Kaca Mata Saya

segala hal yang terlihat oleh saya

Kaca Mata Saya - segala hal yang terlihat oleh saya

Denpasar & Bocah Tujuh Tahun

Aku baru pulang dari kampus sore itu. Belum semenit duduk selonjoran di kamar kos, Bibi berteriak dari lorong.

“Ada paket dari Balikpapan neng?” kata Bibi sambil menyerahkan amplop cokelat padaku. Amplopnya agak lecek.

Ini dia paket yang aku pesan khusus dari kampung halaman, Kota Balikpapan. Aku memastikan alamat dan nama pengirimnya, semua benar. Tepat di sudut kanan atas amplop, ada sesuatu yang menarik perhatian manik mataku untuk meliriknya. Cap biru kusam, Pos Express Balikpapan

Continue reading

Ternyata (keputusan ditanganku) #40

Pintu terbuka. Aku ayun sekuat tenaga hingga hampir jatuh terjerembab, tapi belum sampai jatuh. Kepalaku langsung menghadap sosok berwajah cemas yang duduk di atas sofa ruang tamu.

Isi hati dan kepalaku sudah berantakan kaya kapal pecah. Tapi aku menata wajahku sedemikian rupa agar terlihat datar. Minimal Tiwi gak semakin cemas. Diam-diam menata nafas setelah sedikit berlari. Cukup berhasil.

Continue reading

Pertahankan Aku #39

Diam-diam aku tarik perlahan lengan jaket Gery yang menenggelamkan lebih dari setengah tubuhku. Cukup melirik karena aku gak mengangkat tanganku tinggi-tinggi. Sebuah sudut 30 derajat antara dua jarum di dalam arlogiku. Jam 11 malam. Sudah malam sekali. Sekarang aku tahu kenapa udara Malang luar biasa dingin. Seluruh kancing jaket Gery yang aku pakai ini tertutup rapat.

Continue reading