Coretan Aul

National Building; tidak akan terlupakan

AsiiiiikBoyband RSO Suroboyo yang gak release2 album hingga sekarang..

Dalam setiap perjalanan kehidupan, tentunya akan melekat satu atau beberapa hal yang menarik dan tidak dapat dilupakan, kadang hal itu berupa cerita senang, sedih, atau mungkin tentang kekonyolan.. Begitu juga dengan National Building Beswan Djarum 27 di Semarang, telah membekaskan sebuah cerita kecil di hati yang gak bakal bisa dihapus walaupun pake tinner. :)

****

Diawali dengan kedatangan ke kantor RSO Surabaya, semua sudah terasa dahsyat, nyanyian selamat datang secara terpimpin langsung terdengar sesaat kami memasuki Ruangan.. “selamat datang..selamat datang..seeeeelamat dataaaaang..” suasana yang begitu semangat dan bahagia.. sampe-sampe aku netesin air mata (air mata buaya) haha.. sebagai seorang pengamat kejiwaan amatiran dari sini aku dapat menyimpulkan bahwa teman-teman dari RSO pasti memiliki kesibukan yang sama dengan saya, yaitu sibuk menikmati Hidup.

Di hari pertama, dengan kondisi yang lelah setelah menikmati perjalanan kurang lebih 8 jam dari Surabaya menuju Semarang, kita langsung diarak menuju PRPP, busseeeeet.. langsung “kerja” katanya, hahaha. padahal sesuai dengan jadwal seharusnya kita ke Penginapan untuk sekedar istirahat sebentar dan membersihkan diri dari badan dan pikiran yang kotor, alhasil kita satu RSO dengan sukses dan kompak dalam status “belum mandi” selama satu harian,.. gimana baunya coba, mungkin semua bisa bayangkan..

Malamnya sekitar jam 10 malam, kita diarak menuju penginapan, Hotel Grand Candi, aww..aw..aaaw… ni hotel Gede bangeeeeet, ini pengalaman pertama saya nginap di hotel bintang banyak. hehehe. Ohya, stelah ceck-in, saya dikasi beberapa lipatan kertas, lalu receptionisnya bilang “terimakasih”, bukannya balas perkataannya saya malah bingung lalu lansung melontarkan pertanyaan “Kuncinya mana Mbaaak???”, si mbak senyum tipis (senyuman ngeledek gitu) sambil bilang “pakai kartu yang itu mas !!!!!!!”.. huhuhuuh…ternyata kuncinya pakai kartu,, hampir aja aku bunuh diri ditempat karena malu, untungnya nafsu untuk menikmati tidur di hotel ini mengalahkan niat galau tersebut.

Di dalam lift, ke-udik-an ku dipertontonkan lagi, saat nekan tobol lantai yang dituju, ehhh gak naik-naik.. lihat sekitar, masih jauh dari “over load” tapi kenapa?? Kita ber-enam yang ada di dalam tidak tahu sebabnya, kita lalu berdoa, tapi liftnya tak kunjung bergerak, mau panggil polisi sepertinya percuma, akhirnya seseorang datang mengeluarkan kartunya, lalu memasukkan ke lobang tipis di samping pintu lift sambil menekan tombol lantai yang diinginkannya.. “siapapun dirinya, yang jelas dia adalah pahlawan kami pada saat itu”. Ini hal yang paling berkesan sekaligus memalukan dalam hidup ku..

Roomates teman sekamar; Jery d’Kribo & Giri d’Sipit

Di National Building ini, banyak kesan lain buatku, antara lain, disini kita diajarkan banyak hal yang aku bayangkan sebelumnya, yaitu, Belajar ngebatik di dalam GOR PB Djarum, hmmmm bukannya main Bulu tangkis ehhh di dalam kita malah ngebatik. Hehe, tapi seru banget.. mungkin Alan Budi Kusuma aja gak pernah ngebatik disitu.

beswan-rso-suoboyo

Category: Storia
  • Marhaindra Gary says:

    foto paling atas harus bayar pajak royalti ke gw, ul!

    April 28, 2012 at 9:19 PM
  • Aulia Pulungan says:

    hahahaha… anggap sedekah lah.. royaltynya buat nyntunin gembel Kuta aja ya..

    April 28, 2012 at 9:25 PM
  • Marhaindra Gary says:

    hahahaha…
    koplak

    April 30, 2012 at 4:39 PM

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Before you post, please prove you are sentient.

what is 6 plus 6?