Coretan Aul

Air Terjun Bertingkat AEK SIJORNI

aek-sijorni Kalau sebelum-sebelumnya selalu bercerita tentang kunjungan saya ke daerah orang, kali ini saya akan bercerita tentang daerah sendiri. Rasanya kurang pas kalau saya terus nulis tentang kampung orang, sementara kampung saya sendiri gak pernah dipromosiin. hehehe

Well,. bagi yang tinggal di Kota Medan, mungkin udh pernah mendengar atau pergi kota kecil bernama Sidempuan, kota yang terletak di ujung selatan Sumatera Utara ini butuh 12 jam jika berpergian dengan bus atau Travel dari Kota Medan. selain dari Medan aksesnya juga bisa melalui Padang atau Pekanbaru dengan Waktu tempuh yang relatif sama dengan Medan.

Kota ini dikenal sebagai kota Salak. Iya benar, sesuai dari namanya, kota ini memang kota penghasil buah salak, ‘Salak Sumatera’, terbesar di Pulau Sumatera. Nah, apa yang istimewa disini?

Kurang lebih 30 menit dengan kendaraan bermotor ke ke selatan, disanan terdapat terdapat pemandian alam yang dikenal dengan nama Aek Sijorni (artinya: Air yang jernih). Merupakan Pemandian alam dengan Air terjun yang bertingkat. tepatnya terletak di antara Desa Silaiya dengan Desa sayur Matinggi di Kecamatan Sayur Matinggi.

Keunikan dari pemandian ini adalah bentuknya yang bertingkat hingga 3 lantai dan memiliki 2 buah air terjun mini yang berada pada medan slop/miring pada tanah bebatuan dengan kandungan kapur. jadi tidak perlu kawatir tergelincir jika hendak bermain di tengah airnya yang mengalir deras. Air terjun ini terdapat pada lantai pertama dan lantai kedua.

Pada lantai pertama akan djumpai dua kolam buatan sebagai kolam bermain, dengan kedalaman hingga 1,5 meter. Biasanya kolam ini dipadati oleh anak-anak.

Suasana lantai 1 Aek Sijorni

Suasana lantai 1 Aek Sijorni

Pada lantai kedua terdapat satu kolam sedalam kurang lebih 1,5 meter yang terbentuk secara alami. Selain itu disini juga terdapat parit dengan air yang mengalir deras menuju kolam, parit ini biasanya dijadikan sebagai tempat berselunjur yang berujung pada kolam.

Diantara lantai pertama dan lantai kedua terdapat gua kecil yang ditutupi oleh air, biasanya tempat ini menjadi tempat favourite para remaja bersama pasangannya. Cukup romantis memang jika duduk bersantai dengan badan yang basah kuyub disana.

Di lantai terakhir terdapat sungai kecil dengan air yang mengalir tenang, bentuknya yang berkelok-kelok dan cukup panjang membuat sungai ini menjadi terlihat begitu menarik. Sungai ini biasanya menjadi tempat yang paling digemari jika ingin berenang atau bermain dengan ban pelampung.

Pada hari-hari besar seperti Lebaran, suasuna di lantai terakhir ini juga akan terlihat seperti “Kasino dadakan”. Beragam permainan judi seperti Dadu, Tebak Angka, dan lain sebagainya akan menggelar lapak-lapaknya disana. Tentunya tidak usah kawatir ditangkap aparat, karena mereka sudah mendapat “izin” dari aparat setempat. (ini non-recomeded lho ya.!)

bersama sepupu di Sijorni Jika sedang mudik, saya tidak pernah absen main kesana, walau telah berkali-kali, tapi Aek Sijorni tetap menarik untuk dikunjungi. Biasanya saya kesana dengan beberapa sepupu atau dengan teman-teman.

Selain pemandian, disana juga terdapat beberapa cafe yang menyediakan aneka minuman dan makanan. Dengan Rp 20.000 per porsinya, kita sudah bisa menyantap ikan Mas bakar yang diambil dari kolam yang dialiri langsung oleh mata air pegunungan. Kebayang kan gimana segernya..

Keunikan terakhir tempat ini adalah cara pembayarannya yang terkenal ribet, diawal kita akan dikutip bayaran Rp 2.000/orang saat hendak melalui ‘Rambin’, jembatan kayu yang menghubungkan komplek pemandian dengan jalan raya. Setelah itu kita juga harus membayar Rp 2.000 untuk setiap lantai yang kita lalui. Jadi besar pembayaran tergantung banyak lantai yang kita lalui.

Category: Travelista
  • Andrey says:

    kok bentuknya kaya buatan ya..hehehe….

    September 1, 2012 at 12:05 AM
  • Aulia Pulungan says:

    Di lantai 1 itu emang ada beberapa kolam buatan ndre. dibuat kolam-kolam renang kecil. Biasanya di pakai anak-anak dan rombongan keluarga.

    September 1, 2012 at 12:32 AM
  • Indra Setiawan says:

    Saya pernah kesana, asli keren bgt memang suasana disana, airnya dingin.

    September 5, 2012 at 4:34 PM
  • Oka Aditya says:

    saya suka dengan “kasino Dadakan” nya.. mungkin 20 tahun lagi bs dikembangkan agar seperti Las Vegas hahaha

    September 5, 2012 at 4:47 PM

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Before you post, please prove you are sentient.

What is 7 times 4?