Kaca Mata Saya

segala hal yang terlihat oleh saya

Kaca Mata Saya - segala hal yang terlihat oleh saya

Aku Disini #13

Berkali-kali aku perhatikan, itu memang Gery. Name tag di dadanya makin meyakinkanku. Tertulis ‘Gery’ dengan huruf kapital yang tegas terlihat jelas walau aku berdiri hampir 5 meter darinya.

Masih berusaha menenangkan lonjakan emosi didadaku. Mendadak sedikit sesak. Untungnya masih ada beberapa peserta yang berdiri di depanku. Yah minimal Gery tidak melihat keberadaanku. Entah lah, aku belum siap. Belum siap kelak dia akan tersenyum lebar ke arahku lagi. Lagi? Yah, setelah yang pertama kali dia lakukan di bawah langit PRPP yang berwarna-warni.

“Reanita Abraham”

Ya? Oh ya itu namaku. Bapak pelatih simulasi tempur detasemen 235 sangat tegas dan lantang memanggil namaku. Itu tandanya aku harus berpindah tempat dari kerumunan peserta yang belum dipanggil namanya ke barisan regu yang akan jadi reguku selama 4 hari kedepan.

Aku tahu Gery ada disana. Aku lebih memilih menghindari kontak mata dengannya. Berjalan dan langkah kaki ini pasti . Sangat pasti untuk menghampiri regu yang sudah ditentukan panitia. Regu 8.

Gak mungkin kalo dia gak menyadari kehadiranku. Aku hanya berdiri dan terpaku, pandanganku kemana-mana tapi ekor mataku paham, ada sepasang mata yang sedang mengamatiku.

Baiklah, ini sandiwara menjijikkan. Untuk apa aku lakukan ini semua? Pura-pura buta.

Perlahan-lahan kedua bola mataku menghampiri tatapan nun jauh disana. Jarak lima meter disana. Gery yang ceria. Senyum lebarnya sudah terlukis indah diwajahnya.

Aku rasa gak untuk kali ini. Saraf diseputar bibirku sudah gak bisa nahan hasrat ini. Tanpa sadar senyum pun terbentuk dari lekukan bibirku. Gak selebar Gery tapi senyumku melegakan. Senyum ini jujur.

Dan aku senang dapat menatapnya lagi.

BERSAMBUNG

Category: Cerita Rea