Coretan Aul

Tips Berobat di Dokter Gigi yang Tepat (Murah)

dokter-gigiSaya termasuk orang yang selalu berurusan dengan sakit gigi. Waktu kecil, gara-gara sakit saya sering jadi gak bisa berpuasa di bulan Ramadhan, saya juga pernah gagal test salah satu akademi Aparatur Negara gara-gara sakit Gigi. Hingga sekarang pun masalah Gigi tidak pernah terputus dari kehidupan saya.

Sakin seringnya gonta-ganti tempat berobat, dari rumah sakit, Klinik, Prakter Dokter, sampe dukun kampung. Sekarang saya jadi merasa sudah Kawakan dalam hal per-Sakit gigi-an, saya juga jadi kenal banyak Dokter Gigi (walau mereka belum pasti kenal saya). Jadi sebagai senior, saya ingin berbagi tips buat orang-orang yang ingin mendapatakan dokter gigi yang pas (murah). yaitu:

Berobatlah di Puskesmas terdekat.

Ada banyak kelebihan Puskesmas jika dibandingkan dengan Rumah sakit, Klinik, Dukun, dan lain sebagainya. antara lain;

– Biaya Murah. Dari pengalaman saya, setelah membanding-bandingkan dengan tempat lainnya, biaya berobat di Puskesmas itu jauh lebih murah. Malah, di Bali berobat Gigi di Puskesmas tidak dikenakan biaya alias gratis. Cukup dengan membawa fotocopy KTP penduduk Bali, semua perawatan (kecuali membersihkan karang gigi) tidak akan dipungut biaya sedikitpun.

– Lebih Bersih. Biasanya di Puskesmas, mereka hanya menerima pasien dengan jumlah tertentu, jika di Denpasar misalnya, mereka hanya akan menerima pasien maksimal 15 orang per harinya, setelah itu mereka akan melakukan sterilisasi alat. jadi dapat dipastikan alat-alatnya lebih bersih dan higienis.

– Peralatan lebih bagus, daripada di rumah sakit Umum atau tempat-tempat praktek dokter gigi.

– Dokter-dokter nya benar-benar teliti dan tidak asal-asalan.

Khususnya yang ini, saya pernah punya pengalaman buruk saat nambal Gigi di salah satu salah satu Praktek Dokter Gigi di Denpasar. Saat itu saya tanya apa dokternya ada, seorang pegawainya bilang “Dokter X lagi keluar, tapi kami buka, tunggu sebentar ya”, setelah dipersilahkan masuk, didalam saya ditangani seorang ibu-ibu, sempat bingung juga, karena sesuai namanya, Dokternya seharusnya Laki-Laki. Setelah menambal Gigi saya yang berlobang, saya pun membayar Rp 280.000 (tuuuh,, mahal bgt kan.!). Sebelum pergi saya sempat bertanya, “Ibu Dokter X ya?” lalu beliau menjawab dengan mudahnya, “bukan, saya Istrinya.” *gubrak* kenapa saya gak nanya dari tadi. Apalagi setelah saya tahu ternyata dia juga buka seorang Dokter Gigi. sialan..sialan… benar-benar apes nasib gw malam itu Gak apa-apa juga sih sebenarnya kalau hasil tambalannya bagus, tapi kenyataannya, saya harus bongkar ulang gigi yang ditambal tadi, karena pada saat ditambal, masih ada kotoran di dalam giginya, jadi menyebabkan keropos didalam.

Semoga tips ini bisa bermanfaat dan semoga gak ada lagi yang bernasib sama seperti saya. Aselole..

Category: Newsflash
  • Evie says:

    suangat membantu…
    mksih infonya

    September 10, 2013 at 5:47 PM
  • Ary says:

    Wah…emangnya istri dokter gigi bs jg jadi dokter gigi cadangan yaa?? Gawat bgt kasusnya, malpraktek tuh…hohohoo
    Btw mohon info dokter gigi bagus dan murah, serta pasang behel murah…? Trims

    November 18, 2013 at 9:37 AM

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Before you post, please prove you are sentient.

What is 5 times 2?