Kaca Mata Saya

segala hal yang terlihat oleh saya

Kaca Mata Saya - segala hal yang terlihat oleh saya

The Day #8

Akhirnya saat itu tiba juga. Festival Paduan Suara 2010.

Pagi-pagi jam 7 sudah standby di kampus untuk make up. Saat itu aku belum bisa make up sendiri jadi aku lebih baik datang lebih awal. Teh Nanda yang bantu aku make up.

Belum selesai make up, kami harus pindah ke rumah Teh Nanda di Ranggagempol karna Mas Wan dan beberapa teman yang lain sudah menunggu di sana. Peralatan latihan seperti keyboard dan speaker juga sudah ada di sana. Meluncurlah kami dengan kendaraaan seadanya. Yang pasti bukan angkot. Gila aja pake angkot bisa pake macet ke Ranggagempol.

Sesampai disana, temen-temen tenor dan bass sudah siap semua. Kalo cowo mah gak usah pake make up juga udah beres, cewe kan agak ribet, mana pada gak bisa dandan sendiri. Aku masih inget waktu temen-temen tenor dan bass sudah mulai haming dan pemanasan, sedangkan aku justru masih berkutat dengan hair spray ahahahahaa… Tiba-tiba muncul Arif anak bass yang ternyata minta rambutnya di semprot hair spray juga… hahahahaa…

Jadwal penampilan Jinggaswara saat itu kalo gak salah jam 1 siang tapi harus sudah standby di ITB dari jam 11 pagi.

Akhirnya semua beres sekitar jam 10an dan untuk pertama kalinya anggota Jinggaswara komplit alias datang semua. Ya selama latian selalu aja ada halangan yang bikin anggota gak hadir lengkap. Tapi yang sudah lah, semua sudah berlalu. Kalau sebelumnya aku bilang FPS sudah di depan mata, kali ini aku bilang FPS sudah di depan ujung hidung.

Sesampainya di ITB. Aku lihat kontestan lain dengan kostum yang bermacam-macam. Aku rasa teman-teman Jingga yang lain juga melihat pemandangan yang aku lihat. Ada yang warnanya merah menyala seperti kostum matador dan ada yang biru terang dengan potongan gaun pesta. Jinggaswara saat itu masih dengan warna merah maroone.

Siapa yang tampil sebelum Jinggaswara, yang pasti choir itu cukup buat aku merinding karena kualitas suara soprannya benar-benar tokcer. Tapi aku berusaha menenangkan diri. Aku dan teman-temanku juga pasti bisa.

Akhirnya kami naik ke atas panggung sesuai dengan blocking yang sudah ditata saat latihan.

Aku cuma bisa berdoa dalam hati.

Aku yakin Engkau Maha Tahu dan Maha Mengerti dengan apa yang kami butuhkan saat ini ya Tuhan. Amin.

BERSAMBUNG

Category: jinggaswara

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Before you post, please prove you are sentient.

Earth orbits the ...