Kaca Mata Saya

segala hal yang terlihat oleh saya

Kaca Mata Saya - segala hal yang terlihat oleh saya

Kabar #23

“Ini dia!”

Sadar akan suaraku yang nyaris menggelegar seantero perpustakaan, aku menutup mulutku rapat-rapat. Aku rasa ini cuma sugesti semata. Ratusan rak buku yang ditata nyaris berdempetan. Bagaimana kalau ratusan rak buku yang tingginya lebih dari dua meter ditata berjejer dan jarak antar rak kurang dari setengah meter. Lebih tepatnya seperempat meter. Yang ada suaraku gak akan sampai bergema seperti di dalam goa karena terhalang rak buku raksasa ini.

Setengah jam aku berputar-putar ternyata buku yang aku cari ada di barisan rak buku paling atas. Agak sulit dengan tinggi badan kurang dari 160 cm seperti ini. Dengan bantuan kursi yang sengaja aku seret dari letaknya yang sudah diatur sedemikian rupa, akhirnya Archithecture Is Elementary karya Nathan .B Winters bisa mendarat indah ke tangan kananku.

Sebenarnya buku ini hanya menjelaskan tentang dasar-dasar dari arsitektur. Entah kenapa aku butuh buku ini.

Tangan kanan menjinjing buku dan tangan kiri kembali menyeret kursi yang tadi aku injak. Gak jauh dari tempatku meraih buku dari ketinggian lebih dari 2,5 meter, terdapat meja panjang dan beberapa kursi. Aku sebut tempat ini reading area. Leptopku yang sudah terkoneksi dengan wifi perpustakaan masih duduk manis di atas meja.

Buru-buru aku duduk di kursi dan menyalakan layar leptop yang sudah berubah menjadi standby mode on. Tiba-tiba mataku tertuju pada tulisan mungil di web-site yang sedang aku buka.

1 message

Email dari Jordan. Ini email ke enam yang aku terima berarti sudah 6 bulan Jordan berada di sana. Negara kincir angin nan jauh disana.

Klik

Gak ada satu kata pun dalam email Jordan kali ini. Hanya satu file dalam attachment.

Jordan menggunakan kemeja motif kotak-kotak cokelat dan Bernard dengan kaos oblong polos berwarna abu-abu. Tangan Jordan melingkar di bahu Bernard begitu juga tangan Bernard yang melingkar di pinggang Jordan. Mereka berpose seperti sedang berpelukan. Foto diambil dari arah samping. Jordan tersenyum lebar ke arah kamera sampai-sampai deretan gigi rapinya terlihat jelas. Bernard tidak melihat kamera tapi memandang wajah Jordan dengan ekspresi bingung. Bernard benar-benar mirip dengan kartun Bernard Bear yang selalu pasang ekspresi bingung.

Foto ini cukup membuat aku tersenyum cukup lebar. Kocak.

Jordan merindukan aku. Aku pikir Jordan gak bener-bener serius dengan niatnya memeluk Bernard, ternyata aku salah.

Beberapa hari yang lalu aku berfoto dengan bunda dengan pose yang sama seperti foto Jordan. Aku memeluk bunda dengan background dapur yang berantakan. Wajahku dan bunda penuh dengan tepung terigu. Awalnya ingin membuat cake tapi disela-sela proses pembuatan cake aku justru sibuk memainkan tepung. Bunda juga ikut-ikutan asik bermain dengan tepung. Memang seperti anak kecil tapi ini sangat menyenangkan

Aku kirim foto ini untuk membalas email dari Jordan. Aku juga merindukannya. Sangat.

Message sent

Masih ada yang ganjal dalam folder inbox emailku. Dari deretan nama Jordanio Pratama, terselip satu nama yang terlihat berbeda, Gery Gumilang.

Aku arahkan cursor ke arah nama Gery.

Aku hanya bisa menatap lekat-lekat foto yang Gery kirimkan sebagai kado ulang tahunku beberapa bulan yang lalu. Background kembang api yang menghiasi langit PRPP yang hitam legam. Senyum Gery yang lebar dan terkesan amat bahagia menghiasi wajahnya saat itu. Mata ini masih terus menatap wajah Gery dalam foto itu. Aku kurang paham apa ini sebenarnya. Sesak. Terutama setelah aku tahu bahwa pertemuan di sebuah pertunjukan angklung adalah saat-saat terakhir aku bertemu Gery. Sesaknya bukan main. Apa-apaan ini? Aku bertemu dua kali tapi kenapa segala tindakan, ucapan bahkan senyumnya membekas jelas dalam ingatanku. Saat pertama kali dia tarik tanganku dan berfoto di bawah hujan kembang api. Saat dia meneriakkan namaku ketika aku benar-benar terpuruk dengan rappelling yang tingginya 7-8 meter dari permukaan tanah. Saat dia mengajakku begoyang di tengah-tengah pertunjukan angklung. Saat ekspresi wajahnya berubah ketika aku bilang Jordan adalah pacarku. Semua masih jelas. Seperti baru kemarin terjadi.

Bagaimana kabarmu Gery?

BERSAMBUNG

Category: Cerita Rea

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Before you post, please prove you are sentient.

What is 4 multiplied by 6?