi aja gak lolos, gimana bisa jadi yang terbaik mbak..!” (nb: ini saya tulis hanya dalam hati saja)

Berita menggemparkan itu pun langsung disambut beberapa asumsi di kepala saya, layaknya seorang detektif kurang terkenal, saya pun membuat catatan kecil di kepala mengenai opsi-opsi yang kemungkinan terjadi yang akhirnya mempermainkan perasaan saya seperti ini.

Satu   : Mungkin Karena di saya kurang ganteng !

Dua   : mungkin karena kurang kelengkapan persyaratan administrasi !

Tiga  : Mungkin formulirnya gak sampai ke tangan Panitia !

Karena menurut saya, ibu saya, dan nenek saya, saya adalaha lelaki yang cukup ganteng, jadi opsi pertama langsung dinyatakan dengan status, Tidak Mungkin”. Dan untuk Opsi yang kedua, saya lansung mengecek dan apa yang telah saya kirimkan, ternyata, persis seperti yang diminta oleh Panitia. Oleh karena itu opsi satu-satunya yang paling masuk akal adalah Opsi ke-3, ini mungkin saja terjadi, sebab Bunga tidak mengirimkan Formulirnya via Pos, tapi nitip ke Rektorat.  Berdasarkan kesimpulan itu, saya pun langsung pencet tombol-tombol yang ada di HP kesayangan saya.

“Waaaaaaah, kok bisa ya mbak?, kira-kira apa ya kekuranganya, untuk evaluasi saya ke depan”,

Namun SMS saya hanya bertepuk sebelahtangan, tidak ada balasan sedikitpun.

…………….

Suatu sore, 27 jam setelah kejadian diatas, ada 10 Missed Call dan 1 sms misterius di HP yang tetap menjadi kesayangan saya. Karena penasaran saya lansung cek, ternyata itu datangnya dari Ms’ Ye.

“tolong HPnya diangkat, saya mau telepon” (mungkin dalam keadaan sedikit kesal dan dongkol)

Merasa bersalah karena telah meninggalkan HP saya seorang diri di kamar kos, sementara saya asik-asikan berselingkuh dengan Bola Basket, saya langsung telepon Ms’ Ye.

“Tadi ada telepon saya, kalau boleh tau ada apa ya ?“

“Maaf, ini degan siapa ya”? (ternyata benar, dari suaranya dia adalah seorang Wanita)

“Saya Aulia Akbar, dari Universitas Udayana”

“Oowwww, Adek lolos tahap administrasi, jangan lupa besok lusa datang ujian final di Fave Hotel, jam 7 pagi (lalu menjelaskan persyaratan yang harus saya baya), maaf, karena adek kirim via post,  jadi formulir nya baru kami terima”

(sambil berteriak “Horeeeee..” dalam hati) “Oke mbak. Terima kasih ya atas infonya”.

Saya sangat senang sekali, bukan hanya karena akhirnya saya dapat kesempatan juga untuk menjadi calon Beswan Djarum, tapi karena dugaan saya ternyata benar, ternyata saya bisa jadi seorang Detektif handal yangmengungkap misteri-misteri Beasiswa orang lain. Mungkin jadi Pimpinan KPK juga saya bisa.

***

Demikianlah satu kisah yang dapat saya bagikan, semoga dapat menjadi hal  yang berguna bagi nusa dan bangsa, demi kemajuan Negara, Merdeka…!   Kalau soal Pesan, menurut saya apa yang telah dilakukan oleh panitia OR Beasiswa Djarum 2011, sudah sangat berkesan, itu jauh diluar dugaan saya, banyak hal-hal yang menarik yang mungkin tidak saya dapatkan di panitia peneriamaan beasiswa lainnya.

Namun demi mendapatkan hal-hal yang lebih baik lagi di OR berikutnya, ada

sedikit pesan/saran yang dapat saya berikan, yaitu untuk Infonya agar dapat diperjelas lagi, saat memberitahukan kepada Perserta, alangkah baiknya jika diberitahu acara tersebut akan berlansung berapa lama, agar peserta dapat menjadwal ulang juka ada agenda yang terbatalkan ketika mengikuti Ujian Penerimaan Beasiswa Djarum berikutnya.
bersama seorang wanita saat OR

Category: Storia

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Before you post, please prove you are sentient.

what is 9 + 6?