Coretan Aul

Natural HOT & Cold Spring di Bali

Resto apung Kntamani Bulan Juli yang lalu, Wisata kuliner bulanan kami tertuju pada Resto Apung Kedisan, Restoran yang mengapung di atas air di pinggir danau Batur di Kintamani. Suasana romantis dikelilingi panorama alami gunung dan danau, serta makanan yang lezat, membuat tempat ini selalu ramai diunjungi wisatawan di Bali.

Menikmati makanan di tempat ini seolah berada dibawah atap langit yang berwarna biru dan berawan putih yang mempesona. Ditambah lagi dengan udaranya yang sejuk, membuat nafsu makan ku seolah bertambah 5x lipat.

Selain menyediakan menu yang lezat, disana juga bisa menikmati aktifitas watersport seperti Jetski dan memancing. Yang ingin menginap di sini juga disediakan Bungalow, dengan tarif mulai Rp 450.000, kamu akan mendapatkan malam yang sangat romantis apalagi bagi yang sedang berbulan madu di Bali.

Disini yang mau saya ceritakan sebenarnya bukan mengenai Resto Apung, melainkan Natural Hot Spring yang terletak sekitar 500 M di sebelah utara Resto. Tepatnya terletak di desa Pakraman Batur Toya Bungkah. Sehari sebelum berangkat, mbak Nana, Beswan Djarum Bali senior angkatan 26 sempat mengatakan kalau di Kintamani kita juga akan main ke Batur Natural Hot Spring. “Besok bawa pakaian mandi juga ya, kita berendam air panas”.

Waaah… seru niiih, saya sangat antusias mendengarnya, kebetulan saya adalah salah satu pecinta Hot Spring dan tempat yg Hot-hot lainnya di Indonesia. Dan hampir 3 tahun kuliah di Bali, saya belum pernah mendengar pemandian air panas ini sebelumnya, bukan karena gue KuPer lho ya, tapi mungkin karena pemandian air panas belum bagitu favourite aja di Bali.

Setelah melampiaskan seluruh nafsu biarahi menyantap segala makanan yang tersedia di atas meja, kami pun segera berangkat ke Natural Hot Spring yang disebutkan. Sambil menikmati perjalanan di tepi danau Batur, di jalan saya udah gak sabar melihat gimana sih bentuknya pemandian itu.

Cukup membayar Rp 50.000 untuk dewasa dan Rp 25.000 untuk anak-anak, kita sudah bebas berendam sepuasnya, yang kelupaan bawa handuk dan shampoo, gak usah kawatir, karena disana udah disediakan secara gratis.

Setelah membayar, saya langsung masuk ke pemandian, Oh my God… itu cewe sexy banget, *ehhh..maaf..maaf, maksud saya pemandiannya keren banget. Balutan swim suit di body yang tinggi proporsional dan kulit kuning langsatnya (yang belum 17+ bacanya: “Kolam-kolam Hot Spring yang menarik di pinggir Danau”) membuat ku gak sabar untuk segera berendam.

Batur Natural Hot Spring

Disana terdapat beberapa kolam, ada kolam utama yang berukuran 18 x 17 meter. Kolam kedua merupakan kolam obat, jadi air panas ini sejak dahulu memang dipercaya dan digunakan sebagai tempat berobat terutama utk sakit kulit. Semua kolam menggunakan air panas alami dari perut bumi yang mengandung belerang. Airnya cukup hangat, wajahnya juga cantik, *looh ngomongin siapa sih ini.!

Sambil berendam, saya memilih bersantai menikmati pemandangan danau batur di kolam ‘Floating Sunburn’ yang dalamnya sekitar 25 cm, sambil sesekali menyeruput segelas Well come Drink yang diberikan secara gratis bagi setiap pengunjung.

Bagi yang mau berenang, Ada juga kolam air dingin yang terletak tepat bersebelahan dengan danau, wuuuh kebayang deh gimana kerennya. Jadi kalau mau nyebur ke danau langsung aja dari kolam (tentunya ini tidak dianjurkan).

Saat itu kami pergi ber-sebelas. Saya, Dio, Tika, Geg, Nana, serta Maja dan Lucky, beswan Surabaya yang kebetulan sedang main ke Bali memilih untuk berendam. Sementara yang lain, Ary, Ranee, Gusda, dan mas Erwin memilih hanya berdiam di Cafe yang ada di dalam pemandian.

batur natural Hot Spring ooh.. Bungalaw di resto Apung Mancing di Danau Batur

Category: Travelista
  • Putu Nuniek Hutnaleontina says:

    KUDU di COBA!!!!! recommended beud guys!

    September 2, 2012 at 8:18 PM
  • normasholikah says:

    wah di Bali ada resto apung juga yah.. jadi pengen..

    September 4, 2012 at 10:52 AM
  • Aulia Pulungan says:

    Yupz. Resto dengan view Gunung Batur, gak ada yg ngalahin dah.

    September 4, 2012 at 3:42 PM
  • Yani Gracia says:

    Kalau dari Denpasar, lama perjalanannya kira2 berapa jam ya kesana?

    September 5, 2012 at 4:29 PM
  • Aulia Pulungan says:

    Kalo dari Denpasar, kira2 2 jam.. naik mobil atau naik motor, tapi kalau naik sepeda mungkin akan lebih lama lagi (hehe, joking)

    September 5, 2012 at 4:31 PM
  • Oka Aditya says:

    kalau di pemandian air panasnya, ada penginapannya juga gak ?

    September 5, 2012 at 4:45 PM
  • Aulia Pulungan says:

    Di Pemandian Air Panasnya gak ada pemandian, cuma dekat2 situ bnyak penginapan kok, dengan view danau.

    September 7, 2012 at 8:43 PM
  • Syafiudin says:

    Menakjubkan..

    September 14, 2012 at 12:25 PM
  • nila says:

    Jalanan ke natural hot spring aman aja ga ya? soalnya keknya terjal banget naik sm turunnya. klo naik mobil biasa bisa naik gaa…. thanks ya :)

    January 3, 2013 at 11:53 AM
  • Aulia Pulungan says:

    iya agak terjal sih, tapi masih bisa kok. kemaren aja kita kesananya naik mini bus..

    January 3, 2013 at 10:33 PM

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Before you post, please prove you are sentient.

What is 8 multiplied by 6?