Coretan Aul

SAPEKEN, Pulau Seribu Pesona

spk-memorial-831

Negara kita memang kaya, dikaruniai tanah yang tongkat aja bisa tumbuh, gas alam yang melimpah, lautan luas dengan kekayaan bahari luar biasa dan ribuan pulau dengan beraneka ragam keindahan. NUSANTARA.

Baru-baru ini, saya diajak seorang teman berlebaran di kampungnya, di Sapeken, Madura. Kebetulan nggak mudik ke medan, saya pikir nggak ada salahnya juga kalo lebaran tahun ini saya habiskan di kampung orang, itung-itung refreshing dan exploring lah.

Setelah melakukan perjalanan laut kurang lebih 15 jam dari Banyuwangi, akhirnya pulau mungil itu terlihat juga dari ujung kabin kapal, saya senang bukan main, bagaimana tidak, ini adalah pengalaman pertama saya naik kapal, dengan durasi selama ini, ternyata cukup membosankan juga. Mungkin karena kami menaiki kapal gratisan kali ya, kapal khusus dari Pemprov Jatim untuk mengangkut pemudik lebaran dengan tujuan kepualauan madura. Jenis kapal barang yang disulap menjadi kapal penumpang.

Saya sempat ngobrol dengan seorang bapak di deck belakang, di mengatakan kalau menggunakan kapal penumpang biasanya hanya memerlukan waktu 12 jam. Kapal yang dimaksud adalah kapal Sabuk Nusantara 27 yang melayani perjalanan dari banyuwangi ke pulau-pulau kecil di Sumenep sekali setiap minggunya.

Selain itu, jika ingin berangkat melalui Sumenep, Madura, dapat menggunakan kapal laut ferry dengan waktu tempuh 9 jam atau kapal Express Air dengan waktu tempuh 4 jam. Harga tiket kapal Express sendiri Rp. 125.000/orang untuk kelas bisnis, sedangkan untuk kelas eksekutif Rp.175.000/orang. Lalu untuk sampai menuju Pulau Sapeken dari Kangean dilanjutkan dengan menggunakan perahu motor biasa dengan jarak tempuh kurang lebih 4 jam.

Setelah tiba di Sapeken, ternyata kami masih harus bersabar 1 jam lagi untuk menunggu jemputan dari desanya, maklum, sudah pukul 12 malam, kapal-kapal boat yang menghubungkan antara pulau-pulau kecil disana sudah tidak ada lagi yang beroperasi, apalagi malam itu adalah malam lebaran.

Aulia_diatas_kapal_boat

Sapeken merupakan pulau kecil yang dijadikan sebagai desa kecamatan, pulau ini memiliki dermaga yang cukup baik dan juga sebagai pasar. Dan desa teman ku terdapat di pulau Saur. Salah satu diatara 30 pulau-pulau kecil di kecamatan Sapeken. Untuk mencapai pulau ini dibutuhkan waktu kurang lebih 25 menit menaiki kapal boat yang biasa disebut Taxi dari pulau sapeken.

Disini Saya mendapatkan banyak teman yang mengajak saya melakukan kegiatan seru selama disana. Dari berkeliling desa dari bibir pantai, memancing di dermaga, minum kelapa muda di kebun, bermain bola Takraw, dan yang paling menarik adalah saat diajak menjaring ikan di pantai yang penuh karang bersama 3 orang lainnya. Caranya cukup unik, awalnya seorang dari kami menyebar jaringnya, lalu kami berlari dari tepi pantai menuju jaring tersebut dengan asumsi bahwa ikan2 akan berlari menuju jaring, lalu.. haaap.. ketangkap deh.

Hasilnya lumayan juga, hanya dengan waktu sekitar 1 jam saja, kami sudah berhasil menangkap ikan kurang lebih sebanyak 8 kg. Pak Matli selaku kepala rombongan membagi dengan hasil tangkapan sangat rata. Walau aku hanya bertugas sebagai pembawa hasil tangkapan, tapi beliau tetap memberikan bagian sama kepadaku. Whoaa.. saatnya bakar ikan nih..

Saya juga sempat mengunjungi pulau Saibus, Pantai disana indahnya luar biasa, dengan pasir putih dan laut biru yang tenang tanpa karang membuat mandi menjadi pilihan yang nggak mungkin saya lewatkan. Kebetulan sedang lebaran, terlihat banyak orang yang berdatangan dari berbagai pulau. Terlihat anak2 sedang mandi di pinggir pantai, ada yang bermain dengan perahu karet, Ada yang duduk2 santai di bibir pantai. Dan ada juga yang sekedar berteduh di bawah pohon-pohon kelapa atau warung-warung di sekitar pantai sambil menyeruput air kelapa muda yang dijual dengan harga Rp 5.000 per buahnya.

Anak-anak bermain di Pantai Saibus

Anak-anak bermain di Pantai Saibus

Penduduk di disana umumnya berbahasa Sulawesi (bahasanya: bahasa Bajau, bahasa Mandar dan sebagian kecil berbahasa Bugis) bukan berbahasa Madurakarena dalam sejarahnya orang Sulawesi lah yang menemukan Kepulauan ini lalu akhir tahun 90-an mulai banyak berdatangan etnis lain seperti Jawa, Madura dan Cina. Begitu juga dengan kultur budaya sangat berbeda dengan budaya Madura, rata-rata suku yang ada di sepulauan Sapeken adalah suku Bajau, Mandar dan Bugis. Dan rumah-rumah penduduk disana adalah rumah panggung, dengan lantai mencapai 1,5 meter dari permukaan tanah.

Masyarakatnya sangat ramah dan sangat bersemangat. Walau PLN belum menjangkau daerah tersebut, dimana mereka hanya bisa menikmati listrik dari mesin diesel dengan membayar Rp 30.000/bulan untuk pemakaian 5 jam setiap harinya, yaitu dari pukul 6 sore hingga 11 malam. Ditambah lagi dengan kondisi tanah yang kurang subur. Saya tidak pernah mendengar keluhan atau kritikan sekali pun. Mereka lebih suka bekerja daripada hanya menyalah-nyalahkan dan menuntut banyak hal dari pemerintah seperti yang marak terlihat di negeri ini.

Gotong Royong Memindahkan Rumah Warga

Gotong Royong Memindahkan Rumah Warga

Saya beruntung dapat merasakan salah satu budaya masyarakat unik disana, yaitu memindahkan rumah dengan cara diangkat. Seluruh lelaki berkumpul secara kompak untuk membantu salah satu penduduk yang hendak memindahkan rumahnya tanpa bayaran. Sungguh luar biasa, semangat gotong royong seperti ini, tidak akan pernah kita temukan lagi di daerah perkotaan di negeri ini.

spk-memorial-125 spk-memorial-53 sebuah gubuk di lahan tandus

Category: Travelista
  • Andrey says:

    Mantap kawan….

    August 31, 2012 at 7:30 AM
  • Aulia Pulungan says:

    Ayo main kesana…

    September 1, 2012 at 12:57 AM
  • Dana says:

    Sungguh dahsyat pantainya..

    September 5, 2012 at 4:19 PM
  • Yani Gracia says:

    Ihhhh kereeeeeeen…

    September 5, 2012 at 4:20 PM
  • Aulia Pulungan says:

    yang mau kesana, hubungi aja Jondi,085739959300. Tour guide freelance lokal, pasti diajak jajahin semua pulau dsana.

    September 5, 2012 at 4:26 PM

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Before you post, please prove you are sentient.

What is 5 * 7?